Business is booming.

Prestasinya Trending, Netizen Pilih Capres 2024 Berprestasi?

nama-nama Capres 2024 mulai bermunculan tapi dengan prestasi yang berbeda-beda.

Tagar Prestasinya trending di media sosial Twitter pada Minggu (23/10/2022), menyusul saat ini nama-nama Capres 2024 mulai bermunculan lewat berbagai survei tapi dengan prestasi yang berbeda-beda.

Netizen pun gaduh menanggapi tagar Prestasinya yang trending hingga tercatat 2.125 ciutan (Tweets) yang mereka sampaikan. Berikut beragam ciutan mereka.

Seperti pemilik akun Twitter @ReadOne30777215 menulis, “Memilih Capres Harus tau Siapa dia dan apa Prestasinya …?!πŸ˜πŸ€”πŸ‘‡”

 

Lalu akun Twitter @RidNgemil menulis, “Jam terbang tinggi kalo hasil polesan dan jadinya karbitan buat apa? Kita butuh pemimpin yang prestasinya organik, teruji dengan baik, nyata bukan hasil rekayasa. 2024 kita punya bnyk calon bagus. Silahkan tempur adu intelegensia. Bukan adu pencitraan.”

 

@NAurumn menulis, “Memilih pemimpin itu..
memang harus jelas garis keturunan (nasab) nya, harus jelas agamanya, jelas ilmunya, jelas adabnya, jelas prestasinya, jelas pendidikannya, dan jelas pula ijazahnya.Β Jangan yang serba ‘subhat (samar-samar)’. 😏”

 

@Ameeranti menulis, “Bong @Miduk17 gimana mau percaya, wong Elite partainya aja tidak mengakui Ganjar ada Prestasinya. KERJANYA HANYA MEDSOS, lho katanya. 😬😬
U jangan Ngada2 deh. πŸ€£πŸ€£πŸ˜‚”

 

Baca Juga:  Bima Arya Lelang Sepeda Lipat dan Jaket
@faisal_alafasy menulis, “kami rakyat Aceh mendukung Pak Anies jadi RI 1”

 

@anakserapung menulis, “Nggak ngaruh, dari dulu kalian nggak juga pilih Jokowi, suara kami yg dulu pilih jokowi, lebih baik pilih pot taman dari pilih Anis, jika lawanya pot taman ingat itu😜😜”

 

@William17752160 menulis, “Rakyat aceh pendukung keras pak anis.”

 

@ox_done menulis, “Bodo amat emang dr 2004 jg bukan pendukung Jokowi kan jd ga ngaruh jg buat suara”

 

@jeparaleather menulis, “1 prop Aceh imbang suaranya dng 1 kab. di Jawa.”

 

@bamblend menulis, “Kami Rakyat Jawa mendukung Pak Ganjar jadi RI 1. Banyakan juga Rakyat Jawa…. πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€”

 

@Abang09882137 menulis, “Mau dukung siapapun,pke syariah,pke hukum cambuk,pke wajib jilbab,Aceh slalu gagal sejahterakan umat Krn agama hanya utk topeng korupsi..paham..gubernur mu jg ditangkap kpk”

 

@DaudEkoyuliant1 menulis, “Kalau Tsunami akan ada bantuan dari negara YamanπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚”

 

@syahirulalim menulis, “Semangat, Bung.”

 

@dsimbol1 menulis, “suara dari aceh tidak pengaruh. πŸ˜€”

 

@nimidnec menulis, “Rakyat aceh cuma 11?”

 

@ntar_yaa menulis, “Yee mahluk goblok lg ngedabrus…
Lu tuh spesies sampah gurun yg udh ketakutan kalo rakyat Aceh makin Cerdas, udh gak gampang dikadalin lg oleh mahluk2 kek lu yg bisanya cm ngasong neraka surga doang ..
qiqiqi πŸ˜›… Cuiih lu…πŸ˜‚πŸ€£πŸ˜‚”

 

@bentargantinama menulis, “Rakyat Aceh yg mana? πŸ˜­πŸ€£πŸ˜‚ Emang lu raja Aceh πŸ˜­πŸ€£πŸ˜‚”

 

@gpermana86 menulis, “Owh aceh pantes sih, ngaku si paling taat tapi ganja paling banyak”

 

@AsatArifin5 menulis, “Gak Ada Sejarahnya Imigran Yaman jadi PRESIDEN Indonesia.”

