Business is booming.

Trisakti Trending, Bakal Jadi PTN dan 2025 Ada di SNBT

Dulu Tri Sakti itu salah satu kampus swasta bergengsi dan bagus.

Tagar Trisakti trending di media sosial X (Twitter) pada Selasa (7/5/2024), menyusul universitas swasta terkenal di Jakarta ini bakal berstatus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan pada tahun 2025 akan menerapkan penerimaan mahasiswa melalui SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes) seperti PTN UI dan UGM.

Netizen pun gaduh menanggapi tagar Trisakti yang trending hingga tercatat 1.435 ciutan disampaikan netizen. Seperti pemilik akun Twitter @lulusanspsi menulis, “Whoa, selamat ya buat Trisakti. Namanya besar banget dari dulu dan skrg berubah status jadi PTN pasti perjalanannya cukup panjang.”

Lalu pemilik akun Twitter @dianasemestawan menulis, “Bagus anjir, gw sebagai anak PTN negeri mengakui anak trisakti pinter2 dan cerdas2, soft skill mereka juga berkembang, malah gw ngerasa dia salah satu kampus swasta yg oke di indo.”

@marihulu menulis, “Cara paling sederhana kalo mau lihat kampus bagus adalah lihat akreditasinya dan edurank-nya. Trisakti A. Peringkat ke 47 top di Indonesia. Kalau ada cara lain, boleh share di sini.

@nin_hychan menulis, “kakak gw lulusan jurusan teknik industri langsung kerja, ikatan alumninya kompak juga. Oia alm bapakku juga dosen tetap di jurusan sama kaya kk gw dan dosen ga tetap di manajemen. Gw gamau masuk sana karena jauh dari rumah🌚 dan macetnya bikin tobatπŸ₯² oia bayarannya muahal juga.”

@zahiruddinudin menulis, “Lumayan Bagus klo kata gw sih. pembelajaran: standar lah Dosen: di jurusan teknik pd oke gatau di jur lain tp banyak dosen sana jg jd tenaga ahli di kementerian pemerintahan link: sangat bagus karena organisasi nya jln banget, keppresma spt miniatur pemerintah ind, dkt dpr mpr.”

@lecuaya menulis, “wkwkwk nderr aku kalo dikasih pilihan aku pilih kampusku sekarang atau trisakti, yaa trisakti lah gilaa wkwkkw. kuliah ga cuma dapet ilmu, tp relasi juga aman.”

@beartaeby_ menulis, “Kau akan terkejut ngeliat uang kuliahnya trisakti, yeuh suka ngerendahin banget nder.”

@zayyy386 menulis, “mau kampus jelek atau bagus,yg penting mah selesai dr kampus tsb bisa kerja sih nder. dah gosa memancing orang2,mending ngulik2 info loker.”

@Nuriza_Mivlana menulis, “Dulu Tri Sakti itu salah satu kampus swasta bergengsi dan bagus. Gak tahu sekarang.”

@chocoballf17 menulis, “Lah bukannya emang trisakti salah satu univ swasta yg bagus di Indonesia?”

@strarenjwin menulis, “klo gue punya duit, kmren waktu keterima disini gue ambil nder. Orang dia salah satu univ swasta terbaik di Indonesia yg gue rasa juga ga perlu pertanyakan lagi.”

Sejarah Berdirinya Universitas Trisakti yang Dijuluki Kampus Pahlawan Reformasi

Universitas Trisakti menjadi salah satu perguruan tinggi swasta favorit di DKI Jakarta. Ternyata ada kisah menarik di balik pendirian kampus yang menduduki posisi 65 secara nasional di pemeringkatan Webometrics 2022 ini.

Tidak hanya di Webometrics, namun di pemeringkatan versi UniRank Universitas Trisakti juga masuk peringkat 72 perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Universitas Trisakti terletak di Jalan Kyai Tapa No 1 Grogol, Jakarta Barat, DKI Jakarta.

Baca Juga:  Lirik Lagu Ponytail dan Shu-Shu dari JKT48, Trending No 4 Youtube

Universitas Trisakti saat ini memiliki 18.110 mahasiswa aktif, 42 guru besar, 139 lektor kepala, dan 342 pengajar. Universitas Trisakti saat ini memiliki sembilan fakultas dan 46 program studi.

Sembilan fakultas itu yakni Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Fakultas Arsitektur Lansekap dan Teknik Lingkungan, serta Fakultas Seni Rupa dan Desain.

