Business is booming.

Tudingan Menkeu Perokok Jadi Beban Negara Menuai Kontroversi

Tuding perokok, Ujung-ujungnya ingin menaikkan tarif cukai rokok, Memang genius kamu....

Tudingan perokok jadi beban negara menuai kontroversi.

Ada pun tudingan dikumandangkan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Menkeu bilang perokok jadi beban Negara karena habiskan anggaran BPJS Rp 15 triliun.

Sebagaimana status perokok, apa yang dikatakan Sri Mulyani mengundang kontroversi.

Ada yang setuju, tapi banyak pula yang mengkritiknya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani, Foto Instagram

Berikut cuitan sejumlah netizen

@IrmansyahAdhy: Mbak Sri menyebutkan bahwa perokok merupakan beban negara…
Ujung-ujungx ingin menaikkan tarif cukai rokok… Memang genius kamu….

@lukimukti: Perokok merugikan negara, bgtu kira2 kata menteri keuangan negara ibu sri mulyani… ibu sri mulyani yang membuat negara ini banyak Hutang ibu kan, kelak yang akan mbayar utang negara ini apakah ibu sri mulyani, kudu jelas Tanggung Jawabnya…

@YASOzatulo: Sebenarnya perokok juga jangan disalahkan, karena perokok juga menyumbangbdevisa negara secara tidak langsung, perokok itu membeli dari perusahaan, perusahaan membayar pajak dari perokok. Negara punya pemasukkan, para pekerja tidak di phk, bayangkan klou pabrik rokok tutup…

@kyongemas: Perokok itu juga penyumbang cukai , dan cukai rokok juga membantu kesehatan , bpjs perasaan merugi terussss

@Hendra_alAsad: Padahal, ada kawasan bebas asap rokok, ato zona dilarang merokok. Namun sediiiiikit sekali, ruang yang nyaman disediakan sebagai ruang tunggu, ato ruang khusus untuk perokok. Dan para ahli hisap ini, masih santuy aja. Heran juga saya..

@elmonicaoct: anak2 kantor yang perokok kalo duduk ngopi masih pada izin nih, trus kalo pun nyebat, asap rokok dibuang ke atas atau ke yang ga ada orang

@2019JokowiLNJT: Kalau saya setuju, selain jd beban juga memberi dampak negatif bagi orang sekitaran perokok, kadang si perokok asal nyembul asap gak peduli orang di sampingnya terkena asap rokok.

Baca Juga:  Selain Corbuzier, Denny Juga Sempat Mewawancarai dan Gendong Laura

@mutajir_mohamat: Banyak perokok aktif yang tidak membayar iuran BPJS, atau BPJS PBI. Mereka ini harus tau diri dan menghentikan kebiasaan buruk mereka yg bisa berdampak pada orang lain. Sehingga meningkatnya tagihan pada penyakit katasropik, spt jantung, kanker,COPD, stroke,hipertensi,DM, dsb.

@Krisyantodepari: Hahaha… Untung saya bukan perokok pabrikan. Hanya perokok lintingan beda lah

@mutajir_mohamat: Kali ini saya sangat setuju dengan ibu Sri mulyani, naikkan cukai rokok hingga 70% per tahun bu, klo perlu harga rokok >150 ribu/bungkus. Saya kasihan lihat generasi sekarang usia sekolah sudah banyak merokok, dan populasi usia perokok muda Indonesia tertinggi sejagat.

Seperti diketahui Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani menyebut perokok sebagai beban negara.

Hal itu adalah karena perokok menghabiskan anggaran BPJS Kesehatan hingga sebesar Rp15 triliun.

Hal itu disampaikan dalam konferensi pers Kebijakan Cukai Hasil Tembakau 2022 yang disiarkan di kanal Youtube Kementerian Keuangan.

Pemerintah resmi menaikkan tarif cukai hasil tembakau atau cukai rokok rata-rata 12 persen pada tahun 2022 mendatang.

Langkah ini dilakukan, sebagai upaya menekan jumlah perokok yang disebut telah meningkatkan beban keuangan negara dari sisi biaya kesehatan.

Dia mengatakan bahwa biaya kesehatan akibat merokok mencapai hingga Rp27 triliun.

Dari total biaya tersebut, Pemerintah melalui BPJS Kesehatan menggelontorkan hingga Rp15 triliun.

Berdasarkan hal itu, artinya 20 sampai 30 persen anggaran yang digelontorkan Pemerintah mengalir untuk biaya perawatan kesehatan yang ditimbulkan akibat merokok.

Orang Lain Juga Baca
Komentar
Loading...