Business is booming.

Tepis Kriminalisasi, Polri Sodorkan Bahan Awal Tentang Farid Okbah Dkk

Tokoh JI Para Wijayanto Memberikan Banyak Informasi

POLRI menggelar konferensi pers penangkapan 3 orang terduga aksi terorisme oleh Densus 88 yang diselenggarakan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (17/11).

Densus 88 menangkap Ustaz Farid Okbah, Anung Al-Hamat, dan Ahmad Zain An-Najah terkait tindak pidana terorisme di Bekasi, Selasa (16/11). Mereka diduga tergabung dalam kelompok Jamaah Islamiyah (JI).

Penangkapan tersebut mengagetkan banyak pihak terlebih Ahmad Zain merupakan anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dalam konferensi pers, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan, penangkapan tersebut murni karena keterlibatan dengan kelompok teroris JI. Pihaknya menegaskan tak ada upaya kriminalisasi dalam kasus itu.

“Bahwa tindakan Densus 88 tidak ada upaya melakukan kriminalisasi kepada siapa pun. Termasuk kegiatan Densus 88 di Bekasi, kemarin,” kata Rusdi sebagaimana dikutip Kumparan.Com.

Penyelidikan terkait dengan keterlibatan ketiga tersangka ini oleh Densus 88 sudah dilakukan sejak 2019 lalu. Terungkapnya peran para tersangka berawal dari keterangan mantan teroris Para Wijayanto.

“Dapat dijelaskan di sini bahwa sejak tertangkap amir JI bernama Para Wijayanto pada 29 Juni 2019 lalu, pintu masuk bagi Polri terbuka untuk memahami dan mendalami kelompok JI tersebut,” ujar Rusdi.

Para Wijayanto merupakan salah satu pentolan teroris yang sangat andal dalam strategi gerakan teroris, terutama dalam menjalankan pola organisasinya.

Di tengah pelariannya dari kejaran aparat kepolisian, Para Wijayanto justru mampu membangun bisnis kelapa sawit yang tentu bukanlah bisnis kecil-kecilan.

Para Wijayanto akhirnya diringkus oleh Detasemen Khusus 88 Mabes Polri pada Jumat lalu, 28 Juni 2019, di Hotel Adaya, Jalan Raya Kranggan, Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat.

Berdasarkan keterangan Para Wijayanto pula, Densus 88 Antiteror bisa mengungkap peran ketiga tersangka di kelompok JI. Ketiganya berperan di bagian pendanaan berkedok Lembaga Amil Zakat (LAZ) ABA.

Baca Juga:  Ria Ricis Terlihat Cantik dengan Rajut Melati Saat Siraman

“Di mana dalam organisasi LAZ ABA tersangka AZA sebagai ketua dewan syariah amil zakat ABA. FAO sebagai anggota dewan syariah amil zakat ABA. Dan AA sebagai pendiri daripada PERISAI (bantuan hukum),” kata Brigjen Rusdi.

Sementara terduga Farid Ahmad Okbah membuat partai politik untuk menampung anggota Jamaah Islamiyah.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, menyebut FAO (Farid Ahmad Okbah) merupakan bagian dari tim sepuh atau Dewan Syuro JI.

Farid Okbah membentuk Partai Dakwah Rakyat Indonesia sebagai wadah baru anggota Jamaah Islamiyah usai sejumlah pimpinannya ditangkap.

Farid Okbah juga ikut memberikan solusi kepada Arif Siswanto yang telah ditangkap soal pengamanan anggota JI pascapenangkapan Para Wijayanto (Amir JI) dengan membuat wadah baru.

Komentar
Loading...