Jejak Karier Sri Mulyani, Rumahnya Sempat Dijarah dan Diisukan Mundur Sebagai Menkeu
Dua Wakil Menteri Keuangan yaitu Suahasil Nazara dan Thomas Djiwandono memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (31/8/2025). Mereka tak berkomentar soal Sri Mulyani
Selain rumahnya sempat dijarah warga tak dikenai, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indraswari (SMI) diisukan mundur.
Namun tak ada konformasi atas isu tersebut sehingga masih dianggap hoaks.
Ada pun rumah SMI yang dijarah orang tak dikenal berlokasi di Bintaro, Tangerang Selatan, dijarah massa tak dikenal pada Minggu (31/8/2025) dini hari.
Mereka datang dini hari, sedang anggota TNI baru datang menjaganya pagi hari.
Hari ini juga dua Wakil Menteri Keuangan yaitu Suahasil Nazara dan Thomas Djiwandono memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (31/8/2025).
Saat ditanyai wartawan, keduanya enggan berkomentar mengenai kehadiran Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Profil Singkat Sri Mulyani
Sri Mulyani Indrawati (lahir 26 Agustus 1962) adalah seorang ekonom Indonesia. Saat ini ia menjabat sebagai Menteri Keuangan sejak 2016.
Ia juga menjabat pada posisi yang sama dari 2005 hingga 2010.
Sri Mulyani adalah orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia.
Jabatan ini diembannya mulai 1 Juni 2010 hingga ia dipanggil kembali oleh Presiden Joko Widodo untuk menjabat sebagai Menteri Keuangan menggantikan Bambang Brodjonegoro.
Ia mulai menjabat lagi sejak 27 Juli 2016. Sebelumnya, dia menjabat Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu. Ketika ia menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia, ia pun meninggalkan jabatannya sebagai menteri keuangan saat itu.
Pada tahun 2004, ia pernah menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dari Kabinet Indonesia Bersatu.
Pada 5 Desember 2005, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan perombakan kabinet, Sri Mulyani dipindahkan menjadi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar.
Sejak tahun 2008, ia menjabat sebagai Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, setelah Menko Perekonomian Dr. Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Sebelumnya, Sri Mulyani dikenal sebagai seorang pengamat ekonomi di Indonesia.
Ia menjabat sebagai Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) sejak Juni 1998.
Ia dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets pada 18 September 2006 di sela Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura.
Ia juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008.
Dan wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007.
Sri Mulyani mendapatkan gelar sarjana dari Universitas Indonesia pada 1986.
Ia kemudian memperoleh gelar Master dan Doctor di bidang ekonomi dari University Illinois at Urbana-Champaign pada 1992.
Tahun 2001, ia pergi ke Atlanta, Georgia, untuk bekerja sebagai konsultan untuk USAID (US Agency for International Development) demi tugas untuk memperkuat otonomi di Indonesia.
Ia juga mengajar dalam ekonomi Indonesia sebagai professor di Andrew Young School of Policy Studies di Georgia State University.
Dari tahun 2002 sampai 2004 ia menjabat sebagai direktur eksekutif IMF mewakili 12 negara Asia Tenggara.
Pada tahun 2004, ia ditunjuk sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas pada Kabinet Indonesia Bersatu.
Sri Mulyani menikah dengan Tony Sumartono yang juga seorang ekonom dan kemudian mempunyai tiga anak.
Ia tidak pernah mempunyai hubungan dengan partai politik mana pun.
Sebelum pengunduran dirinya sebagai menteri pada tahun 2010, anggota DPR mencurigai Sri Mulyani terlibat tindak pidana penalangan dana Bank Century pada 2008.
Dana talangan Century yang awalnya sebesar 1,6 triliun rupiah menjadi 6,7 triliun rupiah.
Mantan wakil presiden Jusuf Kalla mengkritik kebijakan-kebijakan Sri Mulyani, termasuk penalangan dana tersebut.