Business is booming.

Profil Pandji Pragiwkasono Wongsoyudo, Trending Terkait Meme Dirinya

Pandji tercatat sebagai mahasiswa Desain Produk, Jurusan Desain, Fakultas Seni Rupa dan Desain di Institut Teknologi Bandung.

Ini adalah profil Pandji Pragiwkasono Wongsoyudo yang trending karena berawal dari meme yang dibuatnya sendiri.

Terbaru adalah meme menggunakan tehnologi AI (artificial intelligence) usai membagikan berita tentang Abu Bakar Ba’asyir Resmi Dukung AMIN di Pilpres 2024.

Lalu munculah foto Abu Bakar Ba’asyir dari kantor berita antara dengan wajahnya,

“Stay halal brother,” tulis akun @alliminati

Saat ditelusuri melalui akun X @Pandji ternyata diawali dari meme yang dia  buat sendiri.

Saat itu akun @niko_junius menulis bahwa Zarry Hendrik 2024 adalah pandji pragiwaksono era pilgub 2017

Zarry punya aktivitas mirip dengan Pandji selain Stand Up, penulis dan kini terang-terangan mendukung Capres No Urut 2, Prabowo-Gibran.

Sedang tahun 2017, Pandji dikenal sebagai pendukung Anies Baswedan di Pilgub DKI.

Atas postingan @niko_junius, ia menjawabnya dengan Meme wajah dirinya pada sosok Zarry Hendrik.

Sejak itu banyak netizen yang membagikan meme tentang dirinya.

Profil Pandji Pragiwaksono 

Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo, S.Sn. lahir 18 Juni 1978. Ia adalah aktor, pelawak tunggal, presenter, penulis, rapper, penyiar radio, dan sutradara Indonesia.

Pandji tercatat sebagai mahasiswa Desain Produk, Jurusan Desain, Fakultas Seni Rupa dan Desain di Institut Teknologi Bandung.

Pandji lahir di Singapura dari ayah berdarah Jawa dan ibu berdarah Palembang.

Keluarga Pandji pindah dari Jakarta ke Singapura di awal tahun 1970an karena ayah Pandji bekerja di sebuah kontraktor minyak bumi di Singapura.

Sedangkan ibunya adalah seorang bankir.

Dilansir dari  WIkipedia, Pandji memulai kariernya sebagai penyiar radio di Hard Rock FM Bandung dari tahun 2001 sampai dengan 2003 bersama Tike Priatnakusumah.

Baca Juga:  Petugas Liang Kuburan Eril Masih Menunggu Instruksi Penggalian, Persiapan Pemakaman di Cimaung Dimatangkan

Kemudian pindah ke Jakarta, ia tetap menjadi penyiar Hard Rock di Jakarta selama tujuh tahun,kemudian ia terkenal karena kolaborasinya bersama Steny Agustaf.

Pandji juga memandu acara reality show Kena Deh yang ditayangkan di Trans7 dan mendapat sambutan populer, dan ditayangkan semula di ANTV pada 2008.

Kemudian Pandji menjadi pembawa acara di program game show Hole in the Wall yang ditayangkan di RCTI pada tahun 2007 hingga 2008.

Dia juga pernah memandu acara siaran pertandingan NBA di JakTV, karena dia sangat berminat dengan olahraga basket.

Dia menjadi presenter acara Kok Bisa? yang mengulas sisi menarik dari film yang ditayangkan pula di JakTV.

Pada tahun 2011 hingga 2015, Pandji menjadi Host pada kompetisi Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) KompasTV. Mulai dari tahun 2016 hingga saat ini Pandji “naik jabatan” menjadi Juri pada kompetisi tersebut.

Pada 2008, ia merilis album musik rap pertamanya berjudul Provocative Proactive, yang menampilkan beberapa artis seperti Tompi, Steny Agustaf dan istrinya sendiri, Gamila Arief.

Pada 2009, ia juga meluncurkan album kedua, You’ll Never Know When Someone Comes In And Press Play On Your Paused Life.

Di awal 2010, pada 21 Januari bersama para penyiar yang tergabung di MRA,

Pandji menyumbangkan suaranya di album THIS IS ME, yang merupakan album amal.Penjualan dan keuntungan album ini diberikan pada Yayasan Onkologi Anak Indonesia.

Ia juga berkesempatan tampil di beberapa acara musik seperti Soulnation.

Albumnya pada 2010, Merdesa, menuai keuntungan besar dengan menerapkan strategi free lunch method yang diakui oleh Hermawan Kertajaya.

Pada tanggal 21 Mei 2012, bertepatan dengan 14 tahun turunnya Soeharto, Pandji mulai meluncurkan album hiphop ke-4 berjudul 32.

