Business is booming.

Profil Prof Dr Bahrullah Akbar Segera Pensiun dari Anggota BPK RI

Anggota BPK Prof Baharullah Akbar memasuki Masa Usia Pensiun

Ini adalah profil dan jejak karier anggota BPK akan berakhir masa jabatannya alias pension pada 27 Oktober 2021.

Dia adalah Prof Dr Bahrullah Akbar yang dalam web BPK sebagai anggota V BPK.

Peraih Doktor di Universitas Pajaran itu ini berusia 62 tahun, kelahiran 23 Maret 1959.
lahir di Jakarta, 23 Maret 1959

Daftar Pimpinan BPK RI

KETUA BPK
Dr. Agung Firman Sampurna, CSFA., CFrA., CGCAE

WAKIL KETUA BPK
Dr. Agus Joko Pramono, M.Acc., Ak., CA., CSFA., CPA., CFrA

ANGGOTA I BPK
Dr. Hendra Susanto, S.T., M.Eng., M.H., CFrA., CSFA

ANGGOTA II BPK
Dr. Pius Lustrilanang, S.IP., M.Si., CFrA., CSFA

ANGGOTA III BPK
Dr. Achsanul Qosasi, CSFA., CFrA

ANGGOTA IV BPK
Dr. Isma Yatun, CSFA., CFrA

ANGGOTA V BPK
Prof. Dr. Bahrullah Akbar, M.B.A., CIPM., CSFA., CPA., CFrA., CGCAE

ANGGOTA VI BPK
Prof. Harry Azhar Azis, M.A., Ph.D., CSFA., CFrA

ANGGOTA VII BPK
Ir. Daniel Lumban Tobing,

Maka sesuai dengan ketentuan pasal 14 UU 15/2006 tentang BPK, maka diperlukan pergantian untuk mengisi kekosongan.

Dalam nama-nama yang beredar terhitung ada 16 orang dengan berbagai latarbelakang mulai dari birokrat, advokat, akademisi hingga tenaga ahli pada Kementrian dan Lembaga.

Mereka akan mengikuti seleksi jabatan anggota BPK.
Antara lain Tenaga Ahli Ketua BPK Dadang Suwarna, Auditor Utama BPK Dori Santosa, Hakim Adhoc Tipikor Endang Hermawan, Dosen Kristowanto, Tenaga Ahli BPK Sohibul Iman.

Kemudian mantan Kepala Bea Cukai Manado Nyoman Adhi Suryadinata, Staf Ahli Kementrian PDT R Hari Pramudiono, PNS Muhammad Komarudin, Auditor BPK Riau Nelson Humiras Halamoan, Audirot Utama Kementrian PUPR Widarto.

Baca Juga:  Cerita Gubernur Khofifah Kena Covid-19 Kedua Kalinya

Selanjutnya, ada mantan Ketua KPPU Syarkawi Rauf, Tanaga Ahli DPR Teuku Surya Darma, ASN Kementrian Keuangan Harry Z Soeratin, ASN Kementrian Keuangan Blucer Welington Rajaguguk, Auditor Utama BPK Laode Nursiadi dan mantan anggota DPR RI Mulyadi.

Berdasarkan ketentuan pasal 13 UU 15/2006, tedapat sejumlah syarat bagi seluruh calon agar bisa diangkat menjadi anggota BPK.

Terdapat 11 poin persyaratan, dimana dalam butir huruf J, menekankan bahwa setiap calon anggota BPK, paling singkat dua tahun meninggalkan jabatan sebagai pejabat publik di lingkungan pengelola keuangan negara.

Para calon juga diwajibkan untuk membuat makalah mengenai BPK. Serta memahami UU 17/2003 Bidang Keuangan, UU 1/2004 Tentang Perbendaharaan Negara, UU 15/2004 Tentang Pemeriksaan, Pengelolaan, dan Tanggung Jawab Keuangan Negara.

Profil Prof Bahrullah Akbar

Prof. Dr. Bahrullah Akbar, MBA, CIPM, CSFA, CPA (lahir di Jakarta, 23 Maret 1959; umur 62 tahun).

