Marullah Matali Trending, Ini Profil Sekda DKI Pilihan Anies yang Dicopot Pj Gubernur DKI
Marullah dicopot jabatannya dan ditempatkan pada posisi baru
Sekretaris Daerah DKI Marullah Matali trending di media sosial Twitter pada Senin (5/12/2022), menyusul Marullah dicopot jabatannya dan ditempatkan pada posisi baru sebagai Deputi Gubernur bidang Budaya dan Pariwisata.
Lalu Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menunjuk Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah DKI Uus Kuswanto menjadi Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, menggantikan posisi Marullah.
Sorry ya..Ini contoh Manajemen Pemerintahan Terburuk sepanjang yg saya ketahui dimana Pejabat Yang Tak Dapat Mandat Rakyat seenaknya mencopot aparat. Balas dendamkh? iri dengki? Wallahualam bhisowab. Biarlah Allah yang akan Membalas & Membuat Perhitungan. pic.twitter.com/EVUA45iQCR
— Eks Jurnalis Senior (@HermanBudiSant4) December 4, 2022
Sontak netizen gaduh menanggapi pencopotan Marullah sebagai Sekda pilihan mantan Gubernur Anies Baswedan. Ribuan ciutan (Tweets) mereka sampaikan, berikut beragam ciutan mereka.
Seperti pemilik akun Twitter @Nobody_else007 menulis, “WOIII…. HERU….., ELU ITU DITUNJUK MENJABAT, BUKAN DARI PILIHAN RAKYAT…. BUKAN HASIL DARI PROSES DEMOKRASI/PEMILU/PILKADA….. PUNYA MALU DIKIT NAPA….. JANGAN JUMAWA ELU YAH….. HARGAI RAKYAT JAKARTA….. “
Lalu akun Twitter @FNt70 menulis, “Jadi maumu pigimana? Klpkmu yg tunjuk? Memang kamu punya kuas apa? Uasamu hny cuma bis berteriak mengikuti congor par pecundang yg lagi kebelet kuasa. 🤪”
@susiloyhu menulis, “itulah itulah itulah itulaaaaaahhhhhh dendam memang spt pendendam, mgkn semua karya Anies di musnahkan knp bs begitu yaaaa”
@Ivand_912 menulis, “Simple..Krna karya anis ga guna!! Sampe sini paham?”
@Jien_g menulis, “Gampang sekali melempar hasut kebencian kalian pada pemerintah. Apa sih yg membuat suuzhon dalam hati, kalian tampilkan bukan hanya dgn kata kata tp juga dgn perbuatan?”
@IoNPositivee menulis, “Tugas Heru cuma 1, Mempreteli satu2 apa yg sudah dikerjakan Anies”
@hiswahattam menulis, “Dia bukan pilihan warga DKI, kan keliru ya mustinya sisa 2th kurang ini dia kerja dgn baik meneruskn program annies yg sudah tertata rapi u ambil hati warga DKi sapa tau klak bisa benar2 dipilih jdi gbernur ssungguhnya, tapi Yah Asu dahlah…Kita harus taat sama majikan!betull?”
@herrikusnadi menulis, “Perilaku keji di pertontonkan pd rakyat pak.”
@Azhar05934905 menulis, “Mememang sudah dirancang oleh depdagri dg menyiapkan regulasinya.. kalau dulu kepala daerah hasil pilkada saja dibatasi kekuasaannya menjelang pilkada.. seharusnya apalagi hanya plh atau plh..”
@yedi_kurniahadi menulis, “Masyarakat Jakarta seperti dipertontonkan rivalitas norak,vulgar & merugikan masyarakat Jakarta itu sendiri. Klo levelnya bukan negarawan maka kebijakan dan keputusannya bisa transparan dan tanpa ada rasa malu bisa kita lihat arahnya kemana. Segala perbuatan tergantung niatnya.”
@maztoks menulis, “Berkali-kali sy alami kepala daerah yg dzolim. Ketahuilah, dibalik tindakan dzolim pj gub ini ada banyak yg tersakiti. Do’a orang2 tersakiti Insya Allah makbul. Wirid berurai air mata org tersakiti dari tengah malam hingga Subuh akan merontokkan jantung. Catat kata2 ini…”
@BaseinspekS menulis, “Betul baru kali ini….tapi tdk heran karena proses iya jadi gubernur juga….jadi bukan dari ketentuan yg lebih tinggi yaitu UU. Biasanya yg KW pasti melebihi jeleknya dari yg asli…gak ada cerita KW melebih Baiknya yg Asli.”
@x_brigadir menulis, “Ini mengerikan tata kelola pemerintahan daerah seenaknya bisa dikendalikan oleh oknum penguasa tanpa eligible di tentukan rakyatnya, parahnya dprd kayak kambing conge! Gak bisa dibiarkan ini bahaya! Pak”
@thussaini71 menulis, “Menurut saya ini merusak. Seorang yang tak mendapat mandat dari proses demokrasi oleh rakyat, tapi berbuat seenaknya!! Ini harus dihentikan, jikalau tak mau jadi negara yang administrasi pemerintahannya kacau..”