Baca Juga:  Profil Marsma TNI Deni Hasoloan, AAU 1994, Kini Kas Koopsud I

Lagu lagu seperti Demokrasi Kita dan Indonesia Free adalah musikalisasi dari pidato Mohammad Hatta.

Album 32 juga berisi lagu seperti GR feat Abenk Ranadireksa (Soulvibe), lalu Untuk Sahabatku feat Davinaraja (The Extralarge) yang ia tulis sebagai persembahan kepada para penikmat musiknya selama 5 tahun berkarier.

Pada tahun 2015, Pandji kembali merilis album mini yang berjudul Pemanasan. Pada tahun 2018, Pandji merilis album keenam yang berjudul Pembalasan

Memulai karirnya sebagai seorang pelawak tunggal pada tahun 2010.

Diawali dari Twivate Concert pertama yang ia lakukan di bulan April, Pandji akhirnya memantapkan niatnya untuk membangun awareness masyarakat tentang pelawak tunggal ini sendiri.

Ia bersama Radit juga pencetus gagasan adanya kompetisi Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) di Kompas TV

Pada 28 Desember 2011, Pandji memproduksi sendiri acara komedi tunggal spesialnya di Teater Usmar Ismail, Bhinneka Tunggal Tawa dengan kapasitas 400 penonton, dimana dihadiri ratusan penggemar.

Ia tampil di dua show yang menampilkan pelawak tunggal pembuka Ernest Prakasa, Sam D. Putra, Luqman Baihaqi, dan lain-lain.

Tahun 2012, dia menggelar pertunjukan spesial dengan nama INDONESIA: (baca: Indonesia titik dua) gabungan konser hip hop, dengan komedi tunggal yang bernamakan Merdeka Dalam Bercanda, peluncuran buku Berani Mengubah, dan peluncuran album keempatnya, Album 32.

Pertunjukan ini diadakan 8 Desember 2012, dan digelar sungguh tidak biasa karena diselenggarakan di Museum Nasional atau yang lebih dikenal dengan Museum Gajah, di hadapan 800 penonton.

Pada tahun 2013, dia kembali menggelar pertunjukan spesial bertajuk Mesakke Bangsaku di Teater Besar Jakarta, dengan kapasitas 1200 penonton.

Pertunjukan tersebut merupakan akhir dari perjalanan tur Mesakke Bangsaku yang sebelumnya telah berkeliling ke beberapa kota di Indonesia.

Pada tahun 2014, Pandji pun menjadi orang Indonesia pertama yang keliling dunia dengan karyanya, melalui Mesakke Bangsaku World Tour, yang menyambangi 11 kota, di 7 negara, di 4 benua.

Pada tahun 2016, perjalanan Stand Up Comedy World Tour dilanjutkan dengan Juru Bicara yang berkeliling ke 24 kota di 5 benua.

Juru Bicara merupakan tur dunia ke-duanya Pandji, setelah Mesakke Bangsaku. Rangkaian tur dunia Juru Bicara ini, ditutup di The Kasablanka Hall Jakarta, di hadapan 3500 penonton

Tahun 2018, Pragiwaksono Stand Up Comedy World Tour sudah berlangsung, dan Pandji menutup tur dunia nya di Plenary Hall Jakarta Convention Center, pada tanggal 26 Januari 2019, di hadapan 5000 penonton.

Di akhir pertunjukan Pragiwaksono Jakarta, Pandji juga mengumumkan Stand Up Comedy World Tour selanjutnya di tahun 2020, bertajuk Komoidoumenoi.

Di tahun 2021, pandemi belum mereda juga, akhirnya tur dunia Komoidoumenoi kembali tertunda hingga tahun 2022.

Dan di akhir tahun 2021 Pandji kembali mengadakan pertunjukan Stand Up Comedy ke-sembilan berjudul Ternyata Ini Sebabnya, yang diadakan di Beer Garden, SCBD, Jakarta.

Pertunjukan ini kembali diadakan dengan kapasitas terbatas, hanya 150 penonton offline dan kembali diadakan secara Hybrid dengan tujuan menjangkau penonton yang haus akan komedi, tapi masih takut dengan pandemi. Pertunjukan ini menggaet sekitar 2000 pasang mata via Live Streaming.

Di tahun 2022, tur nasional Komoidoumenoi akhirnya bergulir, dimulai pada bulan Agustus hingga selesai pada bulan Desember.

Pertunjukan ke tujuh dari Pandji Pragiwaksono ini memulai kick off-nya di Kota Yogyakarta, dan ditutup dengan megah di Istora Senayan Jakarta, pada 4 Desember 2022 di hadapan 7500 penonton. Pertunjukan ini juga terpaksa menggunakan sistem Hybrid, untuk mengakomodasi penonton dari beberapa kota yang akhirnya dibatalkan.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...