Business is booming.

Profil Fadjroel Rachman, Aktivis, Komisaris BUMN, Jubir dan Calon Dubes

Terakhir Laporkan Harta Kekayaan Tahun 2018 Sebesar Rp 3,3 Miliar

Juru bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman masuk daftar 33 dubes RI untuk Kazhakstan.

Ia masuk 11 dari 33 nama calon dubes dari jalur non karier.

Meski kariernya cukup panjang, harta kekayaan Fadjroel yang dilaporkan tahun 2018 le LHKPN hanya sekitar Rp 3,3 miliar.

Pada tahun 2015-2020 Fadjroel Rachman diangkat menjadi Komisaris Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk., BUMN yang bergerak di bidang konstruksi.

Artinya saat itu ia menjabat Komisaris Utama PT Adhi Karya.

Saat ini (2020-sekarang), selain menjadi Jubir, Fadjoel adalah Komisaris PT Waskita Karya (Persero) Tbk., BUMN yang juga bergerak di bidang konstruksi.

Jejak Pendidikan dan Karier Fadroel Rachman

Dr. Mochammad Fadjroel Rachman, SE MH lahir di Banjarmasin pada tanggal 17 Januari 1964. Ia memiliki darah Banjar.

Fadjroel merupakan Pelajar Teladan sejak Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas se-Kalimantan Selatan. Setelah tamat SMA kemudian dia pergi ke pulau Jawa untuk kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) Jurusan Kimia.

Namun, pada tahun 1992, ia di-dropout (DO) oleh kampus.

Berkat bantuan Rizal Ramli, ia direkomendasikan kembali kuliah di UI.

Fadjroel mengambil kuliah Manajemen Keuangan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan Magister Hukum (Ekonomi) di Pasca Sarjana Fakultas Hukum Universitas Indonesia (lulus dengan predikat Cum Laude).

Fadjroel adalah Doktor Ilmu Komunikasi Pascasarjana FISIP Universitas Indonesia (Komunikasi Politik).

Pada masa Orde Baru, ia sempat mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan akibat aktivitasnya menentang pemerintahan Jenderal Besar Soeharto dan Rezim Orde Baru semasa menjadi mahasiswa Institut Teknologi Bandung.

Fadjroel bersama lima rekannya dipindah-pindah dari penjara satu ke penjara lainnya.

Baca Juga:  DPRD Kota Tangerang Akhirnya Batalkan Anggaran Seragam Louis Vuitton

Dari Rumah Tahanan Militer Bakorstanasda Jawa Barat, ia dipindah ke Penjara Kebonwaru, lalu ke Penjara Batu di Pulau Nusakambangan, dan terakhir di Penjara Sukamiskin (tempat Ir. Soekarno Presiden Pertama Republik Indonesia dipenjarakan penjajah Belanda).

Pada tanggal 28 Oktober 2007 bertempat di Gedung Arsip Nasional, Jl. Gajah Mada, Jakarta Barat, Jakarta Fadjroel Rachman bersama dengan teman-temannya mendeklarasikan Ikrar Kaum Muda Indonesia dengan tema sentral “Saatnya Kaum Muda Memimpin.”

Pasca jatuhnya Soeharto-Orde Baru, Fadjroel aktif menjadi presenter acara talkshow di radio dan televise.

Kolumnis yang sangat aktif di semua media nasional Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, Pikiran Rakyat, bahkan menulis di The New York Times (6 Februari 2010) bersama aktivis ‘kelas dunia’ Wang Dan (China), Ko Bo Kyi (Myanmar), Nguyen Dan Que (Vietnam) untuk memperingati 20 tahun mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela dibebaskan dari penjara Apartheid Afrika Selatan.
Selain itu, Ia turut mendirikan perhimpunan berbadan hukum Gerakan Nasional Calon Independen (GNCI) yang turut meloloskan Pemilukada Independen di Mahkamah Konstitusi pada 23 Juli 2007.

Fadjroel juga mendirikan KOMPAK (Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi) bersama sejumlah tokoh LSM dan Akademisi, merintis usaha di PT. Pedoman Group (media, komunikasi, riset dan konsultan), media online nasional yang dirintisnya adalah www.pedoman.id sejak 29 November 2010

Menjadi Relawan Salam Dua Jari (bersama Abdee ‘Slank’ Negara, Addie MS, Joko Anwar, Nia Dinata, Olga Lydia, Triawan Munaf, Andien Aisyah, Adib Hidayat, Glenn Fredly, dll) dan opinion makers Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kampanye pemilihan presiden tahun 2014.

Setelah peristiwa penembakan brutal oleh sejumlah teroris di pertokoan Sarinah Mall Jakarta pada tanggal 14 Januari 2016, bersama sejumlah tokoh nasional seperti Goenawan Mohamad, Todung Mulya Lubis, Franz Magniz-Suseno, Yenny Wahid (putri mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid) membuat Gerakan Nasional #KamiTidakTakut (We Are Not Afraid) untuk mengajak semua rakyat Indonesia dan internasional bersama-sama melawan segala bentuk terorisme di Indonesia dan dunia.

Baca Juga:  Trending, Faldo Maldini Dianggap The Next Fadjroel Rachman

Kini Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Komunikasi sekaligus Juru bicara Presiden Joko Widodo pada Kabinet Indonesia Maju (2019-2024).

Pada tahun 2015-2020 Fadjroel Rachman diangkat menjadi Komisaris Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk., BUMN yang bergerak di bidang konstruksi.

Saat ini (2020-sekarang), ia diangkat menjadi Komisaris PT Waskita Karya (Persero) Tbk., BUMN yang juga bergerak di bidang konstruksi.

Dari laman elhkpn.kpk.go.id, Fadjroel terakhir melaporkan kekayaannya pada 31 Desember 2018 saat masih menjabat sebagai Komisaris Utama PT Adhi Karya.

Dikutip dari laman elhkpn.kpk.go.id, total harta kekayaan Fadjroel di tahun 2018 mencapai Rp3,3 miliar.

Ia tercatat memiliki dua bangunan di Bandung, dua mobil, dan satu sepeda motor.

Fadjroel masuk daftar 33 calon dubes Indonesi dan kebagian jadi Dubes Kazhakstan

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...