Business is booming.

Arteria Dahlan Trending Sebut Jaksa dkk Simbol Negara, Keseleo Lidah?

Paling saya ingat dari Arteria Dahlan waktu dia memaki-maki prof Emil Salim di televisi

Arteria Dahlan trending. Pernyataan bahwa penegak hukum tak boleh di OTT menuai kecaman.

Penegak hukum yang dimaksud adalah polisi, hakim dan jaksa.

Kata Arteria, mereka tak boleh di OTT karena termasuk simbol negara.

Karuan saja pernyataan Arteria menuai kecaman.

Politisi PDIP itu pun dianggap tidak paham soal yang dimaksud simbol negara.

Bahkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut Arteria Dahlan keseleo lidah.

Berikut komentar netizen tentang Arteria Dahlan

@03__nakula: Bangkee!! Arteria Dahlan lagi ngelawak dan mempermalukan PDI-P. Kok bisa seorang anggota DPR RI yang berasal dari partai pemenang Pemilu punya pola pikir yang melindungi KORUPTOR. KORUPTOR siapapun pelakunya harus ditangkap dan dihukum seberat²nya serta dimiskin kan.

@sudjiwotedjo: Setuju. Rakyat juga simbol negara. Tidak boleh di-OTT. Ada wilayah, ada pengakuan negara lain, tp tak ada rakyat, tak sah jadi negara. Maling juga simbol negara. Suatu Wilayah tanpa maling berarti tanpa darkside, tidak utuh, tak sah disebut negara. Maling tak boleh di-OTT

@hidayatabd: Begitu juga dg arteria dahlan, dia itu cerminan anggota parlemen yg gak cerdas. Dia diperlukan juga oleh negara, agar ada pembanding bagi bangsa ini. Ada anggota parlemen yg bodoh dan ada rakyat yg pintar.

@noerzam92: Nih orang ngerti UU nggak sih.. Menurut UU No.24 Tahun 2009, yg dimaksud dgn simbol negara adalah Bendera,Bahasa,Lambang Negara, dan Lagu Kebangsaan. Jadi berdasarkan UU tsb Polisi, Jaksa, & Hakim, bhkan Presiden pun bukan simbol negara

@sudaryantoo_: Arteria Dahlan big jokes all of the time in this republic.

@guruholahraga: Arteria Dahlan mungkin pola pikirnya udah kena, harus dirukyah

Baca Juga:  OTT KPK Lagi, Kali Ini Korbannya Bupati Kuansing Andi Putra

@panca66: Yang paling saya ingat dari Arteria Dahlan waktu dia memaki-maki prof Emil Salim di televisi. Orang sekelas prof Emil aja nga dihargai sama dia.

Penegak Hukum Simbol Negara?

Seperti diketahui, Politikus PDI Perjuangan atau PDIP Arteria Dahlan menyampaikan pandangannya terkait operasi tangkap tangan (OTT) dalam penindakan hukum terkait kasus dugaan korupsi.

Menurut Arteria, kegiatan OTT seharusnya tidak dilakukan, terutama kepada para penegak hukum seperti polisi, hakim, hingga jaksa.

“Saya pribadi, saya sangat meyakini yang namanya polisi, hakim, jaksa itu tidak boleh di-OTT,” kata Arteria Dahlan dalam sebuah webinar yang digelar Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dengan Kejaksaan Agung, Kamis (18/11/2021).

Arteria mengaku menyatakan demikian bukan karena dirinya pro atau mendukung koruptor. Namun, dia berpendapat karena para penegak hukum tersebut merupakan simbol negara.

“Bukan karena kita pro koruptor, karena mereka adalah simbol-simbol negara di bidang penegakan hukum,” ujar Arteria.

“Bisa dibedakan, tafsirnya jangan ditafsirkan beda. Saya sampaikan banyak sekali instrumen penegakan hukum di samping OTT,” ujar Arteria.

Arteria menjelaskan, metode OTT tak harus melulu digunakan dalam melakukan penindakan hukum, terlebih jika upaya itu dilakukan menyasar kepada penegak hukum.

Namun PDIP menganggap Arteria Dahlan sedang keseleo lidah saat mengatakan penegak hukum tidak perlu dioperasi tangkap tangan (OTT) dalam dugaan kasus korupsi.

Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangannya kepada KompasTV, Jumat (19/11/2021).

“Apa yang disampaikan Bung Arteria Dahlan mungkin keseleo lidah karena terlalu bersemangat dan baru pulang dari daerah pemilihan sehingga mungkin kecapaian,” kata Hasto.

Hasto mengatakan, sikap PDI Perjuangan sangat jelas bahwa berdasarkan konstitusi mengamanatkan setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama dalam hukum dan pemerintahan.

“Serta wajib menjunjung hukum dan pemerintahan tersebut tanpa kecuali,” ucap Hasto.

“Karena itulah siapa pun yang melanggar hukum, terlebih hukum pidana, termasuk korupsi, penegakan hukum yang berkeadilan dan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah tidak boleh ada pengecualian hanya karena jabatan.”

Profil Arteria Dahlan

Arteria Dahlan, S.T., S.H., M.H. (lahir 7 Juli 1975).

Saat ini, ia menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2019–2024 mewakili PDIP daerah pemilihan Jawa Timur VI.

Arteria mulai duduk di DPR RI pada 23 Maret 2015.

Ia menjadi Pengganti Antar Waktu (PAW) dari Djarot Saiful Hidayat yang ditunjuk sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk mendampingi Gubernur Basuki Tjahaja Purnama.

Orang tua Arteria merupakan perantau Minang asal Kukuban, Maninjau, Sumatra Barat.

Ayahnya bernama Zaini Dahlan dan ibunya bernama Wasniar.

Mereka merantau ke Jakarta pada era 1950-an dan bekerja sebagai guru.

Menurut pengakuan Arteria, ia “berasal dari keluarga Masyumi”.

Kakek Arteria dari pihak ayah bernama Ahmad Dahlan dan istrinya bernama Dahniar Yahya. Dahniar adalah tokoh Masyumi di Maninjau yang pernah ditahan pada masa pemerintahan Soekarno karena terlibat Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI).

Adapun kakek Arteria dari pihak ibu bernama Wahab Syarif dan istrinya bernama Lamsiar. Wahab adalah seorang pedagang tekstil di Tanah Abang, yang rumahnya kerap menjadi tempat transit perantau Minang.

Arteria mengaku ayahnya pernah masuk Akademi Kepolisian, tetapi pada tes terakhir ditolak karena “terindikasi Masyumi dan PRRI”.

Pada Oktober 2019, Arteri menuai kontroversi terkait sikapnya saat beradu argumen dengan ekonom senior Emil Salim.

Ia memotong Emil ketika berbicara, lalu berdiri menunjuk-nunjuk Emil dan menuding pemikirannya sesat.

Meski menuai banyak kecaman, ia menyebut sikapnya bentuk perjuangan ideologi dan menolak meminta maaf kepada Emil.

Sebelumnya, pada 28 Maret 2018, Arteria pernah melontarkan makian kepada Kementerian Agama dengan kata bangsat dalam rapat kerja Komisi III DRP. Sehari kemudian, ia meminta maaf atas ucapannya.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...