Business is booming.

Pencurian 100 Ton Besi di Proyek Kereta Cepat Janggal, Potensi Korupsi?

Besi hilang 100 ton dalam 6 bulan itu ga masuk logika, paling logis dananya dikorupsi

100 ton trending. Pencurian besi hingga 100 ton di proyek kereta cepat menuai kejanggalan di mata netizen.

Bukan karena jumlahnya yang besar, namun berulangnya kasus pencurian hingga jangka waktu pencurian yang memicu kejanggalan bagi netizen.

Apalagi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung tersebut menuai kontroversi.

Ini karena pembengkakan biaya hingga menyedot dana APBN.

Netizen pun mulai percaya dengan narasi bahwa 100 ton itu bukan sekadar pencurian biasa.

Tapi perampokan bahkan dugaan korupsi yang melibatkan orang dalam.

“Besi hilang 100 ton dalam 6 bulan itu ga masuk logika, paling logis dananya dikorupsi,” tulis akun @20firman_

Berikut cuitan sebagian netizen terkait trending 100 ton.

@teguhs1: Itu sih bkn di curi tp penggelapan. Ga mungkin pengangkutan besi tidak ada yg tau krn di btuhkan sebuah armada/truck dan pastinya itu secara bertahap. Jadi, proyek mangkrak dan bengkak mau salahkan Kambing?

@SlametKasan: Itu mah bukan pencurian lagi tapi sudah perampokan yg SDH terencana dgn baik dan profesional.kemungkinan ada kerja sama dengan org dalam proyek. Nggak mungkin kalo nggak ada campur tangan org dalam.kan itu gawean nya pemerintah masak iya pencurian bisa sampai 100 ton??

@Ari_Dharma: 100 ton selama 6 bulan. Berarti 16,5 ton sebulan.. Berarti 0,5 ton sehari. Berarti 1 mobil pickup wara wiri. membawa besi setiap hari. Masa sih nggak ada yang ngeh??

@NOTASLIMBOY: 100 ton.. gmn nyurinya kalau nggak ada orang dalam… Wkwkwk.

@AniBunny14: 6 bulan sebanyak 100 ton dan masih disebut pencurian? Seolah netizen Indonesia tu gobloknya luar biasa utk mau aja percaya klo besi seberat 100 ton bisa dibawa pake tangan kosong

Baca Juga:  10 M Trending, Netizen Disurun Pilih Kembali ke 10 Tahun atau 10 M

@Hermans23923244: Hahhha..6 bulan dan 100 ton…emang pekerjanya it bubuk terus, bubuk semua

@YosiAKemala: kek mana ya masa iya 100 ton selama 6 bulan ga ketauan kek kek kek KEK MANAAAA

@b3thex: Woooww, besi 100 ton lebih ilang dicuri selama 6 bulan… Caranya gmn ya, kok bs tnpa ketahuan? Kepala meledak

@sangbima: Besi 100 ton gimana ngangkutnya? Gk mungkin cm dipikul. Klo pake kendaraan, masa iya gk keliatan? Paling mungkin sih ada orang dalam yg kerja sama ama maling

@AhmadNgemil: Yang kasat mata aja bisa ditilep sampai total 100 Ton. Aksi pencuriannya berlangsung selama 6 bulan. Buruk sekali pengawasannya. Lalu apa iya yg di atas gk ada malingnya juga? Gak ada niat diaudit tuh @KPK_RI

@kelapabonsai1: 100 Ton hehheee itu yg maling byk patungan nih

Seperti diketahui, Polres Metro Jakarta Timur membekuk 5 orang tersangka korupsi kasus pencurian 100 ton besi di lokasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di Cipinang Melayu..

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol ErwinKurniawan mengungkapkan berdasarkan keterangan para pelaku, mereka telah menjalankan aksinya selama enam bulan dan telah mencuri 111.081 kilogram besi atau lebih dari 100 ton besi.

“Ini cukup mencengangkan,” ujar Erwin Kurniawan saat konferensi pers penangkapan tersangka pencuri besi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, Senin (8/11/2021)..

Erwin mengatakan pihaknya masih mengembangkan kasus pencurian besi proyek kereta cepat tersebut, termasuk mendalami kemungkinan adanya keterlibatan orang dalam.

“Masalah ini menjadi melebar karena kereta cepat masuk dalam proyek strategis nasional dan kelimanya masuk dalam penyelidikan lebih lanjut tentang siapa saja yang terlibat,” tutur Erwin seperti dilansir Tempo.co.

Ada pun 5 tersangka pencuri besi besi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ditangkap pada 3 November 2021 lalu.

Baca Juga:  Junior Messias, Tukang Kirim Kulkas yang Kini Jadi Hero AC Milan

Lima tersangka pencuri berinisial DR, SA, SU, AR, dan LR menjalankan aksinya pada 30 Oktober 2021 sekira jam 02.00 dini hari.

Erwin mengatakan kelimanya mencuri besi proyek kereta cepat milik PT Wika.

Saat itu, petugas keamanan PT Wika berusaha menangkap pelaku, tapi melarikan diri dengan meninggalkan kendaraan jenis pikup yang di dalamnya ada besi hasil curian.

Kapolres Erwin Kurniawan mengatakan atas perbuatan para tersangka pencuri besi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...