Business is booming.

Gempa Cianjur Mendunia, Beredar Video Shalat Jamaah Tetap Berjalan Meski Digoyang Gempa

Ia (Imam) tetap berdiri memimpin shalat berjamaah meski tangan kirinya harus berpegangan pada tembok saking kencangnya gempa.

Gempa Cianjur mendunia. Trending pagi ini bukan hanya dalam bahasa Indonesia dengan frasa Pray For Cianjur atau #PrayForCianjur tapi juga #Earthquake

Hastag tentang gempa bumi itu berisi tentang kondisi Cianjur dan para korbannya karena data terakhir dari BNPB sebanyak 62 orang meninggal dunia.

Nah yang menonjol adalah sebuah video tentang shalat berjamaah saat gempa terjadi.

Tampak gempa tersebut sangat kencang namun tak membuat imam shalat menghentikan aktivitasnya.

Ia tetap berdiri memimpin shalat berjamaah meski tangan kirinya harus berpegangan pada tembok saking kencangnya gempa.

Sementara beberapa makmum atau anggota shalat berjamaah sempat berlari meski ada yang kembali.

Tak disebutkan lokasi shalat berjamaah namun dipastikan saat shalat dzuhur karena gempa terjadi siang hari.

Gempa dengan kekuatan M 5,6 yang berpusat di Kabupaten Cianjur itu memang terlihat sangat kencang.

“During the #Earthquake in Indonesia, worshipers continued to pray Subhan Allah in the mosque,” tulis @rizvi295_c

“#Earthquake of 5.6 magnitude hits Indonesia, 56 died and 700 injured so far.  worshipers continued to pray Salah. SubhanAllah. May Allah bless them and have mercy on them,”sebut @QuranAndHadithh

Gempa dengan kekuatan M5,6 yang berpusat di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat menimbulkan korban jiwa. Data terakhir Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB pada Senin (21/11) pukul 19.34 WIB mencatat 62 orang meninggal dunia.

Baca Juga:  Video Geng Motor Rampok Tempat Cuci Motor di Jatipadang Viral, Netizen: Tolong Dorrrr Aje

Warga meninggal tersebar di Desa Rancagoong di Kecamatan Cilau, Desa Limbagansari di Kecamatan Cianjur, dan Kecamatan Cugenang.

Selain itu, 25 orang tercatat masih tertimbun runtuhan bangunan di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang. 79 orang lainnya luka-luka. Warga mengungsi dilaporkan sebanyak 5.389 orang yang tersebar di beberapa titik.

Sementara untuk kerusakan infrastruktur, di Kabupaten Cianjur sendiri tercatat sebanyak 2.272 rumah rusak, 1 unit pondok pesantren rusak berat, 1 RSUD Cianjur rusak ringan, 4 unit gedung pemerintah rusak, 3 unit sarana pendidikan rusak, 1 unit sarana ibadah rusak.

Gempa juga menyebabkan longsor yang menutup jalan lintas provinsi di Kabupaten Cianjur.

Selain di Kabupaten Cianjur, kerusakan infrastruktur juga tercatat di Kabupaten Bogor sebanyak 46 rumah rusak, Kabupaten Sukabumi 443 rumah rusak, dan di Kota Sukabumi sebanyak 14 unit rumah rusak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih terus melakukan pendataan terkait jumlah korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.

Sementara untuk kebutuhan mendesak di lapangan yaitu 20 unit tenda, alat berat untuk evakuasi, 10 unit penerangan, 100 unit velbed, dan bahan bakar minyak.

Gempa susulan masih dirasakan di lapangan meski dengan kekuatan lebih kecil dari gempa sebelumnya.

BNPB juga mengimbau kepada warga di Kabupaten Cianjur dan sekitarnya untuk mengungsi apabila dirasa rumahnya masih belum aman dari bahaya gempabumi. Warga diimbau untuk tetap waspada akan adanya potensi gempa susulan.

Warga juga diminta untuk mengikuti dan mendapatka informasi dari kanal resmi BNPB, BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah setempat.

Selasa (22/11) Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Kepala BNPB, Kepala BMKG, beserta jajaran akan melangsungkan tinjauan langsung ke Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga:  Sebut Luhut Pandjaitan dengan Penjahit, Bupati Banjarnegara Dikecam

BNPB malam ini mendorong tenda pengungsi sebanyak 47 tenda untuk mendukung kebutuhan darurat warga terdampak.

Selain itu sudah disiapkan bantuan logsitik berupa sembako dan barang pemenuh kebutuhan utama senilai 500jt rupiah.

Pantauan di lapangan, saat ini sebagian masyarakat mendirikan tenda di halaman rumah masing-masing. BNPB mengimbau kepada masyarakat jika kondisi rumahnya terdampak gempa, dapat mengungsi di tempat pengungsian yang telah disediakan.

Sementara itu Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan, rumah warga yang alami kerusakan berat, sedang maupun ringan akan diberikan bantuan dari pemerintah.

“Rumah yang alami kerusakan akan dibangun kembali oleh pemerintah,” ungkap Suharyanto saat memberikan keterangan persi di Jakarta pukul 16.30 WIB.

Suharyanto berharap, upaya yang dilakukan dalam penanganan bencana perlu adanya keterlibatan seluruh pemangku kebijakan, sehingga penanganan bencana berjalan baik.

“Gempa sudah terjadi, tidak ada satu kekuatan yang bisa menghindari kapan terajdinya bencana, yang pasti setelah terjadi bencana bagaimana upaya-upaya kita secara sinergi, soliditas dan sungguh-sungguh agar penanganan bencana dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” pungkas Suharyanto.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...