Business is booming.

Profil Yuliana Sagala, Wakajati Kepulauan Bangka Belitung, Wafat Usia 50 Tahun

Beliau mengembuskan napas terakhirnya di Jakarta pada Senin malam, 26 Oktober 2026, setelah berjuang melawan penyakitnya

Mantan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Kepulauan Bangka Belitung dan Koordinator JAM Intelijen Kejaksaan Agung, Yuliana Sagala, S.H., M.H., meninggal dunia karena sakit.

Ia wafat dalam usia 50 tahun (lahir pada 28 Juli 1976).

Beliau mengembuskan napas terakhirnya di Jakarta pada Senin malam, 26 Oktober 2026, setelah berjuang melawan penyakitnya dan menjalani perawatan medis yang intensif selama kurang lebih 5 hingga 6 bulan terakhir.

Ucapan bela sungkawa dibagikan sejumlah pihak hingga Jaksa Agung ST Burhanuddin.

ST Burhanuddin beserta seluruh jajaran Kejaksaan RI menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Ibu Yuliana Sagala, S.H., M.H.

Yuliana Sagala adalah salah satu jaksa perempuan berdarah Batak (boru Sagala).

Ia memiliki karier cemerlang dan melesat pesat di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia.

Lahir pada 28 Juli 1976, beliau dikenal di Korps Adhyaksa berkat integritas, ketegasan, serta penampilannya yang modis sehingga sering dijuluki sebagai “Jaksa Cantik” atau “Jaksa Gaul” oleh media dan koleganya.

Sebagai lulusan Fakultas Hukum Universitas Trisakti, beliau memiliki rekam jejak yang kuat dalam penindakan kasus korupsi bernilai miliaran rupiah.

Saat menjabat Kejari Lampung Utara, beliau mencatatkan prestasi fantastis dengan berhasil memulihkan keuangan negara sebesar Rp5,9 miliar hanya dalam kurun waktu 9 bulan masa jabatannya.

Selama setahun kepemimpinannya di Bali (periode Juli 2021–Juli 2022), beliau dan jajarannya berhasil menyelamatkan uang negara senilai Rp1,24 miliar dari hasil eksekusi kasus korupsi.

Beliau membawa Kejaksaan Negeri Lampung Utara menyabet penghargaan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dari Kemenpan RB.

Di luar penegakan hukum pidana, beliau dikenal sangat peduli terhadap anak muda.

Ia mempelopori program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di Denpasar dengan fokus utama menyosialisasikan dan mengampanyekan gerakan anti-perundungan (anti-bullying) untuk menekan angka kekerasan di kalangan pelajar.

Jabatan terakhir saat wafat adalah Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM Intel) Kejaksaan Agung RI.

Namun jabatan yang masih tercatat resmi masih sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Kepulauan Bangka Belitung (2025–2026)

Riwayat Pendidikan

S-1 Sarjana Hukum (S.H.) Alumni Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Jakarta.

S-2 Magister Hukum (M.H.).

Riwayat Jabatan

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lampung Utara

Kepala Tata Usaha Sekretariat Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM Intel) Kejagung RI

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Denpasar, Bali (2021–2023)

Asisten Pembinaan (Asbin) Kejati DKI Jakarta (2023)

Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM Intel) Kejagung RI (2024)

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Banten (2024) — Promosi masuk ke dalam jajaran pimpinan tinggi kejaksaan tingkat provinsi.

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Kepulauan Bangka Belitung (2025–2026)

Baca Juga:  Gempa Beruntun Danau Toba, Begini Penjelasannya
Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...