Business is booming.

Profil Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Anggap MBG Lebih Penting dari Lapangan Kerja

Alasannya MBG sebagai bagian dari kebutuhan dasar masyarakat khususnya pangan dan gizi yang tidak bisa ditunda.

Bappenas trending di X. Hal ini terkait  pernyataan Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi agenda paling krusial dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Apakah MBG lebih penting dari memberi lapangan kerja? Saya mengatakan MBG lebih mendesak daripada lapangan kerja,” ujarnya  dalam acara Prasasti Economic Forum di The Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Kamis 29 Januari 2026.

Alasannya MBG sebagai bagian dari kebutuhan dasar masyarakat khususnya pangan dan gizi yang tidak bisa ditunda.

“MBG penting, lapangan kerja penting, tetapi MBG lebih mendesak. Ada yang bilang, tolong kasih kail, jangan ikan. Kalau dikasih kail, sudah keburu mati,”imbuhnya.

Profil Rachmat Pambudy

Rachmat Pambudy lahir 23 Desember 1959 (66 tahun). Ia adalah seorang politikus dan akademisi berkebangsaan Indonesia.

Meskipun ada spekulasi yang mengaitkan Rachmat dengan Partai Gerindra sejak 2008, ia bukan anggota resmi partai tersebut.

Pada 2018, Rachmat bekerja sebagai komisaris independen di Nusantara Sawit Sejahtera.

Saat ini, ia menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional di Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Ketika Bungaran Saragih menjadi menteri pertanian pada tahun 2000, Rachmat ditunjuk sebagai staf ahli yang membidangi pengembangan agribisnis, kemudian dipindahtugaskan di bidang hubungan antar lembaga sampai 2004.

Baca Juga:  Pelantikan 350 Perwira Prajurit Karier Oleh Panglima TNI, Apa Itu Perwira Karier TNI?

Selain itu, ia pernah menjabat Ketua Dewan Pengawas Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik sejak 2003 hingga 2007.

Rachmat juga aktif sebagai pengurus dari Himpunan Kerukunan Tani Indonesia.

Ia pernah diberi mandat sekretaris jenderal hingga wakil ketua umum mendampingi Prabowo Subianto selaku ketua umum periode 2010–2015.

Pascapilpres 2009, Rachmat diajukan oleh ketua dewan pembina partai Prabowo Subianto sebagai menteri pertanian di Kabinet Indonesia Bersatu II.

Meski diusulkan, Rachmat bukan merupakan anggota Gerindra. Tidak hanya dia, kader Gerindra lainnya, Widjono Harjanto dan Fadli Zon turut diajukan sebagai menteri kabinet.

Namun, keduanya tidak dipilih oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sekaligus membatalkan bergabungnya Gerindra di pemerintahan.

Rachmat adalah seorang akademisi di bidang Agribisnis dan telah mengabdi di Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai Dosen Terakreditasi Bidang Agribisnis.

Selain peran tersebut, ia juga menjabat sebagai Guru Besar dalam bidang Kewirausahaan di IPB. Melalui posisinya ini, ia berkontribusi pada pengembangan pendidikan dan penelitian di sektor agribisnis dan kewirausahaan di Indonesia.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...