Business is booming.

Profil Tenzin Gyatso, Dalai Lama ke-14 yang Meminta Maaf karena Minta Bocah Hisap Lidahnya

Video itu memancing kemarahan publik, meski bercanda, ia dianggap melakukan pelecahan terhadap seorang bocah.

Ini adalah profil Dalai Lama, Tenzin Gyatso. Ia merupakan Dalai Lama ke-14 sejak Dalam Lama pertama,  Gedun Drub tahun 1391-1474

Tenzin Gyatso baru saja menghebohkan dunia karena permintaan maafnya kepada seorang bocah anak lelaki.

Dalam video yang beredar, Dalai Lama tengah bertemu dengan bocah itu.

Ia bercanda dengan sang bocah, namun yang mengejutkan, Tenzin Gyatso meminta sang bocah untuk menjilat lidahnya.

Video itu memancing kemarahan publik, meski bercanda, ia dianggap melakukan pelecahan terhadap seorang bocah.

Video tersebut, yang telah ditonton 1 juta kali di Twitter, juga menunjukkan peraih Nobel perdamaian itu tampaknya memberikan kecupan pada anak laki-laki tersebut di hadapan penonton yang terdengar bertepuk tangan dan tertawa.

Sementara seorang pria mengabadikan momen tersebut melalui telepon.

Dalai Lama telah meminta maaf setelah video viralnya mencium seorang anak laki-laki memicu kemarahan online.

Pemimpin spiritual Tibet mengeluarkan pernyataan setelah videonya menjadi viral dan memicu kemarahan, mengatakan dia menyesali insiden itu.

Dia menyampaikan permintaan maaf kepada bocah itu, keluarga dan teman-temannya di seluruh dunia.

Profil Dalai Lama

Dalam Buddhisme Tibet, para Dalai Lama adalah garis tulku dari pemimpin Gelugpa yang dapat dilacak kembali sampai 1391.

Pemeluk Buddha Tibet percaya bahwa Dalai Lama adalah perwujudan insani dari Avalokitesvara, bodhisattva of compassion.

Antara abad XVII dan 1959, Dalai Lama adalah kepala pemerintahan Tibet, mengendalikan sebagian besar negara dari ibu kota Lhasa.

Dalai Lama adalah kepala Tibetan Buddhism, dan para pemimpin dari keempat aliran percaya bahwa Dalai Lama adalah lama tertinggi dalam tradisi Tibet.

Baca Juga:  Brigjen Pol Tubagus Ami Prindani, Akpol 1997, Dirintel Densus 88 AT Polri

Ia sering dipanggil “His Holiness” (atau HH) sebelum gelarnya.

Dalai Lama ke-5, dengan dukungan Gushri Khan, seorang penguasa Mongol dari Khökh Nuur, mempersatukan Tibet. Para Dalai Lama memerintah di Tibet sampai Republik Rakyat Tiongkok menginvasi daerah ini pada 1949 dan kemudian mengambil alih kendali pada 1959.

Dalai Lama ke-14 kemudian melarikan diri ke India dan telah renounced temporal power.

Dalai Lama ke-14 menginginkan otonomi bagi Tibet, bukan kemerdekaan.

“Dalai” artinya “lautan” dalam bahasa Mongol, dan “Lama” (bla ma) adalah bahasa Tibet untuk “guru”, dan dapat juga berarti “rahib”.

Gelar ini pertama dianugerahkan oleh penguasa Mongol Altan Khan kepada Sonam Gyatso, seorang abbot di biara Drepung yang dianggap sebagai lama paling terkemuka di masanya.

Walaupun Sonam Gyatso menjadi lama pertama yang memegang gelar “Dalai Lama”, karena ia adalah anggota ketiga dalam garisnya, ia menjadi “Dalai Lama ke-3”.

Kedua gelar sebelumnya diberikan kepada dua inkarnasi sebelumnya.

Gelar “Dalai Lama” sekarang diberikan kepada setiap inkarnasi pemimpin agama tersebut.

Orang Tibet memanggil Dalai Lama Gyawa Rinpoche berarti “Precious Victor,” atau Yeshe Norbu (ye shes nor bu) berarti “Wisdom Jewel”.

Dalai Lama ke-14, dan para pendahulunya, dianggap sebagai inkarnasi Buddha of Compassion.

Gelar “Dalai Lama” dianugerahkan dengan anumerta kepada Dalai Lama yang pertama dan kedua.

Dalai Lama kesembilan ditahtakan secara resmi, tetapi tak pernah memerintah.

Dalai Lama ke 14 adalah Dalai Lama terakhir yang saat ini masih hidup.

Namanya adalah Tenzin Gyatso, dilahirkan 6 Juli 1935 di Taktseer, Amdo, Tibet.

Dia memiliki dua saudara perempuan dan empat saudara laki-laki.

Selama meletusnya pemberontakan Tibet pada 1959, Dalai Lama mengungsi ke India, pada saat di India dia hidup sebagai seorang pembuangan karena ia dituduh memimpin pemberontakan di Tibet.

Baca Juga:  Profil Brigjen Pol Eddy Djunaedi, Akpol 1993, Widyaiswara Kepolisian Utama TK II Sespim Lemdiklat Polri.

Pada 1989, Dalai Lama 14 menerima hadiah Nobel Perdamaian atas usahanya untuk mengkampanyekan anti-kekerasan.

Dia melakukan kunjungan ke berbagai dunia untuk berbicara tentang banyak hal menyangkut masalah orang-orang Tibet dan ajaran ajaran Buddha baik Mahayana maupun Vajrayana.

Tenzin Gyatso sendiri lahir 6 Juli 1935, ia anak kelima dari sembilan bersaudara keluarga petani ini dinyatakan sebagai tulku (reinkarnasi) Dalai Lama ke-13 pada usia tiga tahun.

Pada tanggal 17 November 1950, ia naik takhta sebagai kepala negara Tibet di saat pendudukan daerah itu oleh pasukan Republik Rakyat Tiongkok.

Setelah kekalahan gerakan perlawanan Tibet pada 1959, Tenzin Gyatso mengungsi ke India dan mendirikan pemerintah Tibet di pengasingan.

Ia juga pernah bertemu dengan Paus Yohanes Paulus II sebanyak 9 kali di Vatikan. ia juga pernah bertemu Bunda Teresa di India.

Tenzin Gyatso merupakan Dalai Lama pertama yang mengunjungi dunia Barat.

Pada 1989, ia menerima Penghargaan Perdamaian Nobel.

Pada sebuah ceramah yang disampaikan pada tanggal 10 Maret 2011, Dalai Lama ke-14 menyatakan bahwa menyampaikan pendapat atas perubahan kepada konstitusi dari Pemerintahan Tibet dalam pengasingan.

Ia  akan menghapus peran Dalai Lama sebagai pemimpin negara, menggantikannya dengan seorang pemimpin terpilih.

Jika hal ini diterima oleh Parlemen pemerintah Tibet dalam pengasingan, keputusan ini akan menyatakan pengunduran diri Dalai Lama dari peran politik resminya, walaupun ia akan tetap mengemban posisinya sebagai pemimpin agama.

Ia menyampaikan pengunduran dirinya secara resmi sebagai pemimpin politik kepada Parlemen Tibet dalam pengasingan di Dharamsala, India, pada tanggal 14 Maret 2011.

Komentar
Loading...