Hari Ini Kamis 10 Juli 2025, Mahathir Mohamad Genap Berusia 100 Tahun
"Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang memanjangkan usia seorang negarawan yang tidak sekadar mencipta sejarah, tetapi menjadi sebahagian daripada sejarah.”
Mahathir 100 trending. Ya hari ini Kamis 10 Juli 2025, mantan perdana menteri Malaysia itu genap berusia 100 tahun.
“Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang memanjangkan usia seorang negarawan yang tidak sekadar mencipta sejarah, tetapi menjadi sebahagian daripada sejarah.”
“Hari ini, Tun Dr. Mahathir Mohamad genap 100 tahun. Satu abad usia, penuh warna dan getir zaman. Tun lahir pada 1925, saat dunia masih dibelenggu penjajahan, dan dunia belum mengenal internet, bahkan negara ini belum lagi bernama Malaysia.”
Demikian ucapan selamat ulang tahun dari Dr Zulkifli Mohamad Al-Bakri. Seorang ulama Malaysia yang pernah menjabat sebagai Menteri. ucapan selamat ulang tahun berada diurutan teras di Media Sosial X.
“Pada usia 100 tahun, Tun Dr. Mahathir membuktikan bahawa gaya hidup sihat, minda yang cergas dan semangat yang tidak pernah luntur mampu memastikan seseorang terus kekal aktif dan relevan.
Tun M menjadi inspirasi kepada ramai untuk menjaga kesihatan dan terus menyumbang meskipun di usia emas. Demikian cuitan @501Awani
Profil Mahathir Mohamad
Tun Dr. Mahathir bin Mohamad lahir 10 Juli 1925. Ia adalah seorang dokter dan politikus senior berkebangsaan Malaysia yang pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia dari tahun 1981 sampai 2003 dan kembali terpilih untuk kedua kalinya dari tahun 2018 hingga 2020.
Saat itu menggantikan Najib Razak sekaligus mengakhiri kekuasaan Barisan Nasional selama 60 tahun terakhir di Malaysia.
Dalam buku “A Doctor in the House: Memoirs of Tun Dr. Mahathir Mohamad” (bahasa Indonesia: Dokter Umum: Memoir Tun Dr. Mahathir Mohamad), Mahathir menuliskan sebuah pengakuan bahwa tanggal kelahiran sebenarnya adalah 10 Juli 1925, tetapi ayahnya mengubah tanggal kelahirannya pada akta kelahiran sebagai 20 Desember 1925 untuk memudahkan urusan pendaftaran sekolah.
Menggunakan kata “Che Det” sebagai nama pena, ia menulis artikel pertama yang diterbitkan oleh surat kabar The Straits Times di Singapura pada 20 Juli 1947 yang berjudul “Malay Women Make Their Own Freedom” (bahasa Indonesia: Perempuan Melayu Membuat Kebebasan Mereka Sendiri).
Sebagai perdana menteri, Mahathir telah menjabat selama 22 tahun sejak penobatannya hingga menyatakan pensiun dari politik pada tahun 2003.
Meski telah berjanji tidak akan terlibat kembali dalam politik, ia sebenarnya tidak benar-benar meninggalkan panggung politik dan terus mengungkapkan pendapat yang kuat melalui blognya, termasuk mengkritik Abdullah Ahmad Badawi dan Najib Razak selama mereka memimpin pemerintahan.
Pada 2016, ia mendirikan Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) bersama Mukhriz Mahathir dan Muhyiddin Yassin, serta menjabat sebagai ketua umumnya, sampai pada akhirnya ia kembali memimpin Malaysia sebagai perdana menteri pada tahun 2018.
Mahathir pada tanggal 24 Februari 2020 harus merelakan jabatannya setelah kehilangan dukungan dari partai yang telah dibentuknya hingga berujung pada pemberhentian sebagai anggota partai.
Ia tetap bersikukuh membangun kembali partai politik berlandaskan etnis Melayu dengan nama Partai Pejuang Tanah Air (Pejuang).
Kiprahnya di pemerintahan dimulai ketika Mahathir ditunjuk oleh Perdana Menteri Abdul Razak Hussein untuk menduduki jabatan Menteri Pendidikan Malaysia pada tanggal 5 September 1974.
Ia digantikan oleh Musa Hitam pada 31 Desember 1977.
Pada 1976 sampai 1981, ia duduk sebagai Wakil Perdana Menteri Malaysia dan merangkap sebagai menteri pendidikan.
Berbagai kursi di kementerian telah ia emban, seperti Menteri Perdagangan dan Industri, Menteri Pertahanan, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Keuangan.
Pada 2 Januari 2020, Maszlee Malik yang saat itu menjabat menteri pendidikan mengumumkan pengunduran dirinya, sehingga Mahathir menunjuk dirinya sendiri untuk menjabat sebagai Menteri Pendidikan sementara hingga dirinya bersama anggota kabinetnya mundur pada 24 Februari 2020 menyusul krisis politik yang melanda Malaysia.
Di bawah pemerintahannya, Malaysia menjadi salah satu kekuatan ekonomi Asia tahun 1990-an.
Proyek bergengsi seperti pembangunan Menara Kembar Petronas memperlihatkan ambisinya yang tinggi.
Keberaniannya mengkritik berbagai kebijakan negara-negara Barat membuat Mahathir dijuluki ‘Soekarno Kecil’.