Profil Hendry Saputra, Tak Diperpanjang PBSI, Terimakasih Coach Hendry
Terima kasih Coach Hendry yg telah mendidik & membimbing para pemain.
Terima Kasih Coach Hendry atau #TerimaKasihCoachHendry trending.
Pelatih kepala tunggal putra Indonesia itu tak lagi diperpanjang masa kontraknya oleh PBSI.
Padahal ia termasuk pelatih yang sukses membawa Piala All England kembali ke Indonesia tahun 2021 lalu.
Coach Hendry menjalani kontrak dengan PBSI sejak Desember 2014 dan berakhir Desember 2021.
Hendry Saputra adalah mantan pemain bulu tangkis Indonesia yang berkewarganegaraan Singapura.
Berikut cuitan sejumlah netizen terhadap trending #TerimaKasihCoachHendry
@BadmintonTalk: Seperti guru, seorang pelatih layaklah disebut pahlawan tanpa tanda jasa. Terima kasih Coach Hendry yg telah mendidik & membimbing para pemain. Tanpanya, pemain kita tidak mungkin meraih prestasi sebaik ini. Bila kita sudah sukses, jgn lupakan guru kita.
@tsyonyy: thank you coach Hendry atas didikannya buat anak MS selama ini, coach adalah orang dibalik kesuksesan MS kesayangan kita selama ini, jasamu tak akan pernah kami lupakan. once again, thank you udah nganterin anak ini membawa medali perunggu olympicPleading faceRed heart #TerimakasihCoachHendry
@nightclouds__: Coach, sukses selalu ya di mana pun berada. Jasa jasa coach hendry gaakan pernah bisa kami lupain. Bakal kangen banget. #TerimakasihCoachHendry
@ainurohman: Terima kasih atas dedikasi luar biasa dan kerja tak kenal lelah selama tujuh tahun terakhir, Coach!
@farahandjani_: Hendry Saputra pernah mendampingi pelatih ganda putra Indonesia, Herry IP ketika pertandingan Ahsan/Hendra di All England 2019 (babak 32). Terima kasih Coach Hendry atas seluruh dedikasinya untuk dunia perbulutangkisan Indonesia, khususnya tunggal putra. Sukses selalu, Coach!
@talithalpr: Aku mau nyediain lapak buat kalian para bl yg mau ngucapin terima kasih ke coach Hendry Saputra. Ayoo QRT yaa pake hastag #TerimaKasihCoachHendry Koh, terima kasih ya. Terima kasih untuk segalanya, untuk mendidik dan menjaga anak-anak MS selama ini. We will be miss you
Hendry Saputra dipastikan tidak akan menjadi pelatih kepala tunggal putra tim nasional Indonesia mulai tahun 2022.
Kontrak Hendry habis pada Desember 2021 dan PP PBSI tidak menawarkan perpanjangan masa kerja kepadanya.
“Kabar itu betul,” ucap Hendry kepada JawaPos.com.
“Saya profesional. Saya menjalani kontrak mulai (Desember) 2014 sampai Desember 2021. Sekarang kontrak saya sudah habis,” tambahnya.
Selama menjadi pelatih kepala tunggal putra Pelatnas PP PBSI, Hendry mendapatkan durasi perpanjangan kontrak per dua tahun. Dan kontrak terakhirnya, habis bulan lalu.
Hendry saat ini ingin beristirahat dari bulu tangkis. Dia mengaku membutuhkan masa jeda setidaknya dalam satu bulan.
Sebab, selama tujuh tahun terakhir, pelatih berusia 57 tahun itu merasa sudah cukup menjalani peran sebagai pelatih tim nasional.
Hendry belum bisa memastikan soal masa depannya. Tetapi, besar kemungkinan dia akan kembali ke mantan klubnya, PB Tangkas, untuk melatih bakat-bakat muda Indonesia.
Hendry mengaku kondisi fisik dan mentalnya cukup berat terutama dalam dua tahun terakhir.
