Profil Marsma TNI Fajar Adrianto, AAU 1992, Gugur dalam Panerbangan Sipil di Bogor
Persisnya saat menerbangkan pesawat sipil jenis Microlight Fixedwing Quicksilver GT500 dengan register PK-S126 milik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI).
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) tengah berduka. Salah satu perwira tingginya, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Fajar Adrianto dinyatakan gugur dalam tugas.
Persisnya saat menerbangkan pesawat sipil jenis Microlight Fixedwing Quicksilver GT500 dengan register PK-S126 milik Federasi Aero Sport Indonesia (FASI).
Pesawat itu jatuh dan menewaskan Marsma TNI Fajar Adrianto di kawasan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (3/8/2025).
Marsma TNI Fajar Adrianto jga dikenal selaku pembina di @bandungflyingclub
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma TNI I Nyoman Suadnyana membenrkan informasi tersebut .
Ia mengungkapkan pesawat lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja pada pukul 09.08 WIB. Sekitar pukul 09.19 WIB pesawat hilang kontak.
Tidak lama kemudian ditemukan jatuh di sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Astana, Desa Benteng, Kecamatan Ciampea.
Kedua awak yang menumpangi pesawat tersebut segera dievakuasi ke RSAU dr. M. Hassan Toto.
Namun, Marsma TNI Fajar Adriyanto dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.
Profil Marsma TNI Fajar Adriyanto
Marsekal Pertama TNI Fajar Adriyanto (lahir 20 Juni 1970 – 3 Agustus 2025).
Ia adalah seorang perwira tinggi TNI-AU yang sejak 6 Desember 2024 mengemban amanat sebagai Kapoksahli Kodiklatau.
Fajar, merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1992 an menjadi penerbang pesawat tempur F-16 Fighting Falcon yang memiliki callsign “Red Wolf”.
Ia juga merupakan alumni dari SMA Negeri 1 Malang tahun 1989.
Ia pernah mengemban jabatan sebagai komandan Skadron 3 Lanud Iswahyudi dari tahun 2007 – 2010.
Lalu Komandan Pangkalan TNI AU (Lanud) Manuhua, Biak, pada 8 Oktober 2017 hingga 6 Mei 2019
Dan Kepala Dinas Penerangan TNI AU dari 6 Mei 2019 hingga 18 November 2020.
Fajar, juga salah seorang pelaku sejarah atas peristiwa terjadinya duel tempur pesawat-pesawat F-16 TNI AU dengan pesawat-pesawat F/A-18 Hornet Angkatan Udara Amerika Serikat yang terjadi di wilayah udara Pulau Bawean pada tahun 2003.
Beberapa penghargaan yang diterimanya adalah Sertifikat dan Brevet “Tanggap Tangkas Tangguh” dari BNPB.
Peraih tesis terbaik ketika menempuh pendidikan di tingkat Pasca Sarjana di Universitas Pertahanan Indonesia.
Riwayat Pendidikan
Pendidikan Umum
SMA Negeri 1 Malang dari tahun 1986 hingga 1989.
Universitas Pertahanan Indonesia – Unhan
Pendidikan Militer
Akademi Angkatan Udara tahun (1992)
Sekbang Angkatan ke-48 tahun (1995)
Konversi F-16 Fighting Falcon (1997)
Sekolah Instruktur Penerbang (2003)
Seskoau Angkatan ke-43 tahun (2006)
Sesko TNI (2015)
PPSA A-XXIII Lemhannas RI (2021)
Riwayat Jabatan
Kasi Base Ops Dinas Operasi Lanud Iswahyudi
Komanda Skadron 3 Lanud Iswahyudi (2007 – 2010)
Pabandyaops Sops Kohanudnas (2010)
Asops Kosekhanudnas II (2012)
Kasubdis Penerangan Umum Dispenau
Komandan Lanud Manuhua (8 Oktober 2017 – 20 Mei 2019)
Kadispenau (6 Mei 2019 – 18 November 2020)
Kadispotdirga (18 November 2020 – 16 Januari 2023)
Aspotdirga Kaskoopsudnas (16 Januari 2023 – 6 Desember 2024)
Kapoksahli Kodiklatau (6 Desember 2024 – sekarang)