Business is booming.

Kronologi 2 Anggota TNI AU Injak Kepala Warga Papua, Kasau Minta Maaf

Hal itu terjadi karena kesalahan anggota, tak ada perintah kedinasan.

Heboh 2 anggota TNI AU tampak berlebihan dalam mengamankan warga yang diduga mabuk dan bertikai dengan pedagang warung.

Warga Papua yang diduga tuna wicara tersebut langsung dilumpuhkan dengan cara dipiting.

Lalu dibawa keluar warung dijatuhkan ditanah, sementara kepalanya diinjak oleh salah seorang rekannya dengan spatu lars.

Di media sosial seperti twitter, tindakan TNI Pun bukan saja dianggap berlebihan, tapi rasisme karena terjadi di Papua.

Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo pun langsung turun tangan dan menyatakan permohonan maaf berkali-kali.

“Sangat menyesalkan & meminta maaf atas tindakan yg dilakukan dua oknum anggota Lanud J.A. Dimara Merauke, terhadap warga. Proses hukum ttp dijalankan kpd mereka yg bersalah. Semoga bisa menjadi pelajaran yg sangat berharga,” ucap Marsekal TNI Fadjar Prasetyo melalui akun TNI AU.

Menurut Kasau, hal itu terjadi atas kesalahan anggotanya, karena tak ada perintah kedinasan.

“Kami berjanji akan melakukan evaluasi seluruh anggota kami, sekaligus menghukum secara tegas anggota yang membuat kesalahan.”

“Sekali lagi kami meminta maaf atas kejadian tersebut. Mohon dibuka pintu maaf.”
.
Kronologi Kejadian

Sebuah video yang memperlihatkan prajurit TNI AU menginjak kepala seorang warga viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 1:20 menit tersebut menunjukkan dua pria berseragam TNI AU tengah mengamankan seorang warga.

Akun @VeronicaKoman ikut menayangkan video sambil menulis caption

“Anggota TNI AU Serda Dimas dan Prada Vian harus diadili atas tindakan rasisnya ini di pengadilan sipil. Akun Kaka @victorcmambor hilang setelah menaikkan video ini, jadi mari. Merauke, 26 Juli 2021.”

Baca Juga:  Hanya Karena Postingan di Instagram, Prabowo Panen Pujian

@VeronicaKoma dikenal sebagai WNI yang gemar mengabarkan ketidakadilan di Papua.

Diduga ia saat ini tidak tinggal di Indonesia karena kegemarannya tersebut.

Dalam video terlihat jelas, salah seorang anggota mengamankan pria tersebut dengan cara memitingkan badan ke tanah.

Sedangkan, satu prajurit lainnya terlihat menginjak kepala warga tersebut dengan sepatu lars tentara.

Peristiwa ini berawal pada saat dua anggota TNI hendak membeli makan di salah satu rumah makan Padang di Jalan Raya Mandala–Muli, Merauke, Senin (26/7/2021).

Pada saat bersamaan ternyata terjadi keributan seorang warga dengan penjual bubur ayam yang lokasinya berdekatan dengan rumah makan Padang tersebut.

Keributan ini disebabkan oleh seorang warga yang diduga mabuk dan melakukan pemerasan kepada penjual bubur ayam.

TNI AU menyebut warga tersebut juga diduga memeras pemilik rumah makan Padang dan sejumlah pelanggannya.

Kedua anggota itu kemudian berinisiatif untuk melerai keributan dan membawa warga yang membuat keributan tersebut ke luar warung.

Namun, pada saat mengamankan warga, kedua oknum melakukan tindakan yang dinilai berlebihan.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...