Beredar Petisi Agar Gaga Muhammad Dihukum Lebih Berat, Kok Bisa?
Netizen: Hukuman yang saat ini tdk setara dengan apa yang dia lakukan
Gaga Muhammad, mantan kekasih Edelenyi Laura sudah divonis 4,5 tahun penjara.
Vonis itu dijatuhkan karena Gaga dianggap lalai yang menyebabkan Laura mengalami kelumpuhan selama dua tahun hingga akhirnya meninggal dunia.
Gaga sendiri ternyata mengajukan banding atas vonis 4,5 tahun.
Diduga karena upaya banding yang dilakukan Gaga Muhammad muncul petisi agar yang bersangkutan dihukum lebih berat.
Petisi itu berjudul, keadilan untuk Laura. . Berikan Gaga hukuman berat.
Petisi yang dibuat pengacara Laura, Seali Syah Alam itu memperoleh banyak dukungan.
Belum sampai 24 jam, petisi tersebut sudah melampui angka 40.000 penanda tangan dan kini menuju target 50.000 tanda tangan.
Ada pun beberapa penandatangan meninggalkan alasannya seperti di bawah ini.
Putri Wulandari: Hukuman yang saat ini tdk setara dengan apa yang dia lakukan
Erni Septianingsih: Biar impas!!!
Tati Aja: Pelaku sudah sewajar ny mendpt hukuman sesui dengan perbuatan nya toh
Narendra Ape: Saya menandatangani petisi ini karena keadilan harus di tegakan
Seperti diketahui Selebgram Gaga Muhammad resmi mengajukan banding atas vonis 4,5 tahun penjara yang diputus Pengadilan Negeri Jakarta Timur untuk kasus kecelakaan lalu lintas yang menjadikannya terdakwa.
Hal itu diamini oleh Alex Adam Faisal, staf Hubungan Masyarakat PN Jakarta Timur. “(Terdakwa Gaga Muhammad) banding,” ujarnya singkat kepada awak media lewat sambungan telepon, pada Selasa (25/1/2022).
Alex mengungkapkan, banding didaftarkan kuasa hukum Gaga Muhammad, Fahmi Bachmid, pada 24 Januari 2022. Seperti diketahui
Vonis 4,5 tahun penjara dan denda Rp10 juta tersebut diputus Pengadilan Negeri Jakarta Timur, pada 19 Januari silam.
Putusan tersebut merupakan hukuman maksimal yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum pada sidang sebelumnya.

Alasan petisi
Dalam pengantarnya Seali Syah Alam memaparkan alasan membuat petisi.
Kasus ini sempat lama terhenti, karena kami sudah cukup“habis-habisan” untuk biaya pengobatan Almh.
Laura pada awal masa itu dan fokus kami adalah mengurus Laura, dengan harapan pula ada itikad baik dari Pihak Gaga danKeluarganya.
Kami tidak mungkin memberikan “tekanan” ke Almh Laura ,karena kami tidak mau kondisi Laura semakin buruk.
Karena kami melihat Laura masih memiliki keyakinan kalau Gaga akan bertanggung jawab , sekecil apapun itu baik dalam hal perhatian BUKAN nominal.
Namun semakin berjalannya waktu, bukan perhatian yang didapat Laura namun Gaga malah lebih sering menghilangdan Laura selalu memohon-mohon kepada Gaga untuk datangmenemaninya.
Laura selalu melakukan upaya-upaya membujuk Gaga agar datang menemani Laura mulai dari menyiapkan grab , membelikan credit point untuk main game (Laura tidak masalah untuk Gaga bermain game selama Gaga berada di sampingnya) ataupun sampai menyiapkan semuamakanan-makanan kesukaan Gaga.
Bapak Hakim yang terhormat, kami melampirkan beberapa bukti dimana Laura memohon-mohon kepada Gaga dan juga saat Laura mencari Gaga ke pihak keluarganya (Bukti terlampir dalam Flash Disk).
