Business is booming.

Nabire Trending, Akan Ada Demo Terkait Operasional Freeport

Munculnya pendapat dari sejumlah netizen bahwa Nabire aman membuat kota itu makin banyak memperoleh sorotan.

Nabire trending di X pada Selasa (7/4/2026).

Hal itu  terkait  rencana aksi demonstrasi besar yang diinisiasi oleh Front Rakyat Papua Bergerak (FRB).

Aksi untuk menyuarakan aspirasi terkait operasional PT Freeport Indonesia, Majelis Rakyat Papua (MRP), dan evaluasi Otonomi Khusus (Otsus).

Munculnya pendapat dari sejumlah netizen bahwa Nabire aman membuat kota itu makin banyak memperoleh sorotan.

“Tetap aman Nabire jaga kamtibmas saat demo.”

“Semangat Nabire! jaga kamtibmas aksi demo PT Freeport.”

“Salut Nabire jaga stabilitas antisipasi aksi Freeport.”

“Bravo masyarakat Nabire, kawal kamtibmas menjelang demo.”

“Bangga Nabire! pertahankan ketertiban jelang aksi Freeport.”

Demikian sejumlah netizen dengan menampilkan wajah warga Nabire dengan pernyaannya.

Nabire adalah sebuah kabupaten sekaligus ibu kota Provinsi Papua Tengah, Indonesia, yang terletak di pesisir utara Papua.

Dikenal sebagai “Kota 1000 Kenangan” dan daerah tertua di Papua, Nabire kini berfungsi sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, serta gerbang penghubung utama bagi wilayah sekitarnya

Aparat keamanan secara tegas melarang aksi long march (jalan kaki jarak jauh) untuk mencegah kemacetan dan potensi gangguan ketertiban di pusat kota.

Massa diarahkan untuk langsung menuju titik orasi di Kantor DPRP Papua Tengah menggunakan kendaraan yang telah disediakan.

Sebanyak 785 personel gabungan TNI-Polri disiagakan di lima titik kumpul utama untuk memantau pergerakan massa dan memastikan situasi tetap kondusif.

Sebagai langkah antisipasi guna mencegah tindakan anarkis selama demo, pemerintah setempat sempat mengeluarkan kebijakan untuk membatasi atau menghentikan sementara penjualan minuman keras (miras) dan bahan bakar minyak (BBM) di beberapa titik.

Baca Juga:  Profil Yessica Tamara alias Chika JKT48, Berulang Tahun ke-21 dan Umumkan Lulus dari JKT48

Selain di Papua Tengah, Polri juga menyiapkan personel ke Maluku Utara untuk memperkuat pengamanan menyusul dinamika kamtibmas di kedua wilayah. ]

Sebanyak 148 personel gabungan dijadwalkan berangkat ke Nabire, Papua Tengah, pada Minggu (5/4) sementara sebagian personel telah lebih dulu dikirim ke Maluku Utara.

Penguatan personel dilakukan menyusul konflik antarwarga di Halmahera Tengah, Maluku Utara, yang dipicu dugaan pembunuhan dan berkembang menjadi aksi saling serang hingga menimbulkan korban jiwa serta kerusakan.

Aparat TNI-Polri bersama pemerintah daerah bergerak cepat hingga situasi berangsur kondusif.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...