Tagar Pekalongan Trending, Status Siaga Banjir Diperpanjang Hingga 13 Februari
Kebijakan tersebut disampaikan Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan, saat memantau para pengungsi di Kelurahan Pasir Kraton Kramat dan gedung eks Kelurahan Kraton, Jumat (30/1/2026).
Tagar Pekalongan atau #Pekalongan trending. Wilayah Pekalongan terdampak banjir sejak Jumat (16/1/2026).
Genangan air terjadi di sejumlah titik, baik di kawasan permukiman maupun ruas jalan yang dilalui warga dan pengendara.
Status siaga/tanggap darurat banjir di Kota Pekalongan diperpanjang hingga 13 Februari 2026.
Dengan perpanjangan itu, upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir dapat dimaksimalkan, termasuk membuka peluang bantuan dari berbagai pihak.
Kebijakan tersebut disampaikan Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan, saat memantau para pengungsi di Kelurahan Pasir Kraton Kramat dan gedung eks Kelurahan Kraton, Jumat (30/1/2026).
Melalui perpanjangan status tersebut, ungkapnya, koordinasi lintas sektor pun semakin diperkuat.
“Perpanjangan status tanggap darurat ini membuka peluang bantuan tambahan dari Bulog, seperti beras dan minyak goreng, untuk mendukung kebutuhan logistik dapur umum,” jelasnya seperti dilansir jatengprov.go.id.
Wali Kota Aaf, sapaan akrabnya, menambahkan, dapur umum tidak hanya disiapkan oleh pemerintah, tetapi juga banyak dibangun secara swadaya oleh warga di lingkungan terdampak. Dapur tersebut menyediakan makanan bagi warga terdampak banjir, yang tetap bertahan di rumah mereka masing-masing.
Sementara itu, dapur umum yang dikelola Dinas Sosial dan P2KB Kota Pekalongan, secara bertahap telah menyelesaikan operasionalnya. Namun demikian, pemkot memastikan kebutuhan pengungsi tetap terpenuhi.
Kepala Dinsos-P2KB Kota Pekalongan, melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Wildan Zuhad, menjelaskan, sejak 29 Januari 2026, pola penyediaan konsumsi bagi pengungsi mengalami perubahan. Setelah operasional Dapur Umum (DU) di Dinsos-P2KB Kota Pekalongan resmi ditutup pada 28 Januari, pihak dinas kini beralih dengan membeli paket nasi bungkus dari warung-warung sekitar.
“Untuk meng-cover makan pengungsi saat ini, kami membelinya di warung-warung lokal sebanyak tiga kali sehari,” ujar Wildan, ditemui di Kantor Dinsos-P2KB, Senin (2/2/2026).
Sementara itu Pemkot Pekalongan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) melakukan langkah cepat penanganan banjir dengan memperkuat tanggul darurat di sejumlah titik rawan limpasan sungai.
Upaya tersebut dilakukan seiring dengan perpanjangan status darurat bencana banjir oleh Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid hingga 13 Februari 2026 akibat tingginya intensitas hujan yang disertai kenaikan rob.
Kepala DPUPR Kota Pekalongan, Khaerudin, S.T., menyampaikan bahwa, penanganan darurat yang dilakukan DPUPR difokuskan pada perbaikan dan penguatan tanggul sementara menggunakan sandbag, khususnya di wilayah sungai yang mengalami limpasan ke permukiman warga.