Jadi kalau dikatakan bahwa Gaga mengurus Laura selama 1 tahun, dan meninggalkan Laura karena somasi Rp. 12,6M tersebut, ini tidaklah dapat dibenarkan.
Kami memberikan somasi Rp. 12,6 M dengan perhitungan detail perawatan Laura dan tidak mengharapkan untuk dibayarkan secara utuh terhadap uang itu, karena kami tahu jangankan Rp 12 M , 50 ribu untuk sekedar membeli pampers Laura saja Gaga tidak pernah ada.
Dan kalau perihal somasi dan lanjutan laporan pidana atas perkara tersebut dijadikan alasan Gaga meninggalkan Laura, tentu hal itu tidak dapat diterima dan pada dasarnya TIDAK PERNAH ada itikad baik dari pihak Gaga.
Gaga juga berasalan tidak dapat memberikan biaya karena selama mengurus Laura, Gaga tidak dapat bekerja, namun tetap ketika tidak mengurus Laura pun, Gaga tidak pernah ada sepeserpun memberikan bantuan.
Sehingga kami sangat yakin bahwa memang TIDAK ADA ITIKAD baik dari pihak Gaga dan Keluarga. Kami pernah meminta tanggung jawab medis kepada Gaga, namun yang dibawa malah “Dukun” yang mengobati Laura dengan cara memberikan “sembur-semburan”.
Dan berjalannya waktu, hilang begitu saja pihak Gaga dan keluarga tanpa pernah membalas komunikasi kami, di tambah laura harus menerima fakta pahit dengan mengetahui Gaga dengan asiknya pergi ke club bersama wanita lain, sementara laura terpuruk.
Perlu bapak Hakim ketahui, terdapat sebuah video podcast pada sekitar bulan Maret 2021, dimana sdr.
Gaga terlihat baik-baik saja tanpa penyesalan apapun, dalam Video ini pula terlihat bagaimana tabiat sdr.Gaga di bawah pengaruhAlkohol.
(Video terlampir dalam flashdisk hasil dari Kutipan Channel Youtube, dengan link: https://www.youtube.com/watch?v=VfGaJD2Iqj8
Kami tidak mau menambah beban Laura, kami hanya ingin selalu ada untuk berusaha menghibur dan memberikkan support.
Hingga akhirnya pada sekitar bulan April, kami diperkenalkan oleh temannya Laura, sehingga kemudian kami mendapatkan bantuan Hukum untuk melanjutkan proses hukum secara gratis (karena jujur kami sangat awam hukum) dan saat itu kami juga berada di posisi yang sulit dimana Ayahnya Laura saat itu tengah menjalani operasi Nafosaring, sehingga di rumah ada 2 orang dengan kondisi yang bisadibilang sulit melakukan apapun sendiri. Yaitu Laura danAyahnya.
Maaf kalau bertele-tele, lanjut ke proses persidangan, Laura sempat pupus harapan (kami lampirkan curhatan Almh. Laura di instagramnya) dimana dia sudah bersemangat meskipun menunggu lama namun tidak diberikan keleluasaan untuk berbicara saat Laura diminta keterangannya dalam persidangan.
Semenjak kecelakaan tersebut, baru sidang pertama itulah laura keluar rumah dan dengan di berikan support dariteman-temannya yang hadir di persidangan.
Bapak-bapak Majelis hakim yang terhormat, kami keluargahanya berharap dapat melaksanakan apa yang menjadiharapan Almh. Laura yaitu keadilan. Tidak ada satupun dari keinginan Almh.
Laura untuk mengampuni Gaga. Bagi Almh. Laura yang terpenting saat ini hanya keadilan, keadilan, dan keadilan. (semua dituangkan di media sosialnya)
Maka kami berharap, Gaga dapat diberikan hukuman seberat-beratnya, meskipun kami sadar itu tidak bisa mengembalikkan anak kami Almh. Laura Anna Edelenyi.