Sejarah Pendirian

Dikutip dari laman resminya, Universitas Trisakti, merupakan satu-satunya perguruan tinggi swasta di Indonesia yang didirikan oleh Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 29 November 1965 melalui Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) Nomor 014/dar tahun 1965 yang ditandatangani oleh Dr. Sjarif Thajeb. Tanggal 29 November ini kemudian ditetapkan sebagai hari kelahiran Universitas Trisakti.

Proses kelahiran Universitas Trisakti diawali dengan dihancurkannya Universitas Respublika pada masa tahun 1965 karena dianggap terlibat dalam pergerakan Partai Komunis Indonesia pada bulan September 1965. Dari puing – puing Respublika itulah dibangun Universitas Trisakti.

Peran Soekarno dalam Pemberian Nama

Nama Universitas Trisakti diberikan oleh Dr. Ir. Soekarno, Presiden Republik Indonesia pada waktu itu. Makna Trisakti diambil dari pidato Dr. Ir. Soekarno, yaitu berdaulat dibidang politik, berdikari dibidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan. Landasan inilah yang menjadi tonggak upaya Universitas Trisakti untuk ikut mencerdaskan anak bangsa dalam berbagai aspek, seperti kecerdasan intelektual, emosional, spiritual dan kepekaan sosial terhadap sesama, memacu kearifan dan keadilan.

Pada awal didirikan Universitas Trisakti memiliki lima fakultas, yaitu Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi dan Fakultas Teknik yang memiliki 4 (empat) departemen yaitu Departemen Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro dan Arsitektur.

Baca Juga:  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Sebut Kerusuhan Prancis karen IslamoFobia

Saat ini, dalam perjalanannya, Universitas Trisakti telah memiliki 9 (sembilan) fakultas yaitu Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Fakultas Arsitektur Lansekap dan Teknik Lingkungan, serta Fakultas Seni Rupa dan Desain, dengan jumlah 23 (dua puluh tiga) Program Sarjana dan 5 (lima) Program Diploma III. Selain itu terdapat Program Pascasarjana yang memiliki 8 (delapan) Program Magister dan 2 (dua) Program Doktor.

Peristiwa Bersejarah yang Dialami

Dalam perjalanannya hingga kini Universitas Trisakti mengalami berbagai macam peristiwa, salah satunya yang sangat monumental adalah peristiwa Tragedi 12 Mei 1998 yang telah mengakibatkan gugurnya 4 mahasiswa Universitas Trisakti. Gugurnya ke empat mahasiswa ini telah menjadi pemicu pergerakan mahasiswa Indonesia didalam menumbangkan Orde Baru dan dipandang sebagai awal kebangkitan Era Reformasi Indonesia.

Peristiwa ini dianggap sangat monumental karena dengan peristiwa itu, telah meruntuhkan pemerintahan Orde Baru yang telah memegang kekuasaan di negara ini selama lebih dari 32 tahun. Sejak itu Universitas Trisakti dikenal sebagai Kampus Pahlawan Reformasi dan bertekad terus berdiri di depan untuk senantiasa mengibarkan panji-panji reformasi dengan idealisme Kadeham (Kebangsaan, Demokrasi dan Hak-Hak Asasi Manusia).

Setelah 7 tahun peristiwa itu berlalu, akhirnya pada tahun 2005 Pemerintah Republik Indonesia melalui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahi penghargaan Bintang Jasa Pratama, dengan Kepres RI No 057/TK/2005 tertanggal 9 Agustus 2005. Hal yang mendasari pemberian penghargaan tersebut, karena keempat mahasiswa yang gugur itu telah berjasa sebagai Pejuang Reformasi dan mendorong bergulirnya reformasi yang memungkinkan terjadinya perubahan mendasar dalam ketatanegaraan Indonesia, menuju kehidupan yang demokratis.

Rektor Universitas Trisakti dari Masa ke Masa

β€’ 1965 – 1972 Drs. MA Siswadji (Presidium)
β€’ 1972 – 1976 Drs. MA Siswadji
β€’ 1976 – 1980 Ir. Poedjono Hardjoprakoso
β€’ 1980 – 1988 Prof. Dr. Ir. P. Haryasudirja
β€’ 1988 – 1990 Ir. Hartono Kadri
β€’ 1990 – 1994 H. Mulyatno Sindhudarmoko, SE
β€’ 1994 – 1998 Prof. Dr. R. Moedanton Moertedjo
β€’ 1998 – 2016 Prof. Dr. Thoby Mutis
β€’ 2016 – 2021 Prof. dr Ali Ghufron Mukti, MSc,PhD
β€’ 2021 – Sekarang Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA.

Baca Juga:  Usut Skandal Buku Merah Trending, Netizen: Ada yg Lebih Hebat dari si Sambo?

(Sumber: sindonews.com)

 

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...