Business is booming.

Mengenal Sejarah Miss Supranational, Putri Indonesia Harashta Haifa Zahra Pemenangnya

Miss Supranational adalah kontes kecantikan international yang berbasis di Polandia dan sudah diadakan sejak 2009.

Pertama kalinya, Putri Indonesia Harashta Haifa Zahra memenangkan gelar Miss Supranational 2024.

Dalam acara yang digelar di Strzelecki Park Amphitheater, Nowy Sącz, Polandia Kecil, Polandia, Harashta Haifa Zahra mengalahkan 25 peserta lainnya dari seluruh Indonesia.

Miss Supranational adalah kontes kecantikan international yang berbasis di Polandia dan sudah diadakan sejak 2009.

Menyusul kesuksesannya, gandengan kompetisi ini, kontes pria Mister Supranational, juga mulai diselenggarakan pada 2016.

Saat ini, gelar pemenang kontes ini masing-masing disandang oleh Andrea Aguilera dari Ekuador dan Fezile Mkhize dari Afrika Selatan yang masing-masing dinobatkan sebagai juara pada 7 dan 4 Juli 2024 di Nowy Sącz, Małopolska.

Miss Supranational 2024 merupakan edisi ke-15 dari kontes Miss Supranational.

Andrea Aguilera dari Ekuador memahkotai Harashta Haifa Zahra dari Indonesia sebagai pemenang yang baru. 

Ia menjadi wanita Indonesia pertama yang berhasil meraih kemenangan di kontes ini.

Peserta Miss Supranational 2024 adalah 68 orang. 

Lantas diseleksi menjadi 25 orang atau 25  besar, 12 besar, lima  besar, dan terakhir menjadi dua besar hingga akhirnya Harashta Haifa Zahra menjadi juara.

Empat dari peserta lima besar menjadi ruunner up.

Runner-up 1 Amerika Serikat – Jenna Dykstra

Runner-up 2 Republik Ceko – Justýna Zedníková

Runner-up 3  Brasil – Isadora Murta[a]

Runner-up 4 Curaçao – Chanelle Wilhelmina Maria De Lau

Sejarah Miss Supranational

Pemilik jenama Miss Supranational mulanya adalah World Beauty Association S.A. (WBA) asal Panama. 

Pada 2009, WBA meneken kontrak dengan perusahaan Polandia, Missland Sp. z o.o. atau yang kelak dikenal dengan Nowa Scena, untuk memberikan hak penyelenggaraan dan pengelolaan kontes tersebut selama 5 tahun.

Pada 5 Juli 2009, Presiden WBA Tryny Marcela Yandar Lobón resmi mengumumkan edisi pertama Miss Supranational.

Kontes ini kemudian digelar pada 5 September 2009 di Płock, Polandia.

Diikuti oleh 36 negara, Oksana Moria dari Ukraina menjadi pemenang sulung kontes.

Selama 5 tahun kontrak tersebut, kontes ini berkembang pesat. 

Edisi kelimanya diikuti oleh 83 negara dan untuk kali pertama diadakan di luar Polandia yakni di Minsk, Belarus.

Pada 2014 kontes ini diterpa kisruh kepemilikan. 

Carsten Mohr, bekas penasihat Presiden WBA yang juga mengklaim sebagai pemilik asli jenama, mengumumkan organisasi tandingan di Hong Kong. 

Kontes bernama sama dirancang akan diadakan di India. 

Bagaimanapun, setelah beberapa kali ditunda, kontes tersebut tidak pernah terlaksana.

Sebagai gantinya diadakan pemungutan suara daring dan Mohr memahkotai Yenniffer Poleo dari Venezuela di Jerman.

Pihak Nowa Scena membantah klaim Mohr, menyebutnya sebagai upaya ilegal untuk merebut hak kepemilikan sah yang dipegang WBA S.A.

Meski begitu, peran dan keterlibatan organisasi Panama tersebut juga sangat minim diketahui. 

Seawal 2017, posisi direktur Nowa Scena dan produser eksekutif Miss Supranational, Gerhard Parzutka, mulai disebut sebagai presiden kontes. 

Dalam beberapa kesempatan, logo Miss Supranational juga ditampilkan tanpa menyertakan tulisan “WBA” di bagian bawahnya.

Pada 2020, untuk pertama kalinya kontes tidak diadakan karena terhalang pandemi Covid-19.

Sejak 2021, kontes diselenggarakan di Nowy Sącz, Małopolska bekerja sama dengan pemerintah kota setempat.

Ini sekaligus menandai perubahan waktu pelaksanaan kontes yang sejak 2014 selalu digelar pada akhir tahun bersamaan musim dingin, digeser ke pertengahan tahun saat musim panas.

Baca Juga:  Masih Sepekan, Berikut 10 Kutipan Bulan Juni
Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...