Profil Brigjen Pol Arif Makhfudiharto, Akpol 1996, Raih Bintang Dua di BNPT
Arif berhasil menggeser stigma penanganan terorisme dari yang awalnya murni penegakan hukum menjadi pemulihan kesejahteraan ekonomi.
Brigjen Pol. Arif Makhfudiharto, S.I.K., M.H. memperoleh promosi menjadi Perwira Tinggi (Pati) Densus 88 AT Polri dengan penugasan sebagai Deputi Deradikalisasi di Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Alumni Akpol 1996 itu naik pangkat menjadi Inspektur Jenderal Polisi (Bintang Dua) berdasarkan Surat Telegram Kapolri pada 11 Oktober 2026.
Irjen Pol Arif Makhfudiharto memiliki keahlian mendalam di bidang Intelijen dan Bina Sosialisasi.
Selama menjabat sebagai Direktur Identifikasi dan Sosialisasi (Diridensos) Densus 88 AT Polri, ia berhasil menggeser stigma penanganan terorisme dari yang awalnya murni penegakan hukum menjadi pemulihan kesejahteraan ekonomi.
Berhasil menggandeng berbagai BUMN dan instansi pemerintah, seperti kunjungan kerjanya ke PT Sang Hyang Seri (SHS) untuk melibatkan mantan narapidana terorisme (eks-napiter) dalam pengelolaan lahan pertanian padi, budidaya ikan lele, dan peternakan domba.
Menjalin kolaborasi strategis dengan Kementerian Pertanian di BBPKH Cinagara dan BRMP TRI Sukabumi untuk memberikan pelatihan kemandirian ekonomi berbasis pertanian bagi eks-napiter dan keluarganya.
Ia juga bekerja sama dengan sektor swasta (seperti PT Astra) untuk melatih puluhan eks-napiter di berbagai wilayah pulau Sumatra agar memiliki keahlian teknis nyata, seperti menjadi teknisi AC profesional, guna mempermudah reintegrasi sosial mereka.
Kinerja solidnya di bidang penanggulangan terorisme tecermin dari kepercayaan besar yang diberikan oleh pimpinan Polri dan negara:
Yakni kenaikan pangkat cepat menjadi Brigadir Jenderal pada akhir 2021, lalu kembali dipercaya naik pangkat menjadi Inspektur Jenderal (Bintang Dua) pada Oktober 2026 berkat keberhasilannya memimpin struktural identifikasi terorisme.
Di kalangan kolega kepolisian maupun masyarakat sipil, beliau dikenal sebagai figur jenderal yang memiliki integritas tinggi dan selalu mengedepankan pendekatan humanis penuh kelembutan serta kasih sayang dalam merangkul kelompok radikal agar kembali mencintai NKRI.
Ia kerap diundang menjadi pembicara utama dalam forum ilmiah bergengsi nasional, salah satunya menjadi pemateri dalam Studium Generale di Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menanamkan wawasan kebangsaan, strategi antiterorisme, dan nilai nasionalisme kepada generasi muda
Riwayat Pendidikan
Akademi Kepolisian (Akpol): Lulus tahun 1996 (Angkatan Wira Satya).
Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK).
Pendidikan Khusus Densus 88 Antiteror.
Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri: Lulus tahun 2020 (Dikreg ke-29).
Gelar Akademik
Sarjana Ilmu Kepolisian (S.I.K.)
Magister Hukum (M.H.)
Riwayat Jabatan
Pama Polda Jawa Timur (Bidang Intel)
Pendidikan Kepolisian di Dirossus 88 2A
Analis Kebijakan Madya Bidang Intelijen Densus 88 AT Polri
Kasatgaswil Jawa Barat Densus 88 AT Polri (2020-2021)
Direktur Identifikasi dan Sosialisasi (Diridensos) Densus 88 AT Polri (2021-2026)
Pati Densus 88 AT Polri / Deputi Deradikalisasi BNPT (Oktober 2026–Sekarang)