Citranya Jadi Buruk, Mengapa Pengemudi Fortuner Cenderung Arogan, Simak Penjelasan di Kalangan Netizen
kalau boleh usul, dealer toyota dan mitsubishi sebaiknya kerjasama dengan sekolah John Robert Powers. Khusus pembelian pajero dan fortuner ...
Mobil Fortuner main populer menyusul kasus pengemudi mobil produk Toyota melakukan aksi brutal.
Aksi brutal yang dimaksud dengan menghentikan mobil Honda Brio Warna Kuning di Jalan Senopati, Jaksel.
Honda Brio milik dikemudikan Ari Widianto itu bukan hanya dipukuli, tapi juga ditabrak setelah puas memukulinya.
Melalui akun @ari295, Ari membagikan betapa brutalnya pengemudi Fortuner yang memukuli mobilnya.
Apalagi sang pengemudi fortuner menenteng Air Soft Gun dan Samurai, sehingga makin lengkap arogansinya.
Di media sosial belakangan ini memang kerap dibagikan aksi mobil Fortuner dan Pajero produk Mitsubishi yang kerap bertingkah seenaknya.
Demikian halnya dengan kasus Ari Widianto, sejumlah netizen pun kembali mempertanyakan citra mobil Fortuner dan Pajero.
Berikut beberapa cuitan netizen baik serius maupun canda tentang Fortuner dan Pajero.
@DesignRant2: kalau boleh usul, dealer toyota dan mitsubishi sebaiknya kerjasama dengan sekolah John Robert Powers. Khusus pembelian pajero dan fortuner ada kelas tata krama dan personality development
@apdinata1: Ga ada niatan stop produksi Fortuner dan Outlander ya? Â image nya sudah terlalu bobrok
@idextratime: Kenapa ya yg begitu mesti Pajero/Fortuner
@ardibhironx: Bilangin sama orang-orang yang pake Fortuner, klo mau Arogan itu jangan di jalan tol atau jalan raya dalam kota tapi di jalan ini!
Dan ternyata memang tergantung sopirya. Buktinya ada Fortuner yang sabar di jalanan seperti dibagikan akun @MafiaWasit.
Gua lebih demen ama oknum Fortuner yang kayak gini.. pic.twitter.com/AVWtMCViML
— Komisi Wasit (@MafiaWasit) February 12, 2023
Perilaku Pengemudi Mobil SUV
Yang menarik adalah cuitan akun @insanridho yang membahas mengapa perilaku mobil Fortuner dan Pajero cenderung arogan.
Meski thread dibuat 28 Desember 2022 tetap menjadi relevan terkait kasus pengemudi Fortuner yang arogan.
Keduanya disebut mobil kategori sport utility vehicle (SUV).
Dan ternyata pengemudi mobil SUV ada kecenderungan untuk tampil beda dibanding mobil jenis lainnya.
Yakni seperti kerap melanggar aturan lalu lintas, ugal-ugalan, dan terkesan seperti yang punya jalan.
Melalui artikel pilihan, juga dijelaskan bahwa pengemudi yang agresif cenderung memilih mobil SUV.
Imej tentang mobil itu kian menambah pembenaran akan arogannya orang dibalik mobil SUV, meski bukan kesimpulan umum.
Berikut Thread dari @insanridho
Beragam perangai dari sejumlah pengemudi sport utility vehicle (SUV) memang mengherankan. Nyatanya, ini bukan sekadar observasi anekdotal saja. Beberapa riset ilmiah telah menelaah perilaku berkendara dari pengemudi SUV dan sejenis. Singkatnya, SUV tak jauh dari kata risiko.
Wallner dkk. (2017) mengobservasi pelanggaran lalu lintas dan jenis mobil di Austria. Hasilnya: 16,2% pengemudi SUV cenderung tidak mengenakan sabuk pengaman (13,5% non-SUV). Lebih banyak pengemudi SUV pun memakai ponsel & menerobos lampu merah. Tautan:
Di London, Walker dkk. (2006) juga mengobservasi perilaku berkendara dan penggerak empat roda (4WD) yang diasosiasikan dengan SUV. 8,2% pengemudi 4WD memakai ponsel (2% mobil biasa) dan 19,5% tidak memakai sabuk pengaman (15,0% mobil biasa). Tautan: https://bmj.com/content/333/7558/71
Yang menarik adalah sejumlah pengemudi yang lebih agresif cenderung memilih SUV sebagai kendaraan mereka. Observasi itu diambil dari studi Choo dkk. (2004) untuk meninjau pilihan tipe mobil dan perilaku individu di San Francisco Bay Area, AS. Tautan: https://sciencedirect.com/science/artic
Lantas, apa penyebab agresivitas dari sejumlah pengemudi SUV? Posisi pandangan yang tinggi pada SUV ternyata dapat membuat pengemudi berkendara secara lebih cepat. Hasil ini disimpulkan dari riset Rudin-Brown (2006) melalui simulator berkendara. Tautan: https://tandfonline.com/doi/full/10.1080/15389580600851927?scroll=top&needAccess=true&role=tab
Beragam perangai dari sejumlah pengemudi sport utility vehicle (SUV) memang mengherankan. Nyatanya, ini bukan sekadar observasi anekdotal saja. Beberapa riset ilmiah telah menelaah perilaku berkendara dari pengemudi SUV dan sejenis. Singkatnya, SUV tak jauh dari kata risiko. pic.twitter.com/REPRSQbTDg
— Insan Ridho (@insanridho) December 28, 2022