Ibunda Alm Brigjen TNI Iman Budiman dan Kolonel Inf Andi Gunawan Adalah Seorang Pilot Pertama TNI AU
Sebelumnya Lulu Lugiyati adalah mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Bandung.
Brigjen TNI Iman Budiman baru saja berpulang karena serangan jantung.
Ia meninggal dunia dalam usia 50 tahun dan menjabat posisi Komandan Korem (Danrem) 161/Wirasakti Kupang.
Dirangkum dari Wikipedia dan sumber lainnya Brigjen TNI Iman Budiman adalah putra dari pasangan nama terkenal Indonesia yakni Jenderal (purn) Edi Sudradjat dan Kapten Pnb (Purn) Lulu Lugiyati
Jenderal TNI (purn) Edi Sudradjat dikenal luas sebagai mantan KSAD, Panglima ABRI dan Menteri Pertahanan dan Keamanan RI.
Lulu Lugiyati, sang ibu adalah penerbang wanita pertama Indonesia di TNI AU.
Brigjen Iman Budiman adalah anak ketiga dari empat bersaudara.
Kakak pertama bernama Iwan Darmawan, kakak berikutnya Ita Setia Wati. Keduanya bergelar insinyur (Ir).
Ada pun satu-satunya adik, atau si bungsu dari empat bersaudara juga seorang perwira TNI AD.
Yakni Kolonel Inf Andi Gunawan yang kini menjabat Pamen Sahli Bidang Jemen Sishanneg Pangdam Jaya.
Jika Iman alumni Akmil 1993, Andi Gunawan Alumni Akmil 1995.
Profil Sang Ibu
Jenderal TNI Edi Sudradjat lahi 22 April 1938 Â dan meninggal dunia 1 Desember 2006.
Kapten Pnb (Purn) Lulu Lugiyati lahir 25 November 1941 (80 tahun).
Ia adalah seorang Penerbang perempuan Wanita Angkatan Udara pertama di TNI Angkatan Udara.
Kisah Lulu Lugiyati dan Herdini, Dua Wanita Tangguh Perintis Pilot Militer TNI AU https://t.co/8P31EPowDL pic.twitter.com/Nr168zSy13
— Aku Ora Urusan (@AkuOraUrusan) April 20, 2018
Karier militer sebagai penerbang Bermula pada 1963.
Sebelumnya ia adalah mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Bandung.
Saat melihat potongan iklan surat kabar tentang penerimaan Wara angkatan pertama TNI AU yang ditempel di dinding kampus di Jalan Braga, Bandung.
Ia pun masuk 30 anggota Wara mengikuti pendidikan di Kaliurang, Yogyakarta, April-Agustus 1963.
Selama lima bulan pendidikan dasar, lalu dilantik sebagai Letnan Dua atau Letnan Satu tergantung tingkat sarjana muda atau sarjana penuh saat mereka mendaftar.
Tahun 1963, mereka digembleng sebagai Wara angkatan pertama dan tahun 1964 lulus dan mendapatkan wing penerbang.
Saat itu, pesawat yang digunakan adalah pesawat ringan Piper Cub.
Dari 30 anggota Wara, ada tiga orang yang mengikuti pendidikan pilot dengan dua di antaranya berhasil lulus, yakni Lulu dan Herdini.
Lulu kemudian mundur dari dinas militer tahun 1968 karena konsentrasi mengurus anak yang kini terbukti berhasil.