Business is booming.

Profil Pandji Pragiwaksono, Dianggap Normalisasi Bullying Lewat Stand Up

“Katanya dah level New York? Tapi kok downgrade ya? Stand up seharusnya mengasah nalar bukan melukai...."@negativisme

Frasa Pandji Normalisasi Bullying dan StandUp Alat Politik menjadi postingan paling popular di X.

Hal ini terkait penampilan Pandji Pragiwaksono yang baru saja menyelesaikan tur stand-up comedy 2025-nya yang bertajuk Mens Rea.

Pertunjukan penutup spektakuler di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, pada 30 Agustus 2025, sukses mendatangkan banyak penonton.

Juga sukses membuatnya menjadi pembicaraan di media sosial.

Namun tayangan tersebut menimbulkan banyak kecaman karena dianggap normalisasi perundungan atau Normalisasi Bullying.

Selain itu dianggap StandUp Alat Politik yang bertujuan menjatuhkan seseorang atau sekelompok orang demi kepentingan politik jangka Panjang.

“Masyarakat perlu diedukasi agar tidak menelan mentah mentah aksi Pandji Normalisasi Bullying karena di balik tawa yang pecah terdapat agenda StandUp Alat Politik yang sangat kental untuk menjatuhkan pihak lawan dengan cara cara yang tidak elegan sama sekali,”tulis akun @jelondangan.

“Komedi seharusnya membuka pikiran bukan menutup empati, Pandji Normalisasi Bullying tampak ketika lawan pandangan dijadikan objek olok olok.  Berulang kali StandUp Alat Politik dipakai mengarahkan emosi publik lewat tawa yang tidak netral,” kata @malesiiin

“Komedi berubah arah saat empati ditinggalkan. Pandji Normalisasi Bullying tumbuh di ruang hiburan. StandUp Alat Politik menjadikan panggung sebagai alat dorong opini,” @nusajjaa

“Katanya dah level New York? Tapi kok downgrade ya? Stand up seharusnya mengasah nalar bukan melukai,  Pandji Normalisasi Bullying menjadikan StandUp Alat Politik dengan membungkus serangan personal sebagai humor,” @negativisme

Baca Juga:  Menteri Lingkungan Hidup Trending Usai Bikin Utas, Netizen Geli?

“Banyak yang tertawa tanpa sadar dampaknya

Pandji Normalisasi Bullying menumpulkan empati. StandUp Alat Politik mengubah kritik jadi serangan,” @nonoknemplok

“Ketika lelucon menjauh dari kritik berimbang Pandji Normalisasi Bullying terasa jelas dan StandUp Alat Politik bekerja halus membentuk opini,” @Viviviviichan

Pandji sendiri menjawab stand upnya sebagai Epilog Mens Rea. Surat untuk masa depan Indonesia.

Profil Pandji Pragiwaksono 

Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo, S.Sn. lahir 18 Juni 1978. Ia adalah aktor, pelawak tunggal, presenter, penulis, rapper, penyiar radio, dan sutradara Indonesia.

Pandji tercatat sebagai mahasiswa Desain Produk, Jurusan Desain, Fakultas Seni Rupa dan Desain di Institut Teknologi Bandung.

Pandji lahir di Singapura dari ayah berdarah Jawa dan ibu berdarah Palembang.

Keluarga Pandji pindah dari Jakarta ke Singapura di awal tahun 1970an karena ayah Pandji bekerja di sebuah kontraktor minyak bumi di Singapura.

Sedangkan ibunya adalah seorang bankir.

Dilansir dari  WIkipedia, Pandji memulai kariernya sebagai penyiar radio di Hard Rock FM Bandung dari tahun 2001 sampai dengan 2003 bersama Tike Priatnakusumah.

Kemudian pindah ke Jakarta, ia tetap menjadi penyiar Hard Rock di Jakarta selama tujuh tahun,kemudian ia terkenal karena kolaborasinya bersama Steny Agustaf.

Pandji juga memandu acara reality show Kena Deh yang ditayangkan di Trans7 dan mendapat sambutan populer, dan ditayangkan semula di ANTV pada 2008.

Kemudian Pandji menjadi pembawa acara di program game show Hole in the Wall yang ditayangkan di RCTI pada tahun 2007 hingga 2008.

Dia juga pernah memandu acara siaran pertandingan NBA di JakTV, karena dia sangat berminat dengan olahraga basket.

Dia menjadi presenter acara Kok Bisa? yang mengulas sisi menarik dari film yang ditayangkan pula di JakTV.

Baca Juga:  Zahra Nur Khaulah Muncul Lagi dan Langsung Tranding

Pada tahun 2011 hingga 2015, Pandji menjadi Host pada kompetisi Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) KompasTV. Mulai dari tahun 2016 hingga saat ini Pandji “naik jabatan” menjadi Juri pada kompetisi tersebut.

Hingga sekarang ia menjadi komika ternama yang kehadirannya selalu di nanti banyak orang.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...