Business is booming.

Profil Antasari Azhar, Ketua KPK Periode Kedua, Meninggal Usia 72 Tahun

Simak Daftar Ketua KPN Sejak Peroden Taufiequrachman Ruki 2003-2007 hingga Setyo Budianto 2024-2008

Antasari Azhar, Ketua KPK periode kedua meninggal dunia dalam usia 72 tahun karena sakit, Sabtu (8/11/2025).

Rencananya sore hari ini jenazahnya akan dimakamkan di Sandiego Hill, Karawang, Jawa Barat.

Antasari Azhar kelahiran 18 Maret 1953  meninggal 8 November 2025 (&2 tahun) adalah mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dia merupakan Ketua KPK periode kedua setelah Taufiequrachman Ruki 29 Desember 2003-16 Desember 2007

Sedang Antazari mulai menjabat pada 16 Desember 2007. Dia diberhentikan secara tetap dari jabatannya pada tanggal 11 Oktober 2009 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pada 11 Februari 2010 Antasari divonis hukuman penjara 18 tahun karena terbukti bersalah turut serta melakukan pembujukan untuk membunuh Nasrudin

Selama masa jabatannya, KPK mencatat sejumlah operasi penting, termasuk penangkapan Jaksa Urip Tri Gunawan dan Artalyta Suryani terkait suap kasus BLBI Syamsul Nursalim.

Kariernya terhenti setelah ia terjerat kasus pembunuhan Direktur PT Rajawali Putra Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen.

Antasari membantah seluruh tuduhan, termasuk perselingkuhan yang disebut menjadi motif pembunuhan.

Ia menempuh upaya hukum mulai dari banding, kasasi, hingga Peninjauan Kembali. Pada 2017, Antasari akhirnya menerima grasi dari Presiden Joko Widodo.

Grasi tersebut mengurangi masa hukumannya, tetapi tidak menghapus pidananya.

Riwayat Pendidikan

Antasari menghabiskan masa kecilnya di Belitung.

Baca Juga:  Profil Kolonel Inf Sigid Hengki Purwanto, Akmil 2000, Pengucap Sapta Marga di HUT TNI ke-78

Baru setelah menamatkan pendidikan SD-nya pada tahun 1965, dia melanjutkan pendidikan SMP dan SMA di Jakarta sampai lulus pada tahun 1971.

Dia melanjutkan pendidikannya dengan masuk Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, Jurusan Tata Negara dan menamatkannya pada tahun 1981.

Pada saat kuliah Antasari sangat aktif berorganisasi.

Ia menjadi Ketua Senat Mahasiswa dan Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa serta aktif di GMNI.

Bahkan dia dengan bangga mengakui bahwa dirinya adalah bekas demonstran pada tahun 1978.

Selain pendidikan formal tersebut, selama dalam karier kejaksaannya, Antasari juga mengikuti sejumlah kursus di antaranya: Commercial Law di University of New South Wales, Sydney dan Investigation for environment law, EPA, Melbourne.

Riwayat Jabatan di kejaksaan

Antasari memulai kariernya dengan bekerja di BPHN Departemen Kehakiman (1981-1985).

Keinginannya menjadi seorang diplomat pun akhirnya berganti setelah dia diterima menjadi jaksa fungsional di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat yang dijalaninya dari tahun 1985 sampai 1989.

Keinginannya untuk tidak pernah berhenti belajar membuat kariernya semakin meningkat.

Tercatat setelah itu, dia menjadi Jaksa Fungsional di Kejaksaan Negeri Tanjung Pinang (1989-1992),

Kasi Penyidikan Korupsi Kejaksaan Tinggi Lampung (1992-1994)

kemudian Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jakarta Barat (1994-1996).

Antasari mulai merasakan posisi puncak dengan menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Baturaja (1997-1999).

Setelah itu ia mulai berkarier di jajaran Kejaksaan Agung.

Tahun 1999, ia menjadi Kasubdit upaya hukum pidana khusus Kejaksaan Agung, Kasubdit Penyidikan Pidana khusus Kejaksaan Agung (1999-2000)

terakhir Kepala bidang hubungan media massa Kejaksaan Agung (2000).

Saat menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (2000-2007) namanya pertama kali dikenal secara luas di publik. Pada saat itu dia gagal mengeksekusi Tommy Soeharto begitu putusan MA turun.

Baca Juga:  Profil Emmeril Kahn Mumtadz, Lahir di Luar Negeri dan Berpulang di Luar Negeri

Ketika eksekusi paksa hendak dilakukan setelah panggilan pada siang harinya tidak berhasil, Tommy sudah tidak ada lagi di Cendana.

Kejadian tersebut memunculkan kesan di masyarakat kesan kalau Antasari sengaja mengulur-ulur waktu eksekusi.

Kontroversi itu tidak menghalangi pengangkatannya menjadi Ketua KPK setelah berhasil mengungguli calon lainnya yaitu Chandra M. Hamzah dengan memperoleh 41 suara dalam pemungutan suara yang dilangsungkan Komisi III DPR.

Daftar Ketua KPK

1 Taufiequrachman Ruki 29 Desember 2003 – 16 Desember 2007

2 Antasari Azhar 16 Desember 2007-6 Oktober 2009

Tumpak Hatorangan Panggabean (Pelaksana Tugas) 6 Oktober 2009 – 20 Desember 2010

3 Busyro Muqoddas 20 Desember 2010-16 Desember 2011

4 Abraham Samad 16 Desember 2011-18 Februari 2015

Taufiequrachman Ruki (Pelaksana Tugas) 20 Februari 2015-20 Desember 2015

5 Agus Rahardjo 21 Desember 2015-20 Desember 2019

6 Firli Bahuri 20 Desember 2019-24 November 2023

Nawawi Pomolango (Pelaksana Tugas) 24 November 2023-16 Desember 2024

7 Setyo Budiyanto 16 Desember 2024-Petahana

 

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...