Business is booming.

Conte Trending, Hampir Pasti Tangani Tottenham Bukan MU

Conte ke Spurs, dan emyu masih bakal naik turun sama ole, siapa bakal menggantinya?

Tottenham Hotspur bergerak cepat, hanya dalam hitungan jam setelah mengumumkan pemecatan coach Nuno Espirito Santo, langsung memastikan sukses mendatangkan Antonio Conte.

Mantan pelatih Inter Milan, Chelsea dan Juventus itu sudah berada di markas Tottenham di London.

Pakar transfer pemain bola Eropa Fabrizio Romano mengabarkan bahwa pembicaraan Conte dengan manajemen Tottenham memasuki tahap akhir.

“Antonio Conte siap menerima lamaran Tottenham. Pembicaraan sedang berlangsung dan dipahami sebagai ‘pada tahap akhir’ – gaji dan kontrak jangka panjang dibahas tetapi dia tampaknya yakin untuk mengatakan ‘ya’.#THFC.” Demikian @FabrizioRomano.

Kepastian Conte untuk melatih Tottenham membuat fans MU kecele, namun tak sedikit yang bersyukur.

Dengan demikian, pelatih Ole Gunnar Solksjaer masih akan melatih Setan Merah entah sampai kapan.

Nama Conte pun langsung memuncaki trending topic dan ini cuitan netizen Indonesia

@FredolinL20: Menarik pembahasan soal Antonio Conte ke Spurs. Apa persaingan 4 besar Liga Inggris bakal rame jika Spurs di latih Conte?

@afiqpdot_: Ha bagus la tu conte ke spurs pasti ole stay bagus

@theydunderstand: Conte ke Spurs, dan emyu masih bakal naik turun sama ole. Kalopun ole dipecat ga ada pengganti yg oke lagi. Poor United management

@zaheenzainuddin: Fans yang expect Conte pergi Man Utd dah boleh tukar club sokong Spurs.

@4everMancity: Berkat ini conte akhirnya ke tottenham ga jd ke emyu wkwkw

Pecat Nuno Espirito

Tottenham Hotspur secara resmi telah mengumumkan pemecatan pelatih tim utama mereka, Nuno Espirito Santo.

Baca Juga:  Daftar 34 Kapolda Edisi 31 Oktober 2021 Usai Rotasi 173 Pati Polri

Pemecatan Nuno Espirito Santo diumumkan lewat situs resmi dan akun media sosial Tottenham Hotspur pada Senin (1/11/2021).

“Hari ini klub mengumumkan bahwa Nuno beserta jajaran staf yang terdiri dari Ian Cathro, Rui Barbosa, dan Antonio Dias telah dibebastugaskan,” tulis Tottenham Hotspur dalam situs resmi mereka.

Direktur Sepak Bola Tottenham Hotspur, Fabio Paratici, mengucapkan salam perpisahan kepada mantan pelatih klub tersebut.

“Saya tahu bagaimana Nuno dan stafnya ingin sukses dan keputusan ini juga disesali oleh klub,” ucap Paratici seperti dilansir BolaSport.com dari situs Tottenham Hotspur.

Dalam pengumuman tersebut, Tottenham Hotspur sendiri tidak langsung menunjuk pelatih yang baru.

Nama pengganti Espirito Santo masih akan diumumkan dalam beberapa waktu ke depan.

Pelatih asal Portugal tersebut baru empat bulan menangani Tottenham Hotspur.

Hasil yang tidak kunjung membaik membuat klub harus mengakhiri kerja sama singkat dengan Espirito Santo.

Klub yang kerap disebut Spurs tersebut saat ini berada di peringkat ke-8 klasemen sementara Liga Inggris.

Koleksi 15 poin dari 10 laga yang dimainkan Spurs dinilai kurang maksimal oleh klub.

Puncak kesabaran klub habis usai Spurs kalah 0-3 dari Manchester United di Liga Inggris pada akhir pekan lalu.

Hasil tersebut memperburuk rekor Nuno Espirito Santo yang hanya menang dua kali dalam lima laga terakhir di semua ajang.

Profil Antonio Conte

Antonio Conte Cavaliere OMRI (pengucapan bahasa Italia: lahir 31 Juli 1969) adalah manajer dan mantan pemain sepak bola profesional Italia.

Bermain sebagai gelandang, Conte memulai karirnya di klub lokal Lecce dan kemudian menjadi salah satu pemain paling sukses dan berpengaruh dalam sejarah Juventus.

Dia menjadi kapten tim dan memenangkan Liga Champions UEFA, serta lima gelar Serie A, di antara penghargaan lainnya.

Baca Juga:  Spurs Kalahkan Leeds dan Salip MU, Era Antonio Conte Dimulai?

Ia juga bermain untuk tim nasional Italia dan menjadi peserta pada Piala Dunia FIFA 1994 dan UEFA Euro 2000, di mana, pada kedua kesempatan tersebut, Italia menjadi runner-up.

Karir manajerialnya dimulai pada 2006, membawa Bari meraih gelar Serie B, dan Siena promosi dari divisi yang sama dua tahun kemudian.

Dia mengambil alih di Juventus pada 2011 dan memenangkan tiga gelar Serie A berturut-turut sebelum memimpin tim nasional Italia pada 2014 hingga UEFA Euro 2016.

Dia kemudian menjadi manajer Chelsea dan membawa mereka meraih gelar Liga Premier di musim pertamanya sebagai pelatih.

Kemudian memenangkan Piala FA di musim keduanya bersama tim.

Dia diberhentikan sebagai manajer Chelsea pada tahun 2018 dan bergabung dengan Inter Milan setahun kemudian, memenangkan gelar Serie A di musim kedua dan terakhirnya.

Conte dianggap mempopulerkan kembali formasi 3-5-2 setelah penggunaan yang sangat terbatas sejak masa kejayaannya di Piala Dunia 1990.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...