Business is booming.

Jokowi Minta Kasus Kematian Brigadir J di Rumah Kadiv Propam Diusut Transparan

Presiden: Ini yang harus dijaga, kepercayaan publik terhadap Polri harus dijaga

Kasus kematian Brigadir J di rumah Dinas Kadiv Propam non aktif Irjen Pol Ferdy Sambo menyisakan sejumlah misteri. Kapolri Jenderal Pol Listyo Prabowo telah membentuk tim khusus untuk mengungkapkan kasus tersebut.

Untuk sementara narasi yang berkembang dari kepolisian adalah Brigadir J meninggal dunia usai baku tembak dengan rekan sesama prajurit polisi Bharada E. Adapun kasus tembak menembak dipicu pelecehan seks oleh Brigadir J terhadap istri Irjen Pol Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Namun narasi tersebut bertolak belakang dengan fakta yang dihadapi keluarga alm Brigadir J. Melalui pengacaranya, Komaruddin Simanjuntak dan Johnson Panjaitan, mereka pun mengadukan fakta tersebut ke Bareskrim Polri.

Kedua pengacara ternama itu pun selanjutnya mambawa fakta berupa kronologi, foto dan video terkait kematian Brigadir J ke Bareskrim Polri. Kesimpulan sementara pihak pengacara adalah Brigadir J korban pembunuhan disertai penganiayaan.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pun memberikan tanggapan atas perkembangan insiden baku tembak antarpolisi di rumah eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di daerah Duren Tiga, Jakarta Selatan, yang terjadi pada Selasa (12/07/2022) lalu.

Saat ditanya tanggapannya mengenai penemuan rekaman CCTV atas peristiwa tersebut, Presiden menegaskan agar kasus tersebut diusut tuntas dengan transparan.

“Saya kan sudah sampaikan, usut tuntas, buka apa adanya, jangan ada yang ditutup-tutupi, transparan,” tegas Presiden Jokowi saat menyampaikan keterangan di Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis (21/07/2022).

Baca Juga:  Inisial M Trending, Dia Adalah Komedian Pembeli Konten Pornografi Dea Onlyfans

Kepala Negara juga menegaskan bahwa pengusutan secara tuntas dan transparan tersebut penting untuk dilakukan agar tidak ada keragu-raguan dari masyarakat terhadap peristiwa tersebut. Menurutnya, Polri juga harus bisa menjaga kepercayaan publik pada institusinya.

“Itu penting untuk agar masyarakat tidak ada keraguan-keraguan terhadap peristiwa yang ada. Ini yang harus dijaga, kepercayaan publik terhadap Polri harus dijaga,” imbuh Jokowi dalam keterangan tertulis yang dibuat Sekertariat Kabinet.

Sebelumnya, pengusutan kasus tewasnya Brigadir Novriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J mengalami perkembangan setelah Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengumumkan bahwa pihaknya menemukan bukti petunjuk CCTV.

Menurutnya, CCTV tersebut akan didalami oleh tim khusus yang telah dibentuk oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...