 

@Edohans2 menulis, “Biasa ajalahhh..dari dulu kan emang yg disana anti Jokowi,trZ mau bilang juga se-Aceh gak ngaruh cuk. 😁”

 

Baca Juga:  Jenderal Dudung Pimpin Sertijab 7 Pati, Dua Kolonel Promosi Bintang Satu
@Beleguk_69 menulis, “Bani cebong junjungannya gk ada yg bisa dibanggain makanya gk ada yg bisa di omongin dri junjungannya”

 

@EnemyofBuzzer menulis, “Kalau Anies gak terpilih jadi Presiden itu artinya demokrasi kita memang tidak cocok bagi kaum intlektual, dan itulah cermin masyarakat kita yg memang mudah terpengaruh poltik ketakutan radikal radikul”

 

@Dekki08828848 menulis, “Jadi yg dimaksud kaum intelektual itu yg berpolitik dengan ayat dan mayat ,dengan politisasi agama, gitu maksudnya”

 

@EnemyofBuzzer menulis, “Memang pernah Anies jualan ayat dan mayat ? Buktikan dong ? Coba lihat web resmi nya. Kalau pendukung di luar tim kampanye ya jangan salahkan Anies dong”

 

@HermanWSutisna1 menulis, “Demokrasi berbasis suara terbanyak bukan sistem yg ideal untuk memilih pemimpin krn ada kelemahan mendasar dimana suara orang2 bodoh disamakan nilanya dgn suara kaum intelektual. Itu sebab para pendiri bangsa merumuskan sila ke 4 Pancasila.”

 

Elektabilitas Ganjar Pranowo Unggul di Sumut dan Kaltim

 

Hasil survei dari Lembaga Charta Politika Indonesia terkait dengan tingkat keterpilihan (elektabilitas) calon presiden pada Pemilu 2024 menunjukkan bahwa Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo unggul di Sumatera Utara dan Kalimantan Timur.

 

Menurut Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya dikutip Antaranews.com, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (22/10/2022), elektabilitas Ganjar unggul di Sumatera Utara dengan perolehan dukungan sebesar 26,8 dari responden.

 

“Pada simulasi 10 nama, Ganjar Pranowo mendapatkan elektabilitas tertinggi, unggul tipis di atas Anies Baswedan (24,3 persen) dan Prabowo Subianto (22,9 persen). Nama-nama lainnya berada di bawah 6 persen dan responden yang tidak menjawab atau tidak tahu sebesar 8,6 persen,” jelas dia.

 

Baca Juga:  Hamdan Tegaskan Putusan MK soal TWK Sudah Final
Sementara itu, di Kalimantan Timur, pada simulasi 10 nama, elektabilitas Ganjar juga unggul dengan perolehan dukungan responden sebesar 26,6 persen. Berikutnya di posisi kedua mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan elektabilitas sebesar 25,3 persen.

 

Di posisi ketiga Menteri Pertahanan RI sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan elektabilitas sebesar 23,8 persen. Tujuh nama-nama lainnya hanya memperoleh elektabilitas di bawah 4 persen.

 

“Hasil survei di Kalimantan Timur, Ganjar kembali mendapatkan elektabilitas tertinggi. Unggul tipis di atas Anies Baswedan dan Prabowo Subianto,” ucap Yunarto.

 

Adapun survei di Sumatera Utara dilakukan pada tanggal 20 sampai dengan 27 September 2022 menerapkan metode penarikan acak bertingkat (multistage random sampling) dengan jumlah sampel sebanyak 800 responden dan memiliki toleransi atau batas kesalahan (margin of error) sebesar 3,46 persen.

 

Di Kalimantan Timur, survei dengan metode yang sama dilakukan pada tanggal 28 September s.d. 4 Oktober 2022 dengan jumlah sampel 800 responden dan batas kesalahan sebesar 3,46 persen.

 

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...