Fauzan Trending karena Dibully Outfitnya, Kini Sudah Mau Sekolah Lagi
Remaja asal Sei Berombang, Labuhanbatu, Sumatera Utara, sempat terpukul dan mengurung diri di kamarnya atas ledekan wanita tersebut di medsos.
Fauzan trending. Namanya menjadi perbincangan karena pakaian atau outfit-nya dibully seorang wanita.
Remaja asal Sei Berombang, Labuhanbatu, Sumatera Utara, sempat terpukul dan mengurung diri di kamarnya atas ledekan wanita tersebut di medsos.
Bahkan ia sempat tidak mau masuk sekolah karena beban mental yang dialaminya.
Padahal baju yang diledeknya itu adalah pemberian terakhir ibunya yang meninggal dunia saat malam takbiran.
Kisah Fauzan ini mengundang simpati banyak pihak. Ia dianggap korban bullying di media sosial.
Perwakilan Pemkab dan Polres Pelabuhan Batu langsung turun tangan mendatangi rumahnya dan mencoba ikut mengatasinya.
Melalui Instagram @polres.labuhanbatu mereka menunjukkan kepeduliannya terhadap korban bullying dengan menghadirkan kegiatan trauma healing untuk Fauzan.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Kapolsek Panai Hilir IPTU Yuna H. Gultom, S.H., M.H., bersama pemerintah setempat yang berlangsung di Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu (1/4/2026).
Dalam suasana hangat, Kapolsek Panai Hilir menyampaikan pesan Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.Si., kepada Fauzan agar tetap kuat, percaya diri, dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa.
Selain itu, diberikan juga tali asih berupa tas, seragam, dan sepatu sekolah sebagai bentuk perhatian dan penyemangat.
Polres Labuhanbatu mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mencegah bullying, lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
Juga saling menghargai satu sama lain. Kepedulian kecil hari ini diharapkan mampu mengembalikan senyum dan harapan bagi masa depan anak-anak kita.
Per tanggal 3 April 2026, pihak wanita yang mengejek Fauzan dilaporkan telah menyampaikan permintaan maaf secara resmi.
Wanita tersebut telah mengunggah video klarifikasi dan permohonan maaf kepada Fauzan serta keluarganya.
Dalam pernyataannya, ia mengakui kesalahannya dan memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi.
Setelah mendapat kunjungan dan dukungan dari berbagai pihak, Fauzan yang sebelumnya sempat mengurung diri akhirnya menyatakan kesediaannya untuk kembali bersekolah dan melanjutkan pendidikannya.