Profil KH Zulfa Mustofa, Pj PB NU yang Juga Keponakan KH Maruf Amin
Dalam sambutannya, KH Zulfa Mustofa menyampaikan, tidak mau menjadi bagian konflik masa lalu. Tapi ia ingin menjadi solusi jam'iyyah ini di masa depan.
KH Zulfa Mustofa resmi menjadi Ketua Umum (Ketum) PBNU. Hal itu diumumkan Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof M Nuh, Selasa (9/12/2025).
Zulfa Mustofa dengan demikian menggantikan Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) yang diberhentikan oleh Syuriyah PBNU melalui keputusan rapat harian pada 26 November 2025.
KH Zulfa Mustofa berstatus sebagai Penjabat Sementara (Pj) Ketua Umum PBNU masa bakti sisa sekarang sampai Muktamar. Muktamar ke-35 bakal disesuaikan waktunya.
Dalam sambutannya, KH Zulfa Mustofa menyampaikan, tidak mau menjadi bagian konflik masa lalu. Tapi ia ingin menjadi solusi jam’iyyah ini di masa depan. Ia pun mengajak pengurus NU Bersatu.
Zulfa Mustofa adalah keponakan eks Wapres dan Ketua Umum MUI KH Ma;ruf Amin
Profil KH Zulfa Mustofa
Dr. (H.C.) K.H. Zulfa lahir 7 Agustus 1977 (48 tahun). Ia adalah seorang ulama Indonesia yang menjabat sebagai Penjabat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.
Zulfa Mustofa lahir di Jakarta. Ayahnya K.H. Muqarrabin berasal dari Pekalongan, sedangkan ibunya adalah Nyai Hj. Marhumah Latifah berasal dari Kresek, Tangerang 12 kilometer dari Tanara, Serang.
Ibunda Zulfa Mustofa merupakan anak Nyai Hj. Maimunah yang juga ibunda dari ulama terkemuka di Indonesia, yaitu Ma’ruf Amin.
Berarti Zulfa Mustofa juga merupakan cucu kemenakan dari Syekh Nawawi al-Bantani.
Pendidikan formalnya, KH. Zulfa Mustofa mulai di Jakarta hingga kelas 3 SD, di SD Al-Jihad, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Ketika naik kelas 4 SD, beliau melanjutkan sekolah ke Pekalongan sampai tamat.
Beliau kemudian meneruskan pendidikan tsanawiyah ke Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Simbangkulon.
Saat naik ke kelas 2 tsanawiyah, beliau pindah ke Kajen, Margoyoso, Pati, Jawa Tengah.
Ada 2 orang gurunya yang sangat berwibawa dan berkesan untuknya selama nyantri di Kajen, yaitu KH. A Sahal Mahfudh dan KH. Rifa’i Nasuha yang merupakan guru dari Kiai Sahal Mahfudh. Pada tahun 1996, setelah beliau selesai menyelesaikan pendidikan madrasah aliyah nya, pada bulan Ramadan, beliau kembali ke Jakarta.
Namun, keinginannya untuk kuliah ke Timur Tengah, ke Al-Azhar atau ke Makkah, tidak bisa beliau wujudkan karena ayahnya wafat tepat pada malam Idul Fitri.
Sepeninggal ayahnya, beliau kemudian menggantikan posisi ayahnya untuk mengajar di majelis taklim yang diasuh ayahnya semasa hidup, sekitar 5 majelis taklim, walau ketika itu usianya masih sangat muda, 19 tahun.
Zulfa Mustofa sendiri mempunyai majelis taklim yang ia namakan Darul Musthofa.
Zulfa Mustofa menikah dengan Hulwatin Syafi’ah dan dikaruniai beberapa orang anak.
Karier
PJ Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama
Mutasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama
Sekjen Majelis Ulama Indonesia Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Wakil Majelis Pertimbangan MUI Pusat
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama
Ketua Komite Fatwa BPJPH Kementerian Agama
Karya-karya beliau
Dan baru-baru ini, muncul KH. Zulfa Mustofa dengan 2 kitabnya yaitu kitab al-Fatwa wa Ma La Yanbaghi Li al-Mutafaqqih Jahluhu dan yang kedua kitab Diqqat al Qonnas fi Fahmi Kalam al-Imam al-Syafi’i.