Business is booming.

Indonesia Resmi Ambil Alih Blok Rokan Usai Dikuasai Chevron 50 Tahun

Ini merupakan momen yang sangat bersejarah untuk kita semua

Indonesia melalui PT Pertamina Hulu Rokan resmi menjadi perusahaan pengelola lapangan minyak bumi di Blok Rokan, Provinsi Riau pada hari ini, Senin (9/8).

Berita bersejarah itu sempat menjadi bahan perbincangan yang membuat Jokowi trending hari ini.

“Jokowi tendang CHEVRON. Hari ini, hari bersejarah bagi kedaulatan Indonesia. Berkat kegigihan Jokowi, blok Rokan resmi kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi setelah 70 tahun dikuasai ASING. Blok Kaya Migas ini akan dikelola anak Pertamina, PT. Pertamina Hulu Rokan mulai 9 Agustus 2021,” tulis akun Jhon Sitorus yakni @Miduk17

Operasional wilayah kerja itu beralih ke Pertamina Hulu Rokan setelah dikelola PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) selama lebih dari 50 tahun.

“Ini merupakan momen yang sangat bersejarah untuk kita semua. Blok Rokan hari ini resmi dikelola oleh Pertamina yang tentunya akan menunjang ketahanan energi nasional,” kata Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dalam sambutan virtual pada acara Alih Kelola Wilayah Kerja Rokan pada Senin (9/8) seperti dikutip dari Antara.

Menurutnya, pengelolaan Blok Rokan kepada Pertamina sebagai perusahaan BUMN akan memberikan manfaat yang lebih luas bagi negara baik dari sisi pengelolaan maupun penerimaan negara.

“Pertamina juga memiliki amanah untuk mendukung program pemerintah dalam mencapai produksi minyak mentah 1 juta barel per hari tahun 2030,” ujar Nicke

Managing Director Chevron IndoAsia Business Unit & Presiden Direktur PT CPI Albert Simanjuntak menyampaikan sejumlah pesan kepada masyarakat.

Ia menyebutkan, Chevron sudah memiliki sejarah panjang dalam kerja sama dengan berbagai pihak selama 97 tahun di Tanah Air atau sejak 1924 silam.

Sejarah panjang itu dimulai dari era sebelum kemerdekaan, lalu kerja sama dengan pemerintah Indonesia, pemerintah daerah Provinsi Riau dan kabupaten kota.

Baca Juga:  Ini Dia Mutasi dan Promosi 104 Pati TNI Per 23 Juni 2021

“Tanpa dukungan itu mustahil kami dapat melakukan eksplorasi dengan selamat sampai saat ini,” ujar Albert dalam kegiatan alih kelola Blok Rokan yang ditayangkan secara virtual.

Atas dukungan tersebut, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak terkait di tingkat pemerintah Indonesia, pemda Riau, kabupaten kota, serta seluruh komponen masyarakat yang ada di wilayah kerja Chevron Pacific Indonesia.

Selama beroperasi di wilayah kerja Blok Rokan, CPI telah membangun berbagai sarana dan prasarana serta mendorong peningkatan sumber daya manusia.

Chevron berharap hal ini dapat menjadi warisan bagi Riau dan Indonesia.

Selain itu, selama 2,5 tahun terakhir pihaknya bersama pemerintah, SKK Migas, dan Pertamina Hulu Rokan, telah menjalankan proses transisi alih kelola.

Sampai saat ini, pihaknya sudah melakukan pemboran sekitar 100 sumur guna menjaga produktivitas Blok Rokan bagi ketahanan produksi migas nasional.

Selama migrasi ini, kata dia, seluruh data, sistem, dan lisensi dari ratusan aplikasi telah dijalankan dengan baik.

“Dengan harapan proses alih kelola ini akan berjalan dengan aman dan lancar,” ucap Albert.

Adapun, Blok Rokan mulai dikelola oleh PT Pertamina Hulu Rokan pada 9 Agustus 2021 pukul 00.00 WIB dan diserahkan dari operator sebelumnya yaitu PT Chevron Pacific Indonesia.

Chevron Corporation (NYSE: CVX Euronext: CHTEX) adalah salah satu perusahaan energi terbesar dunia asal Amerika.

Berkantor pusat di San Ramon, California, AS dan aktif di lebih dari 180 negara,

Chevron bergerak dalam setiap aspek industri minyak dan gas, termasuk eksplorasi dan produksi; pengilangan, pemasaran, dan transportasi; produksi kimia dan penjualan; dan pembangkit listrik.

Chevron memiliki fasilitas di 90 negara. Chevron adalah satu dari enam perusahaan minyak dunia, pada tahun 2013 ia menempati posisi ke-11 dalam daftar Fortune Global 500 untuk perusahaan terbesar di dunia.

Baca Juga:  Ariza Tepis Sinyalemen Jakarta Segera Tenggelam

Energi alternatif yang diproduksi Chevron antara lain geotermal, energi surya, angin, bahan bakar nabati, sel solar, dan hidrogen.

Tahun 2011-2013, Chevron berencana menghabiskan 2 miliar dolar AS untuk penelitian dan akuisisi perusahaan energi terbarukan.

Chevron mengklaim diri sebagai produsen energi geotermal terbesar dunia.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...