Perjalanan-perjalanan ke luar negeri memang menyita waktu dan menguras tenaganya.
Hal ini semakin pelik karena situasi dunia masih berada dalam cengkeraman Covid-19. “Apalagi saya sempat positif,” ucap Hendry.
Profil Coach Hendry Saputra
Seperti dikutip dari Wikipedia, Hendri Kurniawan Saputra lahir 2 Mei 1981.
Ia adalah mantan pemain bulu tangkis asal Indonesia yang berkewarganegaraan Singapura.
Lahir dari pasangan Sugeng Subagio dan Sri Sariyani serta merupakan anak keempat dari sembilan bersaudara.
Pada tahun 2000, Saputra dan saudaranya, Hendra Wijaya, bergabung dengan Asosiasi Bulutangkis Singapura (Singapore Badminton Association- SBA) dan keduanya mendapat kewarganegaraan Singapura setelah 5 tahun pada tahun 2015.
Ia memenangkan medali perak, bersama saudara kandung sekaligus rekan bermainnya, Hendra Wijaya, dalam tim ganda putra, dan medali perunggu bersama Li Yujia dalam kompetisi ganda campuran pada Pesta Olahraga Asia Tenggara 2007 di Bangkok, Thailand.
Hendri mewakili Singapura pada Pesta Olahraga Persemakmuran 2006 di Melbourne, Australia, dimana ia berkompetisi dalam nomor ganda campuran.
Bermain bersama Li Yujia, ia mengalahkan pemain Kenya Victor Odera dan Irene Kerimah, Pemain Kanada Mike Beres dan Valerie Loker, serta pemain Australia Travis Denney dan Kate Wilson-Smith pada babak penyisihan, sebelum akhirnya kalah pada pertandingan semi-final oleh pasangan dari Inggris Nathan Robertson dan Gail Emms, dengan skor 21–19, 14–21, dan 17–21.
Meskipun kalah di semifinal, Saputra dan Li berhasil mengalahkan duo dari negara tetangganya Malaysia, Koo Kien Keat dan Wong Pei Tty untuk perebutan medali perunggu, dengan skor tiga set 21-14, 21 –23, dan 21–6.
Hendri juga memenuhi syarat pada kejuaraan ganda campuran di Olimpiade Musim Panas 2008 di Beijing, dengan urutan tiga belas besar dan mendapatkan entri sebagai salah satu dari 15 besar tim unggulan dari daftar peringkat Federasi Bulu Tangkis Dunia.
Bermain dengan Li Yujia untuk kedua kalinya, Saputra kalah dalam pertandingan babak penyisihan oleh pasangan Denmark dan juara Eropa Thomas Laybourn dan Kamilla Rytter Juhl, dengan skor 12-21 dan 14-21.
Pada Pesta Olahraga Persemakmuran 2010 di Delhi, India, Hendri bersatu kembali bersama rekannya Hendra Wijaya di Pesta Olahraga Persemakmuran 2010.
Pasangan Singapura ini mengalahkan Matthew Gleave dan Tony Stephenson dari Irlandia Utara, Joshua Green dan Matthew Wilkinson dari Islandia, dan Watson Briggs dan Paul van Rietvelde dari Skotlandia di babak penyisihan, sebelum kalah dalam pertandingan semi final dengan duo Malaysia Tan Boon Heong dan Koo Kien Keat, dengan skor bulat 11-21 dan 8-21.
Saputra dan Wijaya melanjutkan ke pertandingan perebutan medali perunggu, di mana mereka mengalahkan sesama pemain bulutangkis Singapura Derek Wong dan Chayut Triyachart, dengan skor 23-21 dan 21-12.
Tak lama setelah Pesta Olahraga Persemakmuran yang kedua, keduanya, Saputra dan saudara lelakinya, Hendra Wijaya, mengumumkan pengunduran diri mereka dari tim bulutangkis nasional Singapura, mengutip target yang sulit dan tidak ada posisi di SBA sebagai rekan latihan.