Profil Ferry Irwandi, Namanya Trending Karena Logika Berpikirnya Jernih
Pendiri Malaka Project sebuah platform edukasi digital yang bertujuan untuk memberdayakan generasi muda Indonesia.
Ferry trending di neda sosial X. Sosok yang dimaksud adalah Ferry Irwandi.
Ia dikenal sebagai seorang pembuat konten, selebriti internet dan aktivis asal Indonesia.
Ferry juga seorang youtuber dan founder dari Malaka Project.
Malaka Project adalah sebuah platform edukasi digital yang bertujuan untuk memberdayakan generasi muda Indonesia.
Yakni dengan merombak kerangka berpikir mereka agar lebih mengutamakan logika, empati, dan pandangan ilmiah.
Malaka Project memiliki berbagai program dan kegiatan, termasuk diskusi panel, podcast, dan acara langsung, yang melibatkan tokoh-tokoh muda dari berbagai latar belakang seperti akademisi, musisi, dan profesional di bidang lainnya.
Nama Ferry Irwandi belakangan kian populer karema pendapatnya jernih.
“Kala pemerintahnya berjalan baik, ini semua takkan terjadi. Identfy masalahnya bukan kausalitas. Kenapa anggota DPR merespon seperti itu. Kenapa aparat represif?,” ucapnya.
“Kenapa saat daya beli masyarakat menurun, masyarakat sulit mencari pekerjaan anggota DPR malah naik tunjangan,”
“Kenapa bukan itu yang dibahas. Kenapa yang dibahas selalu adik-adik mahasiswa.”
“Atau wah itu karena aksi terorisme. Penjahatnya bukan kami pak,” kata Ferry dalam acara Rakyat Bersuara di Official iNews.
“1 lawan banyak, tp malah kayak bang ferry yg keliatan paling pinter di sana wkwkwk,”tulis @huhhh192 mengomentarinya.
Ferry Irwandi lahir 16 Desember 1991 (33 tahun). Ia dikenal luas karena konten-konten yang membahas isu-isu politik, pendidikan, filsafat Stoikisme, serta fenomena sosial.
Stoikisme adalah filosofi Yunani kuno yang mengajarkan pengendalian diri dan ketenangan batin dengan fokus pada kebajikan, seperti kebijaksanaan, keberanian, dan keadilan.
Inti dari stoikisme adalah membedakan hal-hal yang dapat dikendalikan (pikiran dan tindakan diri sendiri) dari hal-hal yang tidak dapat dikendalikan (peristiwa eksternal)
Lalu menerima hal-hal di luar kendali dengan ketenangan untuk mencapai kebahagiaan hidup.
Ferry lahir di Kota Jambi, Jambi, pada tahun 1991 dari pasangan perantau Minangkabau asal Sijunjung.
Ayahnya merupakan seorang dosen, dan ibunya adalah seorang karyawan.
Meskipun sejak SMP telah menunjukkan ketertarikan pada dunia seni, seperti teater dan film, tetapi ia menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.
Ketika kuliah, ia aktif dalam klub teater dan grup film SCENE
Pada awalnya, Ferry bekerja sebagai pegawai negeri sipil di bagian hubungan masyarakat Kementerian Keuangan sebagai videografer.
Namun setelah 10 tahun berkarier, ia kemudian mengundurkan diri pada November 2022 dan memulai karier penuh waktunya sebagai pembuat konten.
Ia mulai aktif di YouTube sejak 2010, dan mengisi kanal YouTubenya dengan berbagai topik edukasi, termasuk politik, keuangan, filsafat Stoikisme, dan isu sosial.
Ia kerap mengkritik fenomena negatif seperti promosi judi online oleh influencer. Popularitasnya meningkat setelah menjadi tamu di siniar “Close the Door” milik Deddy Corbuzier pada April 2022.
Pada tahun 2023, Ferry bersama beberapa selebriti internet seperti Jerome Polin dan Coki Pardede meluncurkan Malaka Project di Djakarta Theater.
Proyek ini bertujuan meningkatkan kualitas dan akses pendidikan sebagai kontribusi untuk visi Indonesia Emas 2045.
Ferry juga kerap berkolaborasi dengan tokoh-tokoh lain seperti Fathia Izzati, Rizky Arief Dwi Prakoso, Cania Citta, Aurelia Vizal, Angellie Nabilla, dan Dea Anugrah.
Dalam salah satu videonya, Ferry mengungkapkan adanya hubungan dengan Close The Door dalam bentuk kemitraan profesional berbasis kepemilikan yang menjunjung kebebasan berekspresi dan tidak dibatasi oleh aturan editorial satu arah.
Ferry menjelaskan bahwa channel tersebut dibangun berdasarkan dua kepemilikan, artinya ia adalah salah satu pemilik atau mitra strategis dalam proyek tersebut bersama pihak lain, yang diduga merujuk pada Deddy Corbuzier sebagai figur utama dari “Close The Door
Ferry menegaskan bahwa ia tidak terikat kontrak editorial atau dibayar secara rutin—tidak menerima gaji bulanan, tidak dibayar per konten, dan tidak dimodali untuk produksi.
Kerja sama yang terjalin bersifat setara. Sejak awal, Ferry sudah menyampaikan kemungkinan akan adanya perbedaan pandangan ekstrem di masa depan, termasuk kemungkinan ia mengkritik langsung mitranya tersebut.
Dalam hal ini, Ferry menyatakan bahwa pihak lain menghargai dan menyepakati kondisi tersebut, dan hingga saat ini tidak ada komitmen yang dilanggar.
Ferry dikenal sebagai sosok yang vokal terhadap transparansi dan etika dalam dunia digital.
Ia pernah melaporkan influencer yang mempromosikan judi online.
Di samping itu, ia aktif menyoroti praktik-praktik tidak etis seperti fake giveaway dan klaim penghasilan palsu dari konten kreator lain.
Selain menjadi konten kreator, Ferry juga dikenal sebagai penganut Stoikisme sejak 2017 dan terus membagikan pemikiran-pemikiran filosofis tersebut dalam kontennya. Ia juga seorang seniman musik yang pernah mengikuti festival band di Jambi.