Business is booming.

Ustaz Adi Hidayat Raih Gelar Profesor Kehormatan dari Tashkent State University of Economics

Prof. Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A lahir di Pandeglang, Banten, 11 September 1984 (42 tahun)

Ustaz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A. (yang sering dikenal dengan akronim UAH) menerima gelar Profesor Kehormatan (Honorary Professor) pada Jumat, 30 Oktober 2026.

Gelar tersebit dianugerahkan oleh Tashkent State University of Economics (TSUE) di Tashkent, Uzbekistan.

Penghargaan internasional ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi besar serta kiprah UAH dalam menyebarkan wawasan keilmuan Islam, ekonomi syariah, dan menghubungkan nilai-nilai keislaman dengan pendidikan modern.

UAH menyampaikan terimakasih atas gelar guru besar tersebut “Sejujurnya, ini merupakan suatu kehormatan bagi saya yang tidak pernah saya duga sebelumnya,” ucapnya di akun Instagramnyam, @adihidayatofficial

Ia yakin dapat terus melanjutkan kerja sama dengan UPI untuk mengabdi pada dunia pendidikan, di mana pun berada.

UAH menjadwalkan kunjungan serta riset khusus di kompleks pemakaman Imam Al-Bukhari di Samarqand.

Riset ini difokuskan pada kajian sejarah keilmuan Islam untuk mendalami warisan intelektual sang ulama hadis legendaris (penyusun kitab Sahih al-Bukhari) serta menelusuri jaringan sanad keilmuan yang menghubungkan dunia Islam lintas wilayah, termasuk hubungannya dengan Indonesia.

Perjalanan riset ini bertujuan membuka ruang nyata bagi pertukaran mahasiswa, kunjungan dosen tamu, publikasi ilmiah bersama, serta riset kolaboratif jangka panjang antarlembaga pendidikan kedua negara.

Prof. Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A lahir di Pandeglang, Banten, 11 September 1984 (42 tahun)

Ia lahir dari pasangan Warso Supena (Ayah) dan Hj. Rafiah Akhyar (Ibu)

Istrinya Bernama Shufairok (Mbak Lir)

Profesi Utamanya Da’i/Penceramah, Penulis, dan Akademisi.

UAH memiliki latar belakang pendidikan keagamaan yang kuat, baik di dalam negeri maupun di Timur Tengah.

UAH Lulus jalur undangan PMDK di Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (bekerja sama dengan Universitas Al-Azhar Kairo) dan dinobatkan sebagai mahasiswa terbaik saat ospek dengan IPK akhir mencapai 3,98.

Ia lulus dari Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut dengan predikat santri teladan di bidang agama sekaligus bidang umum.

Juga terpilih menjadi utusan termuda saat duduk di kelas II Aliyah untuk mengikuti program Daurah Tadribiyyah dari Universitas Islam Madinah yang diadakan di Yogyakarta.

UAH menciptakan metode revolusioner At-Taisir yang membantu masyarakat umum dapat menghafal Al-Qur’an secara cepat dan terstruktur.

Ia sukses mendirikan Quantum Akhyar Institute (pesantren virtual pertama di Indonesia), Akhyar TV, Sekolah Terbuka Tahfidz Al-Qur’an, serta Akhyar International Islamic School.

Riwayat Pendidikan

Pendidikan Dasar & Pesantren: Menempuh pendidikan dasar di Pandeglang hingga terpilih masuk kelas unggulan sekabupaten. Ia kemudian melanjutkan ke Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut.

Sarjana (S1): Sempat berkuliah di Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan IPK 3,98 sebelum mendapatkan beasiswa ke Libya. Ia menyelesaikan studi S1 di Kulliyyah Dakwah Islamiyyah (International Islamic Call College), Tripoli, Libya pada tahun 2009.

Magister (S2): Melanjutkan studi pascasarjana di institusi yang sama di Tripoli, Libya, serta di UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Doktor Kehormatan (Dr. H.C.) Bidang Manajemen Pendidikan Islam (2023) dari Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ)

Doktor Honoris Causa Bidang Pengetahuan Budaya dan Dakwah (2019) dari Universitas Astrolabe Istanbul, Turki.

Doktor Honoris Causa dari Passion International University of America, Amerika (2019) dalam kontribusi dakwah internasional dan pelayanan masyarakat.

Riwayat Karier

Aminul Khutaba (Ketua Dewan Khatib) Dewan Dakwah Islamiyyah, Tripoli, Libya 2009 – 2011

Pengasuh / Pimpinan     Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Hikmah, Lebak Bulus 2011 – 2013

Direktur & Pendiri    Quantum Akhyar Institute (Lembaga Studi Islam) 2013 – Sekarang

Pendiri / Founder     Akhyar TV (Media Dakwah Utama)  2016 – Sekarang

Wakil Ketua I Majelis Tabligh    Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah 2022 – 2027

Pendiri & Pengembang  MIRA (Muhammadiyah Institute for Ramadan) 2021 – sekarang

Baca Juga:  Penutupan Kasus Tangmo Nida Perburuk Kepercayaan Publik pada Polisi Thailand
Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...