Business is booming.

Dugaan Korupsi Rektor Unsoed Dkk, Enam Tersangka dan Tiga Klaster

Tim penyidik KPK berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp665 juta yang ditemukan disimpan di kantong kresek hitam di ruang kerja Kabag Akademik, Eko Sumanto.

KPK mengumumkan enam tersangka dalam kasus pemerasan terkait penerimaan mahasiswa baru (maba) di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).

Hal itu disampaikan Achmad Taufik Husein, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Penyidikan KPK didampingi Budi Prasetyo, Juru Bicara KPK di Gedung Merah Putih pada Jumat (21/8/2026) malam.

Dari total 14 orang  yang sebelumnya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) enam orang ditetapkan sebagai tersangka.

Merela adalah Prof. Akhmad Sodiq (Rektor Unsoed), Prof. Norman Arie Prayogo (Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unsoed)

Lalu Eko Sumanto (Kepala Bagian Akademik Unsoed), Dian Mulia Wardhana (Pihak Swasta / Perantara).

Adhi Wiharto (Pihak Swasta / Perantara) dan terakhir Mulyono (Pihak Swasta, keponakan dari Rektor)

Kasus ini bermula dari dugaan pemerasan dan gratifikasi pada proses penerimaan mahasiswa baru, khususnya di Fakultas Kedokteran (FK) Unsoed.

Modus Pemerasan adalah rektor  Unsoed memberikan akses pengondisian agar persetujuan kelulusan diberikan kepada calon maba yang menyetorkan sejumlah uang ratusan juta rupiah.

Ironisnya, meskipun orang tua calon mahasiswa sudah menyetorkan uang sesuai kesepakatan lewat perantara (DMW dan AW), anak mereka tetap dinyatakan tidak lulus seleksi.

Karena tidak lulus, orang tua korban menuntut uang mereka kembali. Tersangka Norman (Wakil Rektor III) dengan sepengetahuan Rektor kemudian meminjam uang ke pihak swasta lain untuk menutupi pengembalian dana tersebut dengan jaminan pencairan anggaran tertentu di kampus.

Baca Juga:  Wulan Guritno Trending, Jadi Pemeran Utama Serial Film "Open BO"

Dalam operasi tangkap tangan ini, tim penyidik KPK berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp665 juta yang ditemukan disimpan di kantong kresek hitam di ruang kerja Kabag Akademik, Eko Sumanto.

Juga Saldo rekening senilai Rp99 juta.

Para tersangka langsung ditahan untuk 20 hari pertama di Rumah Tahanan (Rutan) KPK Cabang Gedung Merah Putih demi kepentingan penyidikan.

Achmad Taufik Husein menjelaskan bahwa dari enam tersangka, terdiri dari tiga klister atau pengelompokan.

1 Klaster Pembuat Kebijakan & Pengondisian (Pejabat Kampus)

Prof. Akhmad Sodiq (Rektor Unsoed) berperan sebagai otoritas tertinggi yang menyalahgunakan wewenangnya untuk mengondisikan kuota kelulusan.

Rektor menyetujui “titipan” calon mahasiswa baru (maba), khususnya di Fakultas Kedokteran (FK), dengan imbalan tarif uang ratusan juta rupiah per kepala.

Prof. Norman Arie Prayogo (Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan) yang berperan membantu rektor mengelola urusan non-akademik maba serta mencari dana talangan.

Ketika calon maba yang sudah membayar ternyata tetap tidak lulus dan orang tuanya menuntut uang kembali, Norman—atas sepengetahuan Rektor—meminjam uang dari pihak swasta untuk mengembalikan dana tersebut menggunakan jaminan anggaran proyek kampus ke depan.

2 Klaster Administrasi & Eksekutor Teknis

Eko Sumanto (Kabag Akademik Unsoed) berperan sebagai eksekutor teknis yang memproses data kelulusan sesuai instruksi rektor.

Eko juga berfungsi sebagai tempat penampungan uang tunai hasil pemerasan; terbukti saat OTT, uang tunai senilai Rp665 juta ditemukan langsung di dalam ruang kerjanya.

3 Klaster Broker, Pengepul, & Perantara (Pihak Swasta)

Yakni Dian Mulia Wardhana (DMW) & Adhi Wiharto (AW). Mereka berperan sebagai broker atau penghubung di lapangan. Mereka bertugas mendekati orang tua calon mahasiswa, menawarkan “kursi aman” di FK Unsoed, menegosiasikan tarif, hingga mengumpulkan uang setoran dari para korban.

Baca Juga:  Peringatan Hari Pacar Nasional 1 Agustus, Ini Sejarah dan Maknanya

Mulyono alias Nono (Keponakan Rektor) berperan sebagai perantara ring satu. Nono menjadi jembatan berlapis (layering) yang bertugas menyalurkan uang komitmen dari broker swasta (DMW dan AW) agar bisa masuk ke lingkaran pejabat utama kampus tanpa terendus secara langsung.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...