Business is booming.

Risma Ancam Buang ASN ke Papua Jadi Perbincangan

Alam bawah sadar Ibu Risma merendahkan Papua. Tapi tak usah diperpanjang

Menteri Sosial Tri Rismaharini alias Risma ancam ASN anak buahnya dipindah ke Papua.

Ancaman itu oleh netizen dianggap berbau rasis.

Ada netizen yang minta agar Risma minta maaf dan mencabut pernyataannya.

Namun ada yang bisa memahahami, dengan catatan Agar Risma tak mengulangi perbuatannya.

“Maaf, Bu Risma, bila berita ini benar, apakah Bu Risma tidak sedang merendahkan Papua?” Tulis @sudjiwotedjo

“Pernyataan Menteri Sosial ini menyiratkan seolah Papua jd tempat hukuman ASN yg tak becus. Sebaiknya cabut saja pernyataan sensitif seperti ini.” @fadlizon

Sementara itu dua politisi Partai Demokrat, Andi Arif dan Hinca Pandjaitan lebih memilih sikap netral

“Alam bawah sadar Ibu Risma merendahkan Papua. Tapi tak usah diperpanjang, mudah-mudahan tidak diulangi.” @Andiarief__

“Waduh. Ini komunikasi publiknya harus dapat arahan dari Bapak Presiden. Kalimat bu Risma seolah-olah menempatkan Papua sbg sasaran lokasi ASN yg tak becus? Papua sedang butuh banyak SDM mumpuni bu. Jadi yg dikirim justru harus yg terbaik. Kekeliruan ini mudah2an tak terulang.” @hincapandjaitan

Berikut cuitan sejumlah netizen terkait Papua sebagai tempat pembuangan ASN.

@Mdy_Asmara1701: Ayo bu, lebih keras lagi. Tapi kenapa harus nyebut Papua sih Bu? Emang di sana tempat pembuangan??

@zenrs: Dulu, saat birokrat berulah, sanksinya mutasi ke bag. arsip/perpustakaan. Papua & perpus sama2 memberi hal berharga: Papua beri kekayaan, perpus beri pengetahuan. Bedanya, perpus isinya buku, Papua berisi manusia — sehingga bisa marah, & memang berhak marah. Semoga jelas.

Baca Juga:  Semifinal Thomas Cup 2020, Indonesia vs Denmark, Jepang vs China

@naolpoleh: “Akan saya pindah ke Papua! ” Srg terdengar sejak orba, dl papua identik dg keterbelakangan, infrastruktur msh minim, jd kalo ada yg di papua kan sm dg di “kotak’ Tp apa skrg Papua msh terbelakang? Sgt gak etis Bu Risma berucap spt itu, Papua itu kaya Bu

@bos_sir: Ga benar berpikir ibu ini seakan tanah Papua tempat org yang tidak becus. Ini tdk bagus, ini konotasinya rasis

@VeronicaKoman: Ga kaget. Bu Risma emang rasis sama Papua kok.

@OlivAza: Masa Cuman Gegara Bilang “Saya Pindahkan ke Papua” Bu Risma di Tuduh Rasis. Yang Bener aja drun. Langsung deh si Buron @VeronicaKoman Ngambil Panggung.

Duduk Perkara

Menteri Sosial Tri Rismaharini naik pitam dan memarahi seluruh pegawai Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Wyata Guna Bandung, Selasa (13/7/2021).

Kemarahan Risma meluap setelah meninjau kesiapan dapur umum yang sengaja dibuat Kementerian Sosial untuk memasok telur matang kepada masyarakat, tenaga kesehatan, petugas pengamanan, dalam kegiatan PPKM Darurat.

Kemarahan Risma selain karena kekurangan peralatan memasak, dapur umum yang sudah dibuat kekurangan personel.

Sementara banyak pegawai Balai Disabilitas Wyata Guna Bandung yang masih berada di dalam kantor, tidak ikut membantu operasional di dapur umum.

