Sebanyak 949 Personel Tim Gabungan Berhasil Evakuasi Kapolda Jambi dan Rombongan
Kapolda Jambi minta Anak Buahnya Dulu yang diselamatkan karena mereka tanggung jawabnya
Sebanyak 949 personel gabungan terlibat dalam proses evakuasi rombongan Kapolda Jambi setelah heli yang ditumpanginya mendarat darurat.
Mereka terdiri dari personel TNI, Polri, Basarnas, BPBD, BMKG, PMI, Petugas Taman Nasional Kerinci Seblat, tim paramedis, dan masyarakat adat Tamiai.
Hal itu disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras dan berhasil melakukan evakuasi terhadap 8 korban kecelakaan helikopter milik Polairud Polda Jambi.
“Tentunya saya selaku Kapolri mengucapkan terima kasih atas kerja sama seluruh tim yang telah berhasil melaksanakan kegiatan evakuasi penyelamatan,” kata Sigit dalam jumpa pers di Posko Merangin, Jambi, Selasa, 21 Februari 2023.
“Selama kurang lebih tiga hari baik tim yang tergabung dalam tim SAR darat maupun tim SAR udara yang telah bekerja keras,” kata Sigit dalam jumpa pers di Posko Merangin, Jambi, Selasa, 21 Februari 2023.
Sigit menyadari bahwa proses evakuasi itu tidaklah mudah. Mengingat, tim gabungan harus berjibaku dengan cuaca ekstrem berkabut dan lokasi evakuasi yang terjal.
Tetapi, kata Sigit, berkat kerja sama dan ketangguhan para tim gabungan itu, di hari kedua penyelamatan, kelompok darat maupun udara, telah berhasil mencapai lokasi dari para korban.
Mereka langsung memberikan bantuan pertama yang dibutuhkan.
Kapolda Jambi Dahulukan Anak Buah
Sementara itu Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, Kapolda Jambi meminta agar empat anggotanya dievakuasi lebih dahulu.
“Saya sampaikan bahwa Kapolda Jambi mengutamakan anak buahnya dulu atau anggota yang dievakuasi. Jadi beliau lebih mendahulukan anggotanya dulu, baru nanti beliau dan sisanya,” ucap Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta.
Adapun ada delapan orang yang terdiri dari tiga awak dan lima penumpang helikopter yang mendarat darurat di tengah hutan.
Ramadhan menjelaskan, evakuasi terhadap empat korban dilakukan dengan metode hoist, yaitu metode evakuasi dengan cara menaikkan korban menggunakan peralatan tali ke helikopter, jika lokasinya tidak memungkinkan bagi pesawat untuk mendarat.
Maka dari itu, anggota yang lebih memungkinkan dievakuasi melalui metode hoist akan diutamakan. Diketahui, akibat pendaratan darurat itu, Kapolda mengalami patah tangan sebelah kanan.
“Sedangkan kondisi prioritas terhadap beliau dan yang lainnya juga tentu harus dengan penanganan khusus ya karena ini menggunakan metode hoist tadi. Jadi jangan sampai menghambat, jadi beliau mengutamakan anak buahnya dulu,” tutup Karo Penmas Brigjen Ahmad Ramadhan.
Dalam Video Evakuas, TNI Angkatan Udara membantu evakuasi Kapolda Jambi, Irjen Rusdi Hartono dan rombongannya dengan mengerahkan satu heli Super Puma yang diberangkatkan dari Lanud Rusmin Nuryadin, Pekanbaru, Riau.
Heli Super Puma TNI AU telah beroperasi sejak Senin (20/2) kemarin, bersama tiga heli dari instansi lain.
Heli inilah yang hari Selasa (21/2) ini berhasil mengevakuasi tubuh Kapolda Jambi dari lokasi kecelakaan.
Kapolda Jambi Irjen Rusdi Hartono baru dievakuasi setelah anggotanya dievakuasi.
Tampak dalam video, seorang anggota TNI AU dengam gagah berani mengamankan pengangkatan Irjen Rusdi Hartono.
Ia ikut memegang tenda kapolda yang ditarik ke atas heli meski dalam kondisi berputar-putar.
Usai berhasil dievakuasi dari Kerinci, selanjutnya para korban helikopter yang mendarat darurat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan selanjutnya.