Business is booming.

Erick Thohir Trending, Netizen Tak Yakin Erick Terlibat Bisnis PCR

Mari ramaikan bersama sama bahwa Pak Erick Thohir tidak terlibat dlm bisnis PCR

Erick Thohir trending, Menteri BUMN itu diduga terlibat bisnis PCR.

Tak seperti Luhut yang lsngdung mengakui ikut bisnis PCR, Erick belum memberi komentar langsung.

Dan kini sejumlah netizen melemparkan opini dengan hastag tidak yakin atau #tidakyakin Erick terlibat.

“Mari ramaikan bersama sama bahwasannya Pak Erick Thohir tidak terlibat dlm bisnis PCR.
Kami Percaya. #TidakYakin,” tulis akun bernama @Sinta_Maharaa

“Banyak pihak yang tidak suka pak erick thohir juga ternyata ya #TidakYakin,”tulis @araleka_

Sementara akun @Yunitaa252 menulis “Sungguh lucu sekali jalan pikirannya parah pembenci Erick Thohir dalam menjatuhkan nama beliau. Kami Percaya Erick Thohir sangat tak mungkin melakukan itu #TidakYakin”

@Blue_sea02_: “Kami Percaya penuh akan integritas Erick Thohir. Beliau sangat menjaga nama baik dan legacy nya.jangan percaya hoax yg ada #TidakYakin”

@myozhyme: Erick Thohir dan LBP dilaporin ke KPK perkara tes PCR. Ya kalo emang ada buktinya yg valid sih ya monggo, tapi kalo dasar laporannya cuma dr media? Jadinya lucu yg dipaksakan nih. Tapi apapun itu, keduanya tetap terbuka pada kritik dan menghormati pelaporan kepada KPK.

Seperti diketahui, Dua Menteri Kabinet Indonesia Maju dikaitkan dengan kepemilikan bisnis tes polymerase chain reaction atau PCR.

Keduanya yakni Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Baik Luhut maupun Erick Thohir, dikaitkan dengan kepemilikan saham di PT Genomik Solidaritas Indonesia (PT GSI), salah satu pemain besar dalam penyediaan tes PCR dan antigen.

Baca Juga:  RIP Verawaty Fajrin, Presiden Jokowi, Erick Thohir, Sandiaga Ikut Berduka

GSI merupakan perusahaan baru yang didirikan tak lama setelah pandemi Covid-19 merebak di tahun 2020.

Sejumlah pengusaha besar ikut patungan untuk membuat PT GSI. Bisnis utama dari PT GSI yakni menyediakan tes PCR dan swab antigen.

Sebagai pemain besar, PT GSI bahkan bisa melakukan tes PCR sebanyak 5.000 tes per hari.

Menanggapi isu yang beredar di publik, kedua pembantu Presiden Jokowi itu pun buka suara yang diwakili oleh masing-masing juru bicaranya.

Melalui Juru Bicara Menko Marves Jodi Mahardi, Luhut mengklaim tidak pernah sedikit pun mengambil keuntungan pribadi dari bisnis yang dijalankan PT GSI

Jodi juga menjelaskan bahwa Luhut hanya memiliki saham kurang dari 10 persen di Toba Bumi Energi, anak perusahaan Toba Bara Sejahtera yang ikut menggenggam saham di PT GSI.

Jodi menyebut, ada 9 pemegang saham berinvestasi di GSI.

Ia berujar, soal kenapa perusahaan Luhut ikut patungan membentuk PT GSI, hal itu semata dilakukan untuk tujuan sosial, bukan mengejar keuntungan bisnis.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menampik Erick terlibat dalam bisnis tes PCR.

Menurutnya, isu yang menyebut Erick ikut berbisnis tes PCR adalah hal tendensius.

Sebab kata dia, PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI), perusahaan penyedia tes Covid-19 yang dikaitkan dengan Erick hingga saat ini hanya melakukan 700.000 tes PCR.

Angka itu hanya sekitar 2,5 persen dari total tes PCR di Indonesia yang sudah mencapai 28,4 juta.

“Jadi kalau dikatakan bermain, kan lucu ya, 2,5 persen gitu. Kalau mencapai 30 persen atau 50 persen itu oke lah bisa dikatakan bahwa GSI ini ada bermain-main. Tapi hanya 2,5 persen,” ujar Arya kepada media.

Baca Juga:  Gaji Cowok Rp 25 Juta Trending Lagi, Biar Jarang Pulang Cewek Suka?

Selain itu, ia bilang, sebagian saham GSI memang dipegang oleh Yayasan Adaro Bangun Negeri sebesar 6 persen.

Menurut Arya rendahnya kepemilikan saham tersebut membuat pengaruh yayasan terhadap GSI rendah.

Adapun Yayasan Adaro Bangun Negeri berkaitan dengan PT Adaro Energy Tbk (ADRO), perusahaan yang dipimpin oleh Boy Thohir, saudara Erick Thohir.

“Yayasan kemanusiaan Adaronya hanya 6 persen (kepemilikan saham). Jadi bisa dikatakan yayasan kemanusiaan Adaro ini sangat minim berperan di tes PCR,” kata dia.

Di sisi lain, lanjut Arya, Erick sendiri sudah tak aktif di Yayasan Adaro Bangun Negeri sejak diangkat menjadi Menteri BUMN.

Sehingga Erick tak lagi terlibat dalam urusan bisnis ataupun urusan lainnya di yayasan tersebut.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...