Setelah seluruh pegawai Balai Wyata Guna dikumpulkan di lapangan, Risma langsung meluapkan kemarahannya.

“Tolong ya, teman teman, saat ini kondisinya dan situasinya kritis. Ini Kementerian Sosial jangan misah-misahkan diri. Ini malah tidak ada yang nongol,” kata Risma dengan nada tinggi, Selasa siang.

Risma meminta kepada para pegawai Balai Disabilitas Wyata Guna untuk lebih peka dan membantu di dapur umum, bukan berleha-leha di dalam kantor yang ber-AC.

Baca Juga:  Risma Pastikan Lindungi Anak yang Ortunya Meninggal karena Covid-19

“Rakyat lagi susah sekarang, tenaga-tenaga kesehatan semua susah, tapi semua teman-teman kayak priyayi semua. Maunya duduk tempat dingin, enggak mau susah-susah. Ayolah kita peduli, jangan jadi priyayi. Semuanya polisi ada di jalan, semua jaga, teman-teman enak duduk di dalam. Di mana perasaan kalian,” ujar Risma.

Risma mengancam akan memindahkan seluruh PNS Kementerian Sosial yang menjadi pegawai Balai Disabilitas Wyata Guna ke Papua jika masih tidak mau membantu operasional dapur umum.

“Saya tidak mau lihat seperti ini lagi. Kalau seperti ini lagi, saya pindahkan semua ke Papua. Saya enggak bisa pecat orang kalau nggak ada salah, tapi saya bisa pindahkan ke Papua. Jadi tolong yang peka,” ujar dia.

Untuk diketahui, dalam rilis yang diterima Kompas.com, Kementerian Sosial terus memastikan masyarakat terdampak pandemi Covid-19 tercukupi kebutuhan pokoknya khususnya selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, melalui aktivasi dapur umum.

Kemensos memasok makanan siap saji dan nutrisi berupa telur matang kepada masyarakat.

Ada dua dapur umum Kemensos yang menyediakan makanan siap saji dan juga telur matang, yakni dapur umum Kemensos di TMPNU Kalibata Jakarta, dan Convention Hall di Surabaya.

Lima dapur umum Kemensos lainnya yakni dapur umum Balai Wyata Guna Bandung, Balai Prof DR. Soeharso Surakarta, Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional III Yogyakarta, Balai Ciung Wanara Cibinong Bogor, dan Balai Mahatmiya Tabanan Bali.

Kunjungan yang dilakukan Risma ke dapur umum Wyata Guna Bandung adalah untuk memastikan bahwa masyarakat, para tenaga kesehatan, para petugas pelaksana lapangan PPKM Darurat seperti TNI-Polri, Satpol PP, Dishub, dan lainnya, cukup mendapatkan kebutuhan makanan dan nutrisi.

Baca Juga:  Malaysia HUT Kemerdekaan ke 64, Trending, Simak Cuitannya

“Mereka ini kan petugas lapangan dan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Jadi resikonya besar. Mereka harus sehat dan cukup nutrisi,” jelasnya.

Dapur umum Kemensos di Balai Wyata Guna Bandung menyalurkan 4.686 butir telur (2.343 paket).

Paket telur dikirimkan kepada tenaga kesehatan di RSUD Kota Bandung berjumlah 1.006 butir (503 paket), RS Bhayangkara 960 butir (480 paket), RS Hasan Sadikin 1.200 butir (600 paket), dan RS Al Ikhsan 1.076 butir (538 paket).

Paket dikirim juga untuk RS Muhammadiyah 100 butir (50 paket), warga isoman di Balai Wyata Guna 34 butir (17 paket), warga isoman Cibeureum 70 butir (35 butir), personel linmas Kelurahan Pasir Kaliki sebanyak 20 butir (10 paket), Tim TAGANA, Tim Wyata Guna, dan penerima pelayanan 80 butir (40 paket), serta aparat Polsek Cicendo 140 butir (70 paket).

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...