Ia adalah Anggota Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) tahun 2011-2017 dan Wakil Ketua BPK-RI tahun 2017-2021.

Selain itu, Ia juga menjabat sebagai Lektor Kepala IPDN Kementrian Dalam Negeri.

Ia mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi (Akuntasi) dari STIE Dr.Moechtar Talib pada tahun 2010 dan Ia berhasil menyelesaikan gelar Doktor Ilmu Pemerintahan di Universitas Padjadjaran, Bandung pada tahun 2013. Sebelumnya, pada tahun 2000 Ia juga mengenyam pendidikan di University of Leicester, Post Graduate in Public Sector Management, England.

Berbagai macam Diklat sudah diikutinya sejak tahun 1985 hingga 2010. Tidak jarang Bahrullah Akbar juga melakukan kunjungan ceramah ke luar negeri. Seperti pada tahun 2014, Ia menjadi pembicara “Performance Measurement and Banking Management” di University of Leicester, Inggris. Tidak kurang dari 30 tulisan yang sudah Ia keluarkan, mulai dari makalah hingga buku. Selain itu, 9 penghargaan sudah Bahrullah Akbar terima sejak tahun 1983 hingga 2014.

Baca Juga:  Daftar Lengkap Mutasi 71 Kapolres Per 1 Juni 2021

Di luar kegiatan di pemerintahan, Bahrullah Akbar juga menjadi pengelola blog www.keuangannegara.com.

Ia pernah berkomentar terkait kerugian di PT. Askes sebagai akibat dari beberapa pemerintah daerah yang dinilai tidak taat pada ketentuan PT. Askes.

Selain itu, ia juga pernah berkomentar bahwa PT. Merpati Nusantara Airlines boros dan tidak mampu secara managerial.

Terkait Jamsostek (sekarang BPJS Ketenagakerjaan), Ia pernah berkomentar bahwa dana Jamsostek bisa dimanfaatkan secara optimal dan dikembangkan lebih baik.

Akan tetapi, programnya berhenti dan tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2004.

Ia juga pernah bertemu calon pimpinan KPK Firli Bahuli pada tahun 2019 sesaat sebelum Firli ditetapkan sebagai pimpinan KPK.

Pendidikan

Sarjana Muda Manajemen Keuangan – Akademi Pimpinan Perusahaan, Departemen Perindustrian, Jakarta (1983)
Universitas 17 Agustus 1945, Sarjana Administrasi Niaga, Jakarta (1989)[8]
University Of Hull, MBA in Accounting, England, United Kingdom (1992)
University Of Leicester, Post Graduate in. Public Sector Management, England, United Kingdom (2000)
STIE Dr. Moechtar Talib, Sarjana Ekonomi Akuntansi, Jakarta (2010)
Universitas Padjadjaran, Doktor Ilmu Pemerintahan, Bandung (2013)

Jejak Karier
Anggota V BPK RI, Oktober 2019 s.d. sekarang
Wakil Ketua BPK RI, April 2017 s.d. Oktober 2019
Anggota VI BPK RI, Oktober 2016 s.d. April 2017
Anggota VI BPK RI, Oktober 2014 s.d. September 2016
Anggota VII BPK RI, November 2011 s.d Oktober 2014
Lektor Kepala IPDN Kementerian Dalam Negeri (2011 s/d sekarang)
Staf Ahli Kabupaten Lingga, Propinsi Kepulauan Riau (2007 – 2011)
Staf Ditjen Bina Keuangan Daerah, Kementerian Dalam Negeri (2005 – 2007)
Staf Khusus Setjen Kementerian Dalam Negeri (2003 – 2004)
Widyaiswara BPK RI (1996 – 2004)
Auditor BPK RI (1985 – 1996)
Guru SMA (1983 – 1985)

Baca Juga:  Harkristuti Harkrisnowo, Guru Besar UI yang Kaya Pengalaman

Sumber: wikipedia

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...