Terjadi 64 Kali Gempa Susulan, BMKG Belum Bisa Simpulkan
Menurut Daryono lokasi kedalaman kedua gempa signifikan M 5,9 dan M 6,0 berdekatan, sekitar 15 km, di sekitar pulau Bawean.
BMKG belum bisa menyimpulkan mengapa gempa susulan di Tuban dan Bawean lebih besar dari gempa pertama.
Seperti diketahui, gempa pembuka di sebela selatan memiliki magnitude 5,9-6,0 sekitar pukul 11.32 WIB.
Puluhan gempa susulan kemudian terjadi bahkan hingga 64 kali gempa susulan hingga pukul 20.00.
#Gempa Mag:3.4, 22-Mar-2024 20:03:10WIB, Lok:5.93LS, 112.33BT (112 km TimurLaut TUBAN-JATIM), Kedlmn:10 Km #BMKG
Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data pic.twitter.com/g85SXAb7XY— BMKG (@infoBMKG) March 22, 2024
Nah salah satu gempa susulan sekitar pukul 15.52 WIB lebih besar yakni magnitude 6,5.
Daryono mengakui, munculnya puluhan kali gempa susulan, dengan dua kali gempa signifikan tergolong gempa mengejutkan.
Menurut Daryono kedalaman kedua gempa signifikan lokasi berdekatan, sekitar 15 km, di sekitar pulau Bawean.
Meski demikian, BMKG belum bisa memastikan tipenya. Apakah gempa susulan dengan M6,5 itu gempa utama atau bukan.
Menurut Daryono, proses belum selesai. Namun tren magnitude masih berfluktuasi.
Menurutnya dalam sesar ada bagian-bagian terkait proses bebatuan.
Ia mengira, kondisi bebatuan di jalur sesar didugga cukup rapuh.
Sebanyak 64 kali gempa susulan usai gempa Tuban dan Bawean. Gempa terkecil magnitido 2,7 dan terbesar magnitudo 6,5.
Rekomendasi agar tetap tenang. Karena mulai muncul hoaks, seperti gempa Cianjur disebut gempa Bawean.
Jauhi bengunan retak, periksa rumah Penyebab naiknya gempa susulan
Seperti diketahui, Daryono dari BMKG terus melaporkan gempa susulan usai gempa pertama 5,9 di sebelah selatan Tuban.
Melalui akun @DaryonoBMKG, gempa susulan dari rangkaian gempa Tuban atau Bawean sudah 49 kali hingga pukul 17.58 WIB.
“Gempa M6,5 yg terjadi ini merupakan bagian rangkaian gempabumi Laut Jawa M5,9 yang terjadi pada pukul 11:22:45 WIB,” tulisnya
“Berdasarkan laporan dari masyarakat gempabumi M6,5 ini menimbulkan kerusakan di Pulau Bawean. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.” katanya lagi.
Setelah gempa pertama magnitudo 5,9 sempat beberapa kali gempa susulan.
Bahkan gempa susulan lebih besar yakni magnitude 6,5 hingga pukul 15:52:58.