Business is booming.

Pray For Bali Trending, Netizen: Bencana karena Semua Lahan Jadi Hotel dan Resort?

BPBD menyatakan, bencana banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah daerah di Pulau Bali

Tagar Pray For Bali trending di media sosial Twitter pada Rabu (19/10/2022), menyusul BPBD menyatakan, bencana banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah daerah di Pulau Bali, Senin (17/10/2022) menyebabkan enam orang meninggal dunia.

Sontak netizen gaduh menanggapi tagar Pray For Bali yang trending hingga ribuan ciutan mereka sampaikan. Berikut beragam ciutan mereka.

Seperti pemilik akun Twitter @Simpangan2024 menulis, “Turut prihatin atas musibah banjir di beberapa daerah di Indonesia seperti Ubud Bali, Blitar Lumajang dll dll. Semoga banjir lekas surut, dan semoga tdk sampai ada korban jiwa. #PrayForBali”

Lalu akun Twitter @guuluugl menulis, “Pemberitaan bencana kaya gini sangat minim karena buzzerp fokus sama gubernur giveaway. Miris.

@RANGERmounts menulis, “Semoga tak ada korban jiwa.
Manusia hanya bisa menyesal setelah kejadian. “

@MamakeAbien menulis, “Semoga tidak ada korban jiwa”

@bahrulov18 menulis, “Gunung gunung sekarang banyak diperuntukkan buat vila & resort.. Akhirnya banyak bencana-bencana”

@cadiraksa66 menulis, “Semoga segera tertangani aman buat warganya”

@whycomeshere menulis, “Semua lahan jadi hotel dan resort dampknya makin terlihat. Semoga lekas pulih”

@syahrul_xs menulis, “Apakah effect deforestasi?”

@pasirangsana_91 menulis, “Astaghfirullah padahal musim hujan nya belum full tiap hari udah begini ya,,,tanda tanda kerusakan Alam yang parah”

@nonowatese menulis, “Jangan sampai jadi seperti Jakarta. Saya suka di Bali tapi tidak dengan macetnya Denpasar dan overproud ke bulenya”

@adjarnuji menulis, “Infonya sudah 6 korban jiwa, semoga cepat surut dn normal kembali dn sellu dalam lindungan Yang Maha Esa”

@OnlyOnesia menulis, “Banyak2 dikonverai jadi villa dan hunian serta lahan pertanian😫”

@d3vilicious menulis, “So true, lihat di Ubud. Semua hutan isinya big hotels with giant swimming pools, villas, restaurants 😑”

@Gans_oke menulis, “Kembalikan Hutan yg hijau, kurangi Vila dan Resort”

@ahmadferinur menulis, “Itu akibat ulah manusia yang sendiri”

@RulyFauzi menulis, “Bali, terkenal dng Agama Tirta-nya. Ratusan tahun lalu, berbagai bukti sejarah dari sejumlah prasasti bali kuno menyebutkan pengelolaan lingkungan yg arif, wujud harmoni manusia & lingkungannya, dalam praktik tradisi kepercayaan. Semoga Bali baik2 saja. Lekas pulih Bali 😟”

@BJimbung menulis, “Kapitalisme merusak Bali..”

@pegipegi menulis, “Semoga semuanya baik-baik aja 🥺”

Enam Orang Meninggal karena Banjir dan Tanah Longsor

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali I Made Rentin menyatakan peristiwa bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menimpa sejumlah daerah di Pulau Dewata pada Senin (17/10) menyebabkan enam orang meninggal dunia.

Baca Juga:  Profil Ustadz Khalid Basalamah, Korban Korupsi Kuota Haji

“Total meninggal dunia enam orang. Ada tiga orang di Kabupaten Karangasem, satu orang di Bangli, satu orang di Tabanan, dan satu orang di Jembrana,” kata Rentin dikutip Antaranews.com di Denpasar, Selasa (18/10/2022).

Untuk satu warga Kabupaten Jembrana yang hanyut terseret arus, BPBD setempat masih melakukan pencarian korban.

Selain menyebabkan korban meninggal dunia, bencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Bali juga menyebabkan sejumlah jembatan penghubung di kabupaten terputus dan sejumlah rumah warga rusak, dan warga dilaporkan mengungsi ke rumah kerabat terdekat sementara waktu.

Jembatan penghubung yang putus, di antaranya yang menghubungkan Kelurahan Tegal Cangkring-Desa Penyaringan di Kabupaten Jembrana. Akibat meluapnya air Sungai Bilukpoh, Kabupaten Jembrana juga terjadi penumpukan batang kayu, sehingga terjadi kemacetan total jalur Gilimanuk-Denpasar.

Jembatan tersebut sempat tidak bisa dilewati, sehingga mengganggu arus transportasi. Namun pada hari ini, Selasa (18/10), jembatan sudah dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat terbatas dengan sistem buka tutup.

BPBD juga memantau banyak tumpukan batang kayu dan sampah yang terbawa banjir, sehingga mengakibatkan kemacetan jalur Gilimanuk ke Denpasar.

Pusat Pengendalian Operasi BPBD Provinsi Bali juga menginformasikan dampak cuaca ekstrem di sejumlah wilayah, seperti Kabupaten Karangasem, Bangli dan Tabanan.

Sejumlah kecamatan terdampak di Kabupaten Karangasem, yaitu Kecamatan Abang, Selat, Bebandem, Rendang, dan Karangasem. Di Desa Tri Bhuana, Abang, Kabupaten Karangasem, akses jalan tertimbun longsor, diperkirakan 96 KK terisoliasi dan hanya bisa dilewati dengan jalan kaki.

Untuk Kabupaten Bangli, curah hujan dengan intensitas tinggi juga memicu longsor yang menutup akses jalan. “Upaya pengerahan alat berat dari Dinas PU juga telah diinisiasi guna membuka akses jalan, selain itu upaya penyemprotan oleh tim Damkar guna membersihkan material lumpur agar warga dapat melintas kembali,” kata Rentin.

Baca Juga:  Hotman Paris Bandingkan Nadiem Makarim dan Tom Lembong

Untuk Kabupaten Tabanan, korban jiwa terjadi di Kecamatan Baturiti setelah tertimpa material longsor di rumahnya.

Cuaca ekstrem, tanah longsor dan banjir berdampak pada pohon tumbang dan kerusakan infrastruktur. Wilayah kecamatan terdampak, yaitu di Kecamatan Pupuan, Penebel dan Baturiti.

Sedangkan di Kabupaten Badung, Pusdalops Provinsi Bali menginformasikan peristiwa tanah longsor dan banjir terjadi di wilayah ini. Dampak bencana berupa pohon tumbang dan kerusakan infrastruktur rumah dan jembatan.

Tidak ada laporan korban jiwa dan luka di kecamatan tersebut. Sedangkan di Kecamatan Petang, bencana tanah longsor berdampak pada pohon tumbang dan bangunan roboh di 17 lokasi.

Sementara di Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, terdapat pohon tumbang dan jembatan rusak di tujuh lokasi dan di Kecamatan Mengwi, banjir dan longsor merusak jembatan dan pohon tumbang di sembilan lokasi.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...