Business is booming.

Profil Heru Budi, Trending karena Masalah Jalur Sepeda Hingga Elektablitas Sebagai Cagub DKI

Penjabat Gubernur DKI Heru Budi trending.

Ia trending terkait kinerjanya termasuk isu sebagai calo Gubernur DKI 2024-2029.

Yang pertama soal jalr sepeda Dimana ia dilaporkan Komunitas pengendara sepeda Bike To Work (B2W) Indonesia.

Ia dilaporkan karena dianggap telah merusak jalur sepeda yang telah dibangun Gubernur DKI sebelumnya, yakni Anies Baswedan Ombudsman.

Sementara itu Hasil survei Lembaga Survei Jakarta (LSJ) memasukan nama Heru Budi sebagai calon Gubernur DKI 2024.

Namun elektabilitas tidak tinggi,

Ridwan Kamil (RK) menempati posisi paling atas mengungguli nama-nama lain, termasuk Anies Rasyid Baswedan, Basuki Tjahaja Purnama, dan Sandiaga Salahuddin Uno.

RK memperoleh 23,4 persen, dissul Tri Rismaharini dengan elektabilitas 19,2 persen; Anies Rasyid Baswedan dengan elektabilitas 18,4 persen; Basuki Tjahaja Purnama dengan elektabilitas 8,7 persen.

Selanjutnya Heru Budi Hartono dengan elektabilitas 5,5 persen; Kaesang Pangarep dengan elektabilitas 3,9 persen; Sandiaga Salahuddin Uno dengan elektabilitas 3,5 persen; dan Ahmad Sahroni dengan elektabilitas 3,2 persen.

Heru Budi Penjabat GubernurDKI saat ini ikut tending terkait calon Gubernur DKI 2024-2029. Masuknya Ridwan Kamil membuat nama Heru Budi bakal tenggelam. (X/@textaribandung)

Profil Heru Budi Hartono

Drs. Heru Budi Hartono, M.M. (lahir 13 Desember 1965).

Ia adalah birokrat Indonesia yang menjadi Penjabat Gubernur DKI Jakarta sejak 2022 dan Kepala Sekretariat Kepresidenan sejak 2017.

Dia adalah mantan Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah DKI Jakarta masa Gubernur Basuki Tjahaja Purnama antara tahun 2015 dan 2017.

Baca Juga:  Hukuman Berat bagi Pelanggar Prokes Liga Indonesia

Mantan Wali Kota Jakarta Utara ini sempat ditunjuk oleh Gubernur Basuki untuk menjadi bakal calon wakil gubernur pada Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 melalui jalur independen.

Ia menjadi Penjabat Gubernur DKI Jakarta menggantikan Anies Baswedan yang habis masa jabatannya sejak 17 Oktober 2022.

Riwayat Pendidikan

SDN 8 Jakarta Pusat dan 3 tahun menjadi siswa SD di Pakistan (1971–1977)

SMP PSKD I Jakarta Pusat (1977–1981)

SLTA Kerajaan Belanda (Den Haag) (1981–1984)

S1 di Universitas Krisnadwipayana, Jakarta (1984–1990)

S2 di Universitas Krisnadwipayana, Jakarta (1995–1998)

Riwayat Jabatan

Staf Khusus Wali kota Jakarta Utara (1993)

Staf Bagian Penyusunan Program Kota Jakarta Utara (1995)

Kasubag Pengendalian Pelaporan Kota Jakarta Utara (1999)

Kasubag Sarana & Prasarana Kota Jakarta Utara (2002)

Kepala Bagian Umum Kota Jakarta Utara (2007)

Kepala Bagian Prasarana dan Sarana Perkotaan Kota Jakarta Utara (2008)

Kepala Biro KDH dan KLN DKI Jakarta (2013)

Wali Kota Jakarta Utara (2014)

Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah DKI Jakarta (2015)

Kepala Sekretariat Presiden RI (2017–sekarang)

Penjabat Gubernur DKI Jakarta (2022–sekarang)

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...