Profil Marullah Matali
H Marullah Matali Lc MAg (57) adalah seorang birokrat berkebangsaan Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Budaya dan Pariwisata.
Lelaki kelahiran Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan pada 27 November 1965 ini mengawali kariernya di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak 1996.
Suami dari Ny Komariah dengan anak bernama M Fikri Makariam, Faiz Rivai, dan M Rizki Adriansyah dalam kariernya pernah menduduki beberapa posisi strategis di pemerintahan, di antaranya sebagai Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan dari 2018 sampai 2021.
Alumni Universitas Islam Madinah dan Institut Agama Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta ini dari tahun 2021 hingga 2022 menjabat Sekretaris Daerah DKI Jakarta
Selain itu, Marullah juga pernah mengemban amanat sebagai Asisten Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Kependudukan dan Kepala Biro Pendidikan dan Mental.
Riwayat pendidikan
Marullah mengenyam pendidikan sekolah dasar, madrasah tsanawiyah, dan madrasah aliyah di Jakarta. Ia meraih gelar S1 Hukum Islam dari Universitas Islam Madinah, Arab Saudi dan S2 Hukum Islam dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN, kini UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
Riwayat pekerjaan
Staf Biro Bina Mental Spiritual Provinsi DKI Jakarta
Kepala Seksi Bina Lembaga Mental Dinas Bintal dan Kesos Provinsi DKI Jakarta
Kepala Seksi Dinas Bina Mental Dinas Bintal dan Kesos Provinsi DKI Jakarta
Kepala Sub Dinas Bina Mental Spiritual Dinas Bintal dan Kesos Provinsi DKI Jakarta
Kepala Sekretariat Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta
Kepala Biro Pendidikan dan Mental Prov. DKI Jakarta
Asisten Deputi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bidang Pariwisata
Asisten Deputi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bidang Pengendalian Kependudukan
Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan (2018—2021)
Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta (2021-0022)
Deputi Gubernur Bidang Bidaya dan Pariwisata (2022-sekarang)
Heru Budi Hartono Tunjuk Uus Kuswanto Jadi Pj Sekda Gantikan Marullah Matali
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menunjuk Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah DKI Uus Kuswanto menjadi Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta menggantikan Marullah Matali yang ditempatkan pada posisi lainnya.
Marullah Matali sendiri ditempatkan pada posisi baru sebagai Deputi Gubernur bidang Budaya dan Pariwisata. Baik Marullah dan Uus, keduanya dilantik di Balai Agung, Kompleks Balai Kota Jakarta oleh Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, pada Jumat (2/12/2022).
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi ditemui di Balai Kota Jakarta, membenarkan pergeseran jabatan di posisi puncak aparatur sipil negara (ASN) pada lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu.
“Jadi pelantikan tadi kita membuat penyegaran, karena kasihan juga pak Pj Gubernur DKI kan sendiri, mungkin kesibukannya dia sangat padat. Kalau misalkan beliau tidak bisa hadir, maka Pj Sekda bisa mewakili dan membantu gubernur di internal, itu aja,” ujar Prasetyo kepada wartawan dikutip Antaranews.com.
Karena posisinya merupakan penjabat, Prasetyo mengatakan Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD), ke depan akan melakukan lelang jabatan pada posisi sekda, dan juga beberapa posisi strategis lainnya termasuk tiga Deputi Gubernur DKI yang selama ini dikosongkan sejak ditinggal Anies Baswedan.
Adapun posisi Sekda DKI Jakarta nantinya akan dipilih oleh presiden dari nama-nama hasil asesmen yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta.
“Jadi kalau Sekda DKI (keputusannya) di tangan pemerintah pusat. Nanti nama-nama akan diusulkan ke Kemendagri. Tapi untuk nama sebagai calon definitif, saya belum tahu,” ucapnya.
Jika Sekda DKI Jakarta definitif sudah terpilih, tambah Prasetyo, maka Uus Kuswanto secara otomatis akan kembali pada jabatan lamanya, yakni Asisten Kesejahteraan Rakyat (Askesra) Sekda DKI Jakarta.
Diketahui, sebelum pelantikan, Heru Budi Hartono bersama Marullah Matali dan Prasetyo Edi Marsudi terlebih dulu bertatap muka di sebuah rumah. Prasetyo mengunggah momen pertemuan mereka di akun Instagram @prasetyoedimarsudi hari ini.
“Saya yakin dengan kerja keras, sinergi dan gotong-royong maka berbagai permasalahan di Jakarta perlahan akan banyak progres perkembangan yang signifikan. Penanganan dari hulu sampai hilir akan terus dikebut. Terobosan dan inovasi juga terus dilakukan,” tulis Prasetyo.