Business is booming.

Profil Kolonel Pnb Andri “Harpy” Setyawan, AAU 2003, Raih 3000 Jam Terbang Pesawat F-16

Pencapaian tersebut mendapat apresiasi langsung dari Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M.

Kolonel Pnb Andri “Harpy” Setyawan, S.T., MMOAS. meraih 3.000 jam terbang menggunakan pesawat tempur F-16.

Pencapaian tersebut mendapat apresiasi langsung dari Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M.

Pencapaian ini mencerminkan dedikasi, profesionalisme, dan konsistensi dalam menjalankan tugas sebagai penerbang tempur TNI AU.

Kolonel Pnb Andri “Harpy” Setyawan, S.T., M.M.O.A.S merupakan alumni Akademi Angkatan Udara (AAU) angkatan 2003.

Beliau dikenal sebagai salah satu penerbang tempur (pilot) senior serta experimental test pilot (pilot uji) andalan TNI Angkatan Udara.

Ia berhasil meraih kualifikasi sebagai Instruktur Penerbang TNI AU sejak tahun 2013, menjadikannya mentor bagi generasi penerbang tempur muda di bawahnya.

Andri sukses memimpin pertahanan pangkalan udara dan operasi taktis saat menjabat sebagai Komandan Skadron Udara 16 (2020–2022) tanpa insiden (zero accident).

Namanya masuk ke dalam jajaran elite penerbang uji TNI AU yang dipersiapkan dan dididik khusus dalam program flight test proyek kerja sama strategis global antara Indonesia dan Korea Selatan, yaitu pengembangan pesawat tempur generasi 4,5 KF-21 Boramae.

Berkat keahlian langka ini, beliau dipercaya menjadi salah satu test pilot yang terlibat langsung dalam uji terbang dan pengembangan pesawat karya anak bangsa, seperti pesawat N219 dan CN235 di PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

Baca Juga:  Miyabi Trending Usai UAS Dideportasi dari Singapura, Benarkah Miyabi akan ke Jakarta?

Prestasi terbaru dan langka adalah resmi mencatatkan rekor prestisius 3.000 jam terbang murni dengan mengoperasikan jet tempur F-16 Fighting Falcon di bawah Skadron Udara 16.

Atas pencapaian yang membutuhkan kedisiplinan, ketekunan, dan kondisi fisik prima selama bertahun-tahun ini, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono secara langsung menyematkan Badge/Patch 3.000 jam terbang kepadanya.

Riwayat Pendidikan

Akademi Angkatan Udara (AAU): Lulus pada tahun 2003

Sekolah Penerbang (Sekbang) TNI AU, lulus pada Angkatan ke-70.

Fixed Wing Graduate Test Pilot Course (Kanada)

Tercatat pernah mengambil program kedinasan lanjutan/studi spesifik di ITB.

Gelar Akademik

Sarjana Teknik (S.T.).

Master of Military Operational Art and Science (M.M.O.A.S.) dari  Air University (Amerika Serikat)

Riwayat Jabatan

Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Penerbang (Sekbang) TNI AU Angkatan ke-70 Tahun 2003 – 2005

Perwira Penerbang Skadron Udara 3 (Lanud Iswahjudi, Madiun) Tahun 2005 – 2013:

Meraih kualifikasi dan lulus sebagai Instruktur Penerbang TNI AU (Sekbang Angkatan LXVII) Tahun 2013:

Mulai bertugas di Skadron Udara 16 (Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru) Tahun 2014:

Pilot Uji Militer – Menempuh pendidikan spesialisasi Fixed Wing Graduate Test Pilot Course di Kanada dan aktif sebagai experimental test pilot. Tahun 2016:

Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Skadron Udara 16 Wing 6 Lanud Roesmin Nurjadin. Tahun 2018 – 2020

Komandat Skadron Udara 16 (Danskadud 16) Wing 6 Lanud Roesmin Nurjadin tahun 2020 (Mei) – 2022 (Januari).

Perwira Menengah Staf Operasi Angkatan Udara (Pamen Sopsau) Tahun 2022 – 2024:

Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru 2024-2026

Pamen Sopsau (Dalam rangka kedinasan lanjutan / pendidikan) 2026-sekarang

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...