Profil Emil Audero Mulyadi, Pahlawan Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Sebagai penjaga gawang utama, Emil menunjukkan kelasnya sebagai kiper berpengalaman Eropa lewat peran-peran krusial berikut selama pertandingan puncak, final FIFA ASEAN Cup 2026
Timnas Indonesia berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Thailand secara dramatis di babak final FIFA ASEAN Cup 2026
Kemenangan bersejarah ini memutus “kutukan” 6 kali runner-up di edisi Piala AFF terdahulu dan mengakhiri penantian 35 tahun gelar juara tingkat senior sejak SEA Games 1991.
Dan Emil Audero Mulyadi bertindak sebagai pahlawan penentu kemenangan dramatis Timnas Indonesia atas Thailand pada babak final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Sebagai penjaga gawang utama, Emil menunjukkan kelasnya sebagai kiper berpengalaman Eropa lewat peran-peran krusial berikut selama pertandingan puncak.
Sepanjang waktu normal hingga babak tambahan waktu (extra time), laga berjalan sangat sengit dan berakhir imbang 2-2.
Di bawah gempuran lini serang Thailand, kiper Rayo Vallecano ini melakukan serangkaian penyelamatan penting untuk mencegah gawang Indonesia kebobolan lebih banyak gol.
Puncak kejeniusan Emil terjadi saat laga harus diselesaikan lewat drama adu penalti.
Ketangguhannya sukses memberikan tekanan mental besar bagi para eksekutor Thailand.
Thailand hanya mampu menyarangkan dua gol lewat Manuel Bihr dan Waris Choolthong.
Penendang Thailand lainnya, Sarach Yooyen, gagal setelah sepakannya membentur mistar gawang akibat ruang tembak yang dipersempit ruang geraknya oleh Emil.
Saat Indonesia memimpin skor 4-2, Thailand mengirimkan Nattapong Sayriya sebagai algojo terakhir.
Dengan ketenangan luar biasa, Emil sukses menepis dan mengamankan bola tendangan Nattapong. Penyelamatan gemilang itu seketika mengunci kemenangan Indonesia.
Ketenangan Emil di bawah mistar gawang memberikan rasa aman luar biasa bagi lini belakang Indonesia.
Hal ini terbukti dari efektivitas 4 eksekutor penalti Indonesia (Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama) yang sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna tanpa celah karena mengetahui kiper mereka tampil solid di belakang.
Kualitas eropa dan jam terbang tinggi yang dibawa Emil dari kompetisi Italia hingga Spanyol menjadi pembeda besar yang menuntaskan dahaga trofi juara sepak bola Asia Tenggara bagi Skuad Garuda.
Emil Audero Mulyadi adalah penjaga gawang profesional kelahiran Indonesia dengan rekam jejak panjang di kasta tertinggi liga Eropa.
Lahir di Mataram, Nusa Tenggara Barat, ia memiliki darah campuran Indonesia (ayah) dan Italia (ibu).
Setelah lama berkarier di Italia dan sempat membela tim nasional muda Italia, Emil resmi menjadi WNI pada 10 Maret 2025 dan langsung menjadi pilar krusial di bawah mistar Skuad Garuda.
Emilio Audero Mulyadi lahir di Mataram, NTB, 18 Januari 1997
Tinggi Badan 192 cm. Orang Tua Bernama Edy Mulyadi (Ayah) & Antonella Audero (Ibu).
Klub Saat Ini Rayo Vallecano (La Liga, Spanyol – pinjaman dari Como 1907)
Berikut perjalanan kariernya
Juventus (2008–2019): Emil menimba ilmu di akademi Juventus sejak usia 11 tahun.
Ia menembus tim utama sebagai kiper ketiga di bawah Gianluigi Buffon dan menjalani debut Serie A pada Mei 2017 melawan Bologna.
Venezia & Sampdoria (2017–2024): Demi menit bermain, ia sempat dipinjamkan ke Venezia. Kariernya melesat tajam saat membela Sampdoria, di mana ia menjadi kiper utama yang tak tergantikan dan mencatatkan lebih dari 160 penampilan di Serie A.
Inter Milan (2023–2024): Emil bergabung dengan status pinjaman ke raksasa Inter Milan dan sukses turut merasakan gelar Juara Serie A (Scudetto) serta Supercoppa Italiana.
Como, Palermo, & Cremonese (2024–2026): Ia resmi dibeli oleh Como 1907 pada tahun 2024.
Sempat menjalani masa pinjaman di Palermo, ia kemudian dipinjamkan ke Cremonese untuk musim 2025/2026 dan menjadi kiper dengan catatan penyelamatan terbanyak di Serie A kala itu.
Rayo Vallecano (2026–Sekarang): Di bursa transfer musim panas 2026, Emil dipinjamkan ke klub La Liga, Rayo Vallecano.
Ini menjadikannya sebagai salah satu kiper utama asal Indonesia pertama yang mencicipi atmosfer kasta tertinggi Liga Spanyol.
Karier Internasional
Meskipun sempat membela Timnas Italia dari kelompok umur U-15 hingga U-21, kecintaannya pada tanah kelahiran membuatnya memilih pindah federasi ke Indonesia pada awal tahun 2025.
Kehadirannya langsung mendongkrak kualitas pertahanan Timnas Indonesia, dengan puncaknya menepis penalti penentu yang membawa Indonesia menjuarai turnamen tingkat regional.