Business is booming.

Mahfud MD Minta Kepolisian dan Mahkamah Konstitusi Usut Pernyatan Denny Indrayana yang Menyatakan MK Bakal Putuskan Pemilu 2024 Coblos Gambar Parpol bukan Wajah Caleg

Ia membuat narasi Kepala KSP Moeldoko Tukar Guling terkait gugatan Partai Demokrat dan Anies Baswedan gagal jadi capres

Menkopolhukam Mahfud MD meminta polisi dan Mahkamah Konstiusi (MK) menyelidiki pernyataan dari Denny Indrayana yang menyatakan MK akan memutuskan pemilu legislatif ke sistem poporsional tertutup.

Melalui akun twitternya, @dennyindrayana dimunculkan narasi bahwa putusan MK yang belum diputuskan, pemilih hanya akan memilih tanda gambar bukan wajah caleg.

“Siapa sumbernya? Orang yang sangat saya percaya kredibilitasnya, yang pasti bukan Hakim Konstitusi,” tulis Denny.

@mohmahfudmd pun membagikan tanggapannya bahwa terlepas dari apa pun, putusan MK tak boleh dibocorkan sebelum dibacakan.

Info dari Denny ini jadi preseden buruk, bisa dikategorikan pembocoran rahasia negara.

Polisi harus selidiki info A1 yang  katanya menjadi sumber Denny agar tak jadi spekulasi yg mengandung fitnah.

Putusan MK itu menjadi rahasia ketat sebelum dibacakan, tapi harus terbuka luas setetalah diputuskan dengan pengetokan palu vonis di sidang resmi dan terbuka.

Saya yang mantan Ketua MK saja tak berani meminta isyarat apalagi bertanya tetang vonis MK yg belum dibacakan sebagai vonis resmi.

“MK harus selidiki sumber informasinya,” kata Mahfud MD.

Selain membocorkan bakal putusan MK, Denny Indrayana mengaitkan dengan putusan MK yang memperpanjang masa jabatan pimpinan KPK dari empat menjadi lima tahun,

Baca Juga:  Profil Brigjen TNI Apriadi Dirbas, Akmil 1995, Promosi Bintang Satu Per 9 November 2023

“Maka, kita kembali ke sistem pemilu Orba: otoritarian dan koruptif. KPK di kuasai, pimpinan cenderung bermasalah yang dihadiahi gratifikasi perpanjangan jabatan 1 tahun.

Denny juga memprediksi PK Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, atas Partai Demokrat,  diduga ditukarguling dengan kasus korupsi mafia peradilan di MA.

Jika Demokrat berhasil “dicopet”, istilah Gus Romi PPP, maka pencapresan Anies Baswedan hampir pasti gagal.

Masihkah ada harapan? Yang pasti terus ikhtiar berjuang, sambil menanti kemukjizatan. Salam Integritas

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...