Business is booming.

Undang Simpati, Follower Akun Aghnia Punjabi Melonjak

“Suster ini berperangai sangat baik tapi ternyata manipulatif," ujar Aghnia, dalam keterangannya di Mapolresta Malang.

Mengundang banyak simpati, akun selebgram asal Malang  Aghnia Punjabi bertambah ratusan ribu.

Saat kasus penganiayaan anak balitanya terjadi, jumlah pengikut Instagram Aghnia yakni @emyaghnia sekitar 1,8 juta.

Sejak berita ini diturunkan, akun tersebut memiliki 2,4 juta follower.

Umumnya pengikut baru Aghnia Punjabi merasa simpati dengan ketabahan dan kemarahan ibu dua anak balita itu.

Betapa tidak saat ditinggal ke Jakarta karena pekerjaan, suster pengasuh anaknya berinisial IPS (27 tahun) melakukan penganiayaan pada anak balitanya.

Awalnya IPS melaporkan anaknya terjatuh seraya membagikan foto sang anak yang lebam.

Aghnia tak percaya lalu membuka  rekaman CCTV rumahnya dimana IPS melakukan penganiayaan terhadap anak Aghnia cukup lama.

Aghnia langsung pulang dengan kemarahan meluap.

Meski marah, Aghnia dan suaminya tak melakukan kekerasan fisik.

Mereka membagikan video yang hanya melakukan interograsi dan menuding-nuding terhadap pelaku yang kini ditahan di Polresta Malang.

“Suster ini berperangai sangat baik tapi ternyata manipulatif,” ujar Aghnia, dalam keterangannya di Mapolresta Malang.

Dan terungkap di media sosial bahwa IPS merupakan sosok yang jahat,

Agensi yang menampungnya diduga memalsukan latar belakang pengalamannya.

Aghnia Punjabi mengakui bahwa anaknya yang berusia tiga tahun mengalami trauma berat akibat kasus penganiayaan itu.

Sang anak kini dirawat di  Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.

“Saat dirawat di rumah sakit anak saya mengigau lima kali karena ketakutan.”

“Dia ketakutan saya sadarkan, baru bisa tidur lagi, begitu seterusnya, dia trauma berat,” kata Aghnia, Sabtu (30/3/2024).

Aghnia sendiri mengaku merekrut suster sebagai asisten rumah tangga (ART) dari salah satu agensi yang memiliki reputasi baik di Indonesia.

Sehingga ia tidak menyangka bahwa pelaku akan memperlakukan anaknya dengan kejam.

“Saya tidak ada masalah dengan susternya sama sekali, tidak ada masalah, bisa ditanyakan ke orang-orang rumah dan manajer saya,” ujar Aghnia.

Sebelumnya, Kapolresta Malang Kot, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan bahwa hasil visum sementara di RSSA diketahui bahwa ada luka memar pada mata sebelah kiri.

Ada luka goresan di kuping sebelah kanan dan kiri, begitu juga dengan bagian kening.

Ia mengatakan bahwa pelaku, IPS, sudah diamankan, termasuk sejumlah barang bukti.

Yakni ada beberapa buku, minyak gosok, termasuk boneka panda.

Akibat perbuatanya tersangka IPS dijerat dengan Pasal 80 ayat 2 UU RI Nomor 35 tahun 2014 perubahan UU RI Nomor 23 tahun 2002.

Yakni tentang tindak pidana kekerasan terhadap anak dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun.

Baca Juga:  Lesti Trending 5 Hari Berturut-turut, Netizen Mulai Bosan, Tapi Siapa Bisa Menghentikan?
Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...