Lato-Lato Viral di Indonesia Dilarang di Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris
Walaupun banyak yang suka dengan mainan yang lagi viral ini, banyak juga yang tidak suka karena suaranya yang sangat bising.
Lato-lato atau yang dikenal juga sebagai “Clackers” yang memiliki suara khas “cetak-cetak” nya sedang viral di Indonesia.
Bahkan ada di beberapa tempat yang mengadakan lomba lato-lato yang berhadiahkan berbagai macam barang, hingga motor.
Walaupun banyak yang suka dengan mainan yang lagi viral ini, banyak juga yang tidak suka karena suaranya yang sangat bising.
Apa lagi kalau yang memainkan adalah segerombolan anak-anak.
Di Indonesia, penjual lato-lato sedang menjamur. Harganya rata-rata Rp 10.000.
Lato-lato memang mempunyai dampak positif dan negatif, positifnya mainan ini bisa membuat anak-anak berhenti dari adiksi mereka terhadap handphone.
Mereka bisa kembali bergerombol bersama teman-teman mereka dan bermain lato-lato bersama, negatifnya kegiatan mereka bisa membuat lingkungan berisik.
Tapi tahukah kalau lato-lato ini di banned di beberapa negara di dunia?
Lato-lato dicap sebagai mainan yang berbahaya di Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris.
Di Amerika Serikat, mainan ini sudah dibanned sejak dulu sekali yaitu di tahun 1985.
Jadi, lato-lato ini bukanlah mainan yang baru, namun sudah ada sejak akhir tahun 1960-an dan populer hingga awal tahun 1970-an.
Walaupun populer, tidak sedikit juga kasus dimana anak-anak cedera karena mainan ini dimana bola Lato-latonya pecah dan melukai pemainnya.
Karena itu, Lato-lato dicap sebagai mainan yang berbahaya untuk anak-anak.
Dilansir dari website Komisi Keamanan Produk Konsumen Amerika Serikat (CPSC), pada tanggal 6 Desember 1985 U.S. Marshall menyita sebanyak 4.600 produk Lato-lato di Phoenix, Arizona.
Mereka mengklaim mainan tersebut berbahaya karena gampang pecah dan melukai anak-anak.
Selain itu mereka juga menghimbau siapa yang memiliki Lato-lato diharapkan dibuang saja. Semenjak itu, Lato-lato dilarang untuk dijual di Amerika Serikat.
Akhir-akhir ini di Indonesia mulai bermunculan kasus dimana anak-anak cedera karena main Lato-lato.
Seperti seorang anak di kalbar yang matanya harus dioperasi karena terkena pecahan Lato-lato pada 27 Desember lalu.
Oleh karena itu, walaupun Lato-lato terlihat seperti mainan yang asik dan memiliki dampak positif untuk anak-anak, sebaliknya Lato-lato juga bisa menjadi mainan yang malah berbahaya.
Maka dari itu, mungkin penting bagi orang tua untuk mengawasi anak-anaknya dengan mainan yang lagi viral ini.