Polda DIY Bantah Keluarkan Tembakan Saat Pengamanan Aksi Massa
“Kami tegaskan selama kegiatan pengamanan berlangsung, petugas kami tak dilengkapi senjata. Ada pun suara yang terjadi berasa dari suara petasan,”kata Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ichsan Nur.
Polda DIY trending terkait aksi demo massa dan bantahan narasi yang beredar.
Narasi yang dimaksud terkait adanya suara gas air mata ataupun tembakan peringatan yang diunggah diantaranya oleh akun Instagram @daffa_dapuk dan @kompascom.
“Kemudian terkait informasi yang beredar mengenai adanya suara tembakan gas air mata dan tembakan peringatan. Dapat kami tegaskan bahwa informasi itu tak benar,”kata Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ichsan Nur.
“Kami tegaskan selama kegiatan pengamanan berlangsung, petugas kami tak dilengkapi senjata. Ada pun suara yang terjadi berasa dari suara petasan,” imbuhnya.
Faktanya suara tersebut merupakan suara dari petasan dan tidak berselang lama, warga masyarakat juga langsung dapat melintas ring road depan Mapolda DIY dengan normal.
Kombes Pol Ichsan Nur yang merupakan alumni Akpol 1999 itu membenarkan sempat menahan tiga mahasiswa peserta aksi.
Namun malam itu juga sudag dibebaskan setelah memanggil pihak rektorat.
Seperti diketahui, massa aksi menggeruduk markas Polda DI Yogyakarta, Selasa (24/2/2026) petang.
Menurut informasi yang beredar, aksi tersebut dilaksanakan mulai pukul 16.30 WIB. Titik parkir di kawasan UPN Yogyakarta.
Mereka menyebut aksi tersebut sebagai wujud kemarahan masyarakat terhadap kasus oknum anggota Brigade Mobil (Brimob) yang menganiaya bocah hingga tewas di Maluku.
Persisnya pelajar bernama Arianto Tawakal trending, 14 tahun yang tewas karena aksi kekerasan seorang personel Brimob di Kota Tual, Maluku Tenggara.
Kapolda Maluku Minta Irjen Pol. Prof. Dadang Hartanto sudah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada keluarga korban atas insiden kekerasan yang berujung kematian.
Polres Tual juga telah menetapkan Bripda MS sebagai tersangka dalam kasus meninggalnya Arianto Karim Tawakal.
Ternyata itu belum cukup dengan aksi massa berpakaian serba hitam mendatangi Markas Polda DIY pada Selasa (24/2) sekitar pukul 18.30 WIB.
Mayoritas massa terlihat mengenakan penutup wajah.
Mereka sempat memblokade Jalan Ring Road Utara di depan Mapolda DIY.
Massa juga melakukan vandalisme pada pagar Mapolda DIY hingga menjebol pintu gerbang.
Kronologi Aksi Massa di Polda DIY
Pukul 16.30 WIB aksi massa mulai muncul dengan iitik parkir di kawasan UPN Yogyakarta.
Pukul 18.30 WIB massa mulai mendatangi polda DIY.
Pukul 18.45 WIB massa pengunjuk rasa mulai melakukan pengrusakan dengan pelemparan, pengerusakan traffic cone hingga merobohkan pagar.
Pukul 19.47 WIB jalan ditutup karena unjuk rasa depan polda DIY.
Sebuah video memperlihatkan sekelompok orang yang mengatasnamakan ormas dan komunitas Yogyakarta mengklaim telah memukul mundur massa aksi di depan Polda DIY.