Business is booming.

Tabrakan Sesama Transjakarta di Jalur Langit, Karena Jalan Bolong atau Faktor Sopir?

“Supir bis di jalur atas itu sering banget ngebut!! Sekarang bis tabr4kan begini tanggungjawab siapa?

Transjakarta trending. Ternyata karena kecelakaan sesama bus Transjakarta di Jalur Langit Koridor 13.

Tabrakan tepatnya di sekitar Halte Cipulir, Jakarta Selatan, pada Senin (23/2/2026) pagi.

Sejumlah penumpang dilaporkan mengalami luka-luka, diduga akibat terkena pecahan kaca dari bus yang bertabrakan.

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui penyebab terjadinya kecelakaan.

Aku @PT_Transjakarta hanya menginformasikan bahwa Koridor 13, Rute 13B, Rute L13E dan Rute JAK 107 mengalami keterlambatan kedatangan bus dikarenakan adanya kepadatan lalu lintas di sekitar kolong JORR.  “Mohon maaf atas ketidaknyamanannya,” tulisnya.

Namun di kolom komentar netizen mengabarkan adanya kecelakaan di jalur langit koridor 13.

“Cipulir jalur langit, tj dengan tj adu muka,” tulis akun @temphik

“Kecelakaan tadi pagi di Koridor 13 belum ada statement resmi dari pihak TransJakarta nih ‘min?,”@thenamesisk

“Halo Min, ini kondisi di Koridor 13 saat ini di sekitar Halte Cipulir. Cc:  @RadioElshinta @TMCPoldaMetro,” @adekmht

“Katanya ada kecelakaan juga di jalur swadarma-cipulir?,” @aduhpusimg

“Dijalur atas menuju halte cipulir juga macet gara2 kecelakaan min coba diinfo ke penumpang yang dihalte purbet sama dmasiv kasian udah panjang antriannya,” @Tawwwsss

“Bukannya ada kecelakaan ya di koridor 13?,” @vanillaberrycat

“Supir bis di jalur atas itu sering banget ngebut!! Sekarang bis tabr4kan begini tanggungjawab siapa? Harusnya ini jadi pelajaran dan teguran keras untuk supir bis koridor 13 supaya hati-hati kalian ini bawa nyawa manusia,” @vinsmokesbabe

Baca Juga:  Fauci Peringatkan Varian Lebih Ganas Daripada Delta

Selain perilaku sopir seperti disampaikan akun @vinsmokesbabe kerusakan jalan di jalur 13 juga diduga sebagai penyebabnya.

“Jadi kapan jalan bolong di jalur  @Jalurkoridor13

dibenerin  @PT_Transjakarta?,” tulis akun @ALTheDiscreet.

“Pagi ini udah ada kecelakaan adu banteng, loh. Ditengarai gara2 driver ngehindarin jalanan bolong sampe pindah jalur. Mo nunggu sampe lebih parah lagi?,” katanya lagi seraya membagikan berita jalur langit yang banyak  lubang-lubang jalannya.

Dalam video yang dimuat detik.com  memang menunjukkan permukaan jalan yang tidak rata di jalur layang Koridor 13.

Kondisi ini berisiko bagi operasional bus dan penumpang. Perbaikan segera diharapkan agar layanan transportasi

Tentang Jalur Langit Koridor 13

Koridor 13 Transjakarta adalah koridor Transjakarta yang beroperasi jurusan Tegal Mampang hingga CBD Ciledug.

Pada peta perjalanan, koridor ini diberi warna ungu.

Koridor ini melintasi Jalan HOS Tjokroaminoto, Jalan Ciledug Raya, Jalan Kebayoran Lama, Jalan Kyai Maja, Jalan Sisingamangraja, Jalan Trunojoyo, Jalan Wolter Monginsidi, dan Jalan Kapten Tendean.

Koridor 13 adalah satu-satunya koridor utama BRT Transjakarta yang melintasi dua provinsi, yaitu Provinsi Banten dan DKI Jakarta.

Koridor 13 adalah koridor BRT pertama dan satu-satunya Transjakarta saat ini yang memiliki jalur layang khusus untuk jalurnya sendiri.

Publik lantas melabeli Namanya dengan jalur langit.

Dari Jalan Kapten Tendean sampai dengan Jalan Ciledug Raya di dekat perempatan dengan Jalan Adam Malik (perbatasan Provinsi DKI Jakarta dan Banten), jalur Koridor 13 membentang setinggi 18 hingga 23 meter di atas permukaan jalan.

Panjang jalur 9,3 kilometer dan lebar 8 meter.

Jalur langit  tersebut steril dari kendaraan pribadi dan kendaraan lainnya.

Halte yang berada di jalur layang adalah Halte Rawa Barat, Halte Pasar Santa, Halte CSW 1, Halte Mayestik, Halte Velbak, Halte Kebayoran Lama, Halte Seskoal, Halte Cipulir, Halte Swadarma ParagonCorp, dan Halte JORR.

Sementara halte yang berada sebidang jalan raya adalah Halte Tegal Mampang dan Halte Petukangan d’Masiv yang berturut-turut merupakan ujung timur dan barat jalan layang, beserta Halte Puri Beta 1, Puri Beta 2, dan Halte CBD Ciledug.

Baca Juga:  Profil Kolonel Cpl Adolf Surung Simanjuntak, Akmil 1997, Aslog Kaskogabwilhan 1

Namun, petak jalur sebidang jalan raya antara Halte CBD Ciledug hingga Halte Petukangan d’Masiv, yakni di Jalan HOS Tjokroaminoto, Tangerang, tidak memiliki jalur khusus bus (busway) terpisah.

Sehingga bus dapat datang terlambat jika terjadi kemacetan lalu lintas di jalan tersebut.

Selain dilengkapi dengan eskalator pada beberapa haltenya, koridor ini juga terintegrasi dengan Commuter Line Rangkasbitung di Stasiun Kebayoran dan Koridor 8 melalui Halte Velbak, juga MRT Jakarta di Stasiun ASEAN, dan Koridor 1 melalui Halte CSW 1.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...