Marsda TNI Ian Fuady, AAU 1993 Terbaik, Kini Jabat Pangkoopsau
Ia menggantikan Marsda TNI Djoko Hadipurwanto yang menjabat Pangkoopsau sejak tanggal 10 Agustus 2025.
Marsekal Muda (Marsda) TNI Ian Fuady resmi menjabat sebagai Panglima Komando Operasi TNI AU (Pangkoopsau) per Oktober 2026.
Ia menggantikan Marsda TNI Djoko Hadipurwanto yang menjabat Pangkoopsau sejak tanggal 10 Agustus 2025.
Marsda TNI Djoko Hadipurwanto kini menjabat Asisten Personel (Aspers)
Marsda TNI Ian Fuady dan Marsda TNI Djoko Hadipurwanto sama-sama alumni AAU 1993.
Marsda TNI Ian Fuady dikenal luas sebagai penerbang tempur legendaris F-16 Fighting Falcon yang pernah terlibat langsung dalam aksi heroik intersepsi jet tempur US Navy F/A-18 Hornet di atas Kepulauan Bawean pada tahun 2003.
Ian Fuady kelahiran Cimahi, Jawa Barat, 15 Maret 1972
Ia seorang penerbang dengan panggilan sandi (call sign) “Hyena”
Ian Fuady merupakan lulusan terbaik Akademi Angkatan Udara (AAU) 1993 dan dianugerahi penghargaan Adhi Makayasa.
Setelah itu, beliau kembali menjadi lulusan terbaik Sekolah Penerbang (Sekbang) TNI AU Angkatan ke-48 pada tahun 1995.
Nama Ian Fuady tercatat dalam sejarah pertahanan Indonesia lewat Insiden Bawean pada 3 Juli 2003.
Saat itu, beliau yang berpangkat Kapten menjadi pilot Falcon 1 (pesawat F-16 TS-1603) bersama Fajar Adrianto.
Mereka terbang menyergap (intercept) lima jet tempur F/A-18 Hornet milik US Navy (Angkatan Laut AS) yang bermanuver tanpa izin di ruang udara Indonesia.
Dalam situasi dogfight yang sangat menegangkan karena rudal Hornet AS sempat mengunci F-16 TNI AU, Kapten Ian Fuady tetap tenang melakukan manuver taktis hingga pesawat asing tersebut keluar dari wilayah kedaulatan RI.
Sebagai penerbang tempur dengan call sign “Hyena”, beliau merupakan salah satu pilot F-16 Fighting Falcon paling berpengalaman di Indonesia.
Beliau berhasil meraih lencana prestasi 1.000 dan 2.000 jam terbang khusus dengan pesawat jet tempur F-16.
Secara total, akumulasi jam terbang beliau mencapai 2.389 jam 20 menit di berbagai pesawat latih dan tempur (termasuk Hawk MK-53 dan KT-1B Wong Bee).
Di luar kokpit pesawat, kemampuan intelektualnya teruji saat dipercaya menjadi Atase Pertahanan (Athan) RI di KBRI Tokyo, Jepang (2014–2018).
Beliau berhasil memperkuat kerja sama strategis dan diplomasi pertahanan antara TNI dengan Japan Self-Defense Forces (JSDF).
Riwayat Pendidikan
Akademi Angkatan Udara (AAU): Lulusan Terbaik & Peraih Penghargaan Adhi Makayasa (1993)
Sekolah Penerbang (Sekbang) TNI AU: Angkatan ke-48 (Lulusan Terbaik, 1995)
Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Sekkau): (2002)
Sekolah Staf dan Komando TNI AU (Seskoau): (2007)
Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI): (2019)
Riwayat Jabatan
Kabinlat Wing 3 Lanud Iswahjudi
Komandan Skadron Udara 3 (Danskadron 3) Lanud Iswahjudi (2009–2011)
Pabandya Jakstra Paban I Renstra Srenaau (2011)
Atase Pertahanan (Athan) RI di KBRI Tokyo, Jepang (2014–2018)
Direktur Pendidikan (Dirdik) Kodiklatau (2020–2022)
Komandan Lanud Roesmin Nurjadin (Danlanud Rsn) Pekanbaru (2022–2023)
Staf Khusus KSAU (2023–2024)
Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) KSAU (2024–2026)
Panglima Komando Operasi TNI AU (Pangkoopsau) (2026